Refleksi

Politik yang Asyik

Politik yang asyik itu sederhana.

Sesederhana ketika para petani bisa berleluasa menggarap sawahnya tanpa takut sawahnya akan digusur paksa atas nama pembangunan.

Ketika sumber mata air tidak diprivitasisasi oleh perusahaan.

Ketika Ibu-Ibu Kendeng suaranya didengarkan.

Ketika bandara Kulonprogo dibangun di lahan tidak produktif, bukan di area permukiman dan persawahan.

Ketika pertanian tidak dianaktirikan.

Ketika hutan tidak digunduli oleh kerakusan.

Ketika ada aturan yang melarang lahan produktif dialihfungsikan menjadi pabrik dan perumahan.

Ketika Novel Baswedan bisa mendapatkan keadilan. Continue reading “Politik yang Asyik”

Advertisements
Umum

ZenFone Max M2: Smartphone Gaming Murah, tapi Tidak Murahan.

Game adalah salah satu alasan kenapa orang membeli smartphone. Dan salah satu alasan kenapa penjualan smartphone sangat tinggi di Indonesia adalah karena jumlah pemain game mobile di Indonesia sangat banyak. Mengutip dari pocketgamer.biz, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemain game mobile terbanyak di Asia Tenggara. Di tahun 2019 ini, jumlah pemain game mobile di Indonesia diprediksi lebih dari 100 juta orang. Itu artinya, 1 dari 3 orang di Indonesia adalah pemain game mobile.

Namun sayangnya, meskipun jumlah pemain game mobile sangat banyak, ARPU (Average Revenue Per User) pemain game mobile di Indonesia sangat rendah. Itu artinya, sebagian besar orang Indonesia bermain game hanya untuk tujuan senang-senang tanpa memikirkan bagaimana caranya bisa mendapatkan pendapatan dari game. Tidak seperti di luar negeri ketika game bisa dikondisikan sedemikian rupa sehingga tidak hanya bisa membuat memberikan pendapatan bagi pengembang game-nya, tapi juga bisa dijadikan lapangan pekerjaan alternatif yang cukup prospektif bagi pemain dan semua elemen yang terlibat di dalamnya. Berdasarkan info dari Newzoo, nilai industri game mobile secara global di tahun 2017 bernilai lebih dari 50 miliar dolar Amerika. Sepuluh miliar dolar lebih banyak daripada nilai industri perfilman secara global yang bernilai 40 miliar dolar jika mengacu pada Hollywood Reporter.

sumber gambar: http://mediakix.com/2018/03/mobile-gaming-industry-statistics-market-revenue/

Continue reading “ZenFone Max M2: Smartphone Gaming Murah, tapi Tidak Murahan.”

Random

Jaga Jarak

Salah satu dilema yang dialami oleh anak IT mungkin adalah ingin menjaga jarak dengan segala bentuk produk teknologi informasi, tapi tidak bisa karena semua pekerjaan dan aktivitas sehari-hari selalu berkaitan dengan teknologi informasi.

Ibarat hubungan, kita tahu kalau hubungan yang kita jalani sudah tidak sehat, tapi kita tidak bisa lepas dari hubungan tersebut karena kita tahu kalau kita masih sangat membutuhkannya.

Bersyukurlah orang-orang yang bisa menjaga jarak. Karena mereka selalu punya ruang untuk bergerak.

Bersyukurlah orang-orang yang mencintai dengan secukupnya. Karena terlalu cinta, seringkali membuat kita menjadi buta.

Umum

KBA Keputih: Kawasan Tempat Pembuangan Sampah yang Sukses Menjadi Kampung Merdeka Dari Sampah

Selama ini, ketika kita membicarakan kawasan tempat pembuangan sampah, yang muncul dalam benak kita adalah kawasan kumuh, kotor, banyak sampah di mana-mana. Itulah dulu yang juga dipikirkan oleh seorang Camat Sukolilo ketika mendengar info tentang kawasan sekitar Keputih Tegal Timur Baru yang masih dalam sekitar area TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Keputih, Surabaya. Sampai akhirnya beliau membuktikan sendiri dengan datang di lokasi. Dan ternyata, fakta yang beliau dapatkan ketika datang langsung ke lokasi berbeda 180 derajat dengan info yang sebelumnya beliau dapatkan dari cerita banyak orang.

Persis seperti apa yang saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di KBA Keputih. Saya yang sebelumnya tidak seberapa yakin kalau ada kampung hijau di sekitar bekas TPA Keputih mendadak malu sendiri ketika melihat ternyata tidak selamanya perkampungan di sekitar TPA atau bekas TPA itu kumuh.

KBA Keputih, Surabaya

Tidak salah memang kalau banyak yang masih berpikiran kalau Kampung Keputih Tegal Timur Baru itu kumuh, kotor, dan semacamnya. Karena jauh sebelum menjadi KBA seperti sekarang, kawasan Keputih Tegal Timur Baru merupakan salah satu di antara beberapa kampung yang berlokasi di sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Keputih. Dan seperti yang kita ketahui, kampung-kampung di sekitar TPA pada umumnya identik dengan kotor, kumuh, dan semacamnya. Tapi itu hanya bertahan sampai dengan 2008. Karena di tahun tersebut, Keputih Tegal Timur Baru mencatatkan diri sebagai bagian dari reformasi lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya melalui program Green and Clean Surabaya. Continue reading “KBA Keputih: Kawasan Tempat Pembuangan Sampah yang Sukses Menjadi Kampung Merdeka Dari Sampah”

Opini

Meningkatkan Kesejahteraan dengan Perpustakaan

library high angle photro
Photo by Pixabay on Pexels.com

Beberapa bulan terakhir ini saya mempunyai kegelisahan terhadap perpustakaan. Khususnya di desa-desa di mana akses ke sumber bacaan sangat susah. Matinya perpustakaan di desa-desa ini tentu merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan mengingat pemerintah desa saat ini sudah diberikan otonomi khusus untuk mengelola desanya secara penuh dengan adanya dana desa.

Jika ditelusuri lebih lanjut, menghidupkan kembali perpustakaan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena buku merupakan jendela ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan adalah salah satu modal utama dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial. Maka dari itu, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kecuali dengan meningkatkan kualitas manusia yang ada di desa. Dan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas manusia yang ada di desa adalah dengan meningkatkan daya literasi masyarakat desa melalui perpustakaan. Continue reading “Meningkatkan Kesejahteraan dengan Perpustakaan”