Impian

Tak peduli apapun status ada…
Mau Anak SD atau Anak kuliahan,
Mau Petani atau Pedagang,
Mau Pengusaha atau Karyawan,
Mau Pekerja tetap maupun Pengangguran,
Dalam benak anda pasti tersimpan suatu hal yang membuat anda termotivasi, tergerak,
dan akhirnya anda melakukan suatu hal.

Pernahkah anda berpikir, siapa sebenarnya aktor dibalik itu semua?
Apa memang ada aktor dibalik itu semua? Ataukah semuanya hanya terjadi begitu saja tanpa ada aktor dibelakang itu semua?

Mungkin kita tidak sadar. Tapi jika kita perhatikan lebih seksama, kita akan menemukan sebuah kenyataan bahwa memang ada seorang aktor penting dibalik itu semua. Aktor dibalik semua tindakan kita, aktor dibalik semua aktivitas sehari-hari kita. Dan aktor dibalik itu semua tidak lain dan tidak bukan adalah keinginan, yang pada beberapa kesempatan lain disebut sebagai “impian”.

Seperti kisah saya yang satu ini.

Berawal dari percakapan ringan dengan salah seorang orang paling berjasa di kampus, seoarng Pecinta Kebersihan yang lebih banyak dikonotasikan sebagai “petugas kebersihan” maupun “tukang cleaning service” di berbagai macam kesempatan.

Kenapa saya lebih suka menyebut mereka sebagai pecinta kebersihan bukan sebagai petugas kebersihan? Seperti yang kita tahu, menjaga kebersihan bukan hanya monopoli para petugas kebersihan seorang. Melainkan tugas setiap orang. Meskipun pada kenyataanya yang paling rajin membersihkan lingkungan sekitar adalah para petugas kebersihan itu sendiri. Oleh karenanya, saya lebih suka memanggil petugas kebersihan sebagai pecinta kebersihan.

Kembali ke cerita awal..
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbincang-bincang sebentar dengan salah seorang pecinta kebersihan di kampus. Setelah berkenalan, menanyakan asal, dan beberapa identitas yang lain, saya pun mendapatkan suatu yang menarik ketika menanyakan pekerjaan.

Kira-kira seperti inilah gambaran percakapannya :

saya : sudah lama mas, bekerja di sini?
pecinta kebersihan : lumayan mas, sekitar 7 bulan
saya : disini nge-kos?
pecinta kebersihan : iya mas
saya : gimana mas kerja disini? enak?
pecinta kebersihan : yah, gimana ya mas, namanya kerja pasti ada enak dan juga nggak enaknya. Tapi karena saya kerja di sini. Bagaimanapun saya harus mempertanggungjawabkan pekerjaan saya ini. Lagian, saya kerja di sini kan memang untuk mengumpulkan biaya buat kuliah di Jurusan Pendidikan Guru Olahraga di Madiun. Jadi, saya harus benar-benar giat bekerja biar cepet dapat uang buat biaya kuliah.
saya : owh, (diam sambil kagum)

Setelah itu percakapan pun terus dilanjutkan beberapa saat sebelum saya berpamitan untuk menunaikan sholat.
Image and video hosting by TinyPic

Satu hal yang membuat saya tertarik dengan percakapan di atas adalah meskipun sekarang bekerja sebagai pecinta kebersihan, ternyata mas tadi masih mempunyai impian yang sangat mengagumkan. Impian yang membuatnya merasa semangat dengan pekerjaannya, impian yang membuatnya bersemangat untuk menjalani hari-harinya.

Karena meskipun semua orang punya keinginan, tidak semua orang punya keinginan untuk berkembang (impian).

Saya rasa cukup sekian artikel saya kali ini.
Kalau pecinta kebersihan (yang kerjanya lumayan berat) saja masih punya impian, mengapa kita yang seperti ini masih sering pasrah dengan keadaan?

sampai jumpa di artikel saya selanjutya. :bye:
terima kasih banyak telah berkunjung. :cozy:

gambar diambil dari : sini
dan : sini

Advertisements

2 thoughts on “Impian

    1. estech

      @bOen, mantab bos… impian=keinginan. Usaha tanpa impian gak akan jelas arahnya. Impian saja tanpa ada usaha juga ga akan jelas hasilnya. So, harus jalan dua-duanya :tawa: , thanks ya udah berkunjung + kasih komen. Ntar kapan2 saya pasti akan berkunjung balik + nginggalin komen juga :haha:

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s