Perihal Keyakinan dan Tuhan

Baru-baru ini saya menonton Life of Pi yang bukunya sudah saya khatamkan beberapa tahun yang lalu. Dan ternyata filmnya juga sama bagusnya dengan bukunya. Meskipun sudah beberapa tahun yang lalu saya membaca bukunya, adaptasi filmnya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya bayangkan ketika membacanya dulu.

Menyenangkan sekali menonton film seperti ini. Karena meskipun pesannya sangat dalam, semuanya disampaikan dengan cara tersirat. Jadi kita sebagai penonton yang harus menyimpulkan sendiri apa yang hendak disampaikan oleh pembuat filmnya. Continue reading “Perihal Keyakinan dan Tuhan”

Suka vs Dipaksa

Photo by: Jordan Whitt
Photo by: Jordan Whitt

Dulu saya merupakan seorang yang sangat memegang teguh keyakinan bahwa untuk bisa sukses dalam bidang tertentu kita harus menyukainya dulu. Tidak ada cara lain selain itu.

Makanya saya tidak pernah suka dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak menarik minat saya atau tidak benar-benar saya suka. Dan mungkin karena itu pula orang tua saya tidak pernah memaksa saya untuk menempuh pendidikan di universitas tertentu atau memilihkan calon menantu ketika saya masih single dulu. Meskipun sebenarnya banyak sekali harapan orang tua saya kepada saya yang tidak sejalan dengan keinginan saya, pada akhirnya orang tua saya banyak mengalah karena tidak ingin membuat saya merasa tidak enak karena memaksa atau memilihkan saya sesuatu yang belum tentu saya suka. Yang pada akhirnya membuat saya menjadi sering merasa bersalah karena beberapa kali tidak bisa mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan saya. Continue reading “Suka vs Dipaksa”

Tahu vs Mampu

xl4prjpkcle-mike-levad
photo by: Mike Levad

Suatu saat saya pernah berdiskusi dengan salah seorang teman saya mengapa meskipun sejak kecil kita diajarkan bahasa Inggris, namun sampai dewasa banyak di antara kita masih tergagap-gagap dengan bahasa Inggris. Bahkan cenderung menghindari kalau disuruh memilih. Saya pun begitu. Saya masih merasa kurang pede dengan kualitas bahasa Inggris saya. Oleh karenanya saya masih belum berani menulis artikel dalam bahasa Inggris meskipun sudah sejak lama punya keinginan untuk itu.

Dari pertanyaan tersebut, saya kemudian berpikir dan berasumsi bahwa ketidakmampuan kita (sebagian besar masyarakat Indonesia) menggunakan bahasa Inggris secara verbal atau tekstual salah satunya adalah karena pendidikan. Continue reading “Tahu vs Mampu”

Aplikasi Wajib untuk Mahasiswa

Selama kuliah, saya pernah mengalami beberapa masalah yang terkait dengan komputer. Mulai dari kehilangan file tugas, kehilangan flashdisk, kehilangan hardisk eksternal, dan lain sebagianya. Berangkat dari situ, saya jadi rajin mencari informasi aplikasi-aplikasi yang membantu saya meningkatkan produktivitas dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah yang sama.

Buat kalian yang mau kuliah, berikut ini beberapa aplikasi yang saya rekomendasikan buat kalian: Continue reading “Aplikasi Wajib untuk Mahasiswa”

Pemrograman

Belajar Coding Dulu, Teknik Informatika Kemudian

Kaget, mungkin begitu perasaan sebagian besar mahasiswa baru teknik informatika yang nekat memilih jurusan teknik informatika tanpa tahu lebih dalam apa saja yang dipelajari di teknik informatika. Saya salah satunya. Bagaimana tidak, setelah 12 tahun di sekolah kita diajari bahasa yang sangat manusiawi dan mudah dipahami, begitu masuk teknik informatika, kita langsung dituntut untuk memahami bahasa komputer yang kurang manusiawi.

Kalau kamu pernah membayangkan kuliah di teknik informatika itu menyenangkan, semacam edit-edit halaman Friendster (cuma anak 90-an yang kenal situs ini), edit-edit halaman blog, bisa main komputer terus, saya juga sama. Dalam bayangan saya ketika SMA dulu, kuliah di teknik informatika itu menyenangkan. Sampai akhirnya saya beneran masuk teknik informatika dan berkenalan dengan coding (pemrograman). *insert horror music background here*

Continue reading “Belajar Coding Dulu, Teknik Informatika Kemudian”