Musa Syihab (Android Developer)

Berawal dari banyaknya pertanyaan yang masuk seputar pekerjaan lulusan teknik informatika, saya kemudian berinisiatif untuk melakukan wawancara kepada orang-orang yang bekerja/berkarya di bidang IT. Untuk edisi pertama ini, saya melakukan wawancara dengan Baim, salah satu teman baik saya ketika kuliah selama 7 abad di ITS. Baim ini anaknya asik, jago bikin aplikasi Android, suka dengerin lagunya Coldplay, suka nonton film lokal di bioskop, suka baca bukunya Pidi Baiq, dan suka nonton video reviewnya Masques Brownlee. Berikut ini biodata singkat Baim:

Nama: Ibrahim Musa Ibnu Syihab
Nama Panggilan: Sayang Baim
Nama Samaran: Fedi Nuril dan Dimas Beck
TTL: Jakarta, 24 hari pasca kelahiran Raisa.
Status: Single dan Available (bisa diajak gabung kalau mau bikin kelompok)
Akun Twitter: @musasyihab
Website: musasyihab.com

Untuk sekarang ini Baim sedang kerja di sebuah start-up di Jakarta sekaligus kerja freelance. Jadi, dia punya 2 pekerjaan sekaligus. Makanya saya merasa sangat beruntung bisa mewawancarainya beberapa hari yang lalu di sela-sela kesibukannya meyelematkan dunia mengerjakan banyak proyek. Berikut ini cuplikan hasil wawancara saya dengan Baim. Check it out.

Continue reading

4 Macam Calon Mahasiswa

Di salah satu bukunya yang berjudul “Dapat Apa Sih dari Universitas?”, Romi Satri Wahono mengklasifikasikan mahasiswa menjadi 4 kelompok: mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakbisaanya, mahasiswa yang sadar akan ketidakbisaannya, mahasiswa yang tidak sadar akan kebisaannya, dan mahasiswa yang sadar akan kebisaannya.

Dan kali ini, saya akan mencoba mengklasifikasikan calon mahasiswa menjadi 4 kelompok dengan parameter yang agak berbeda dengan yang dipakai oleh Pak Romi. Berikut ini klasifikasinya:

1. Punya cita-cita dan target, dan tahu potensi diri.

Mereka yang masuk golongan ini pada dasarnya adalah orang-orang pilihan. Karena memang jumlahnya termasuk paling sedikit dibandingkan golongan lainnya. Ciri-ciri orang yang masuk golongan ini di antaranya adalah sebagai berikut:

Di masa SMA…

Mereka yang masuk golongan ini biasanya sejak di bangku SMA sudah rajin ikut ekskul atau rajin ikut lomba buat mengasah minat dan bakat yang mereka miliki. Tidak seperti kebanyakan siswa SMA yang seringkali kebingungan ketika ditanya akan melanjutkan pendidikan ke mana, mereka yang masuk golongan 1 ini adalah orang-orang yang sangat visioner. Dengan bermodalkan pengetahuan akan potensi diri yang mereka punya, mereka yang masuk golongan 1 ini seringkali tidak menemukan kesulitan berarti ketika menentukan pilihan jurusan di perkuliahan.

Kalau ada calon mahasiswa yang masih kebingungan ketika dihadapkan pada banyaknya pilihan jurusan, bisa dipastikan mereka bukanlah bagian dari golongan 1 ini. Karena yang termasuk golongan 1 ini adalah orang-orang tahu potensi diri, sekaligus punya tujuan target serta tujuan yang jelas. Continue reading

Lima

limaTak terasa, usia blog ini sudah mencapai 5, angka favorit saya.

Tanpa dukungan dari kalian, blog ini tidak akan pernah bisa bertahan sampai detik ini. Karena saya yakin, meskipun pada awalnya orang menulis karena ingin mengabadikan isi hati dan pikiran, mengetahui bahwa tulisan kita bisa memberi manfaat kepada orang lain adalah sebentuk kebahagiaan.

Terima kasih banyak saya ucapkan kepada semua orang yang sudah membuat saya betah ngeblog sampai detik ini. Terima kasih kepada kalian yang sudah rajin mengintip blog ini meskipun sudah beberapa bulan isinya tidak pernah diperbarui. Terima kasih kepada kalian yang masih suka memberi komentar di tulisan-tulisan saya. Terima kasih kepada kalian yang pernah nge-share tulisan saya. Terima kasih kepada kalian yang sudah menyalin dan menyebarkan tulisan saya di blog pribadi kalian. Tak lupa, terima kasih juga buat kalian yang sudah follow akun social media yang saya punya.

Jujur, saya tidak pernah menyangka kalau bakal betah ngeblog sampai selama ini. Karena seperti yang saya ungkapkan di awal tulisan, tujuan saya menulis hanyalah untuk mengabadikan isi hati dan isi pikiran. Dengan harapan agar suatu saat itu bisa menjadi semacam pengingat bagi saya pribadi ketika mulai lupa diri.

Sekali lagi, terima kasih buat kalian semua yang membuat saya betah untuk terus mengurusi blog ini.

Salam,
@kamuitubeda

Membuka Peluang Iuran

Hari ini saya berkesempatan untuk kembali bertatap muka dengan Pak Anies Baswedan. Tidak lama sih, cuma sekitar 45 menit. Tapi meskipun sebentar, sebagaimana pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Pak Anies Baswedan, selalu ada hal yang menarik untuk dibagikan.

Secara umum, dalam pertemuan yang singkat tadi siang, Pak Anies Baswedan masih membicarakan hal yang selama ini menjadi perhatiannya: mengatasi masalah sosial dengan urunan dan membudayakan gerakan. Dan di sela-sela itu, Pak Anies Baswedan juga sempat menyinggung soal Perpustakaan Asuh yang kemudian lebih banyak dikenal sebagai Indonesia Menyala.

Selama ini saya hanya tahu bahwa Indonesia Menyala adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengembangkan perpustakaan di banyak daerah (khususnya daerah yang menjadi tempat penempatan pengajar muda gerakan Indonesia Mengajar). Dan setelah Pak Anies Baswedan menjelaskan secara rinci, saya jadi agak paham bagaimana behind the scene yang ada di gerakan Indonesia Menyala. Continue reading