Selamatkan Keluaraga Kita dari Ancaman Layar Kaca

Pada beberapa kesempatan terakhir ini, hampir semua media massa baik itu elektronik maupun cetak banyak mengangkat masalah kehidupan pribadi beberapa artis yang ditengarai melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Memang tidak salah, karena tujuan utama dari massa memang untuk memberitahukan kepada masyarakat luas tentang fakta yang ada di lapangan sesuai dengan apa yang diperoleh wartawan. Terlepas dari benar atau tidaknya fakta yang didapatkan oleh wartwan tersebut.

Sekilas memang tidak ada yang salah dengan pemberitaan tersebut, tapi jika ditelusuri lebih lanjut ternyata di sana banyak dicantumkan hal-hal yang semestinya tidak dicantumkan.

Pertama, rata-rata media massa yang mengangkat kasus tersebut sebagai “barang dagangan” selalu menyertakan kalimat “video yang dapat dengan mudah diunduh dari internet”. Dan secara tidak langsung, kalimat ini akan membuat orang-orang semakin penasaran dan ingin ikut mendowloadnya sekalian.

Kedua, pada beberapa siaran berita di layar kaca seringkali saya melihat ada cuplikan orang yang tengah asyik mendowload dan menonton video tersebut. Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa “sex” sekarang bukan lagi hal tabu. Tidak hanya tabu untuk dibicarakan, tapi untuk ditonton bersama-sama dan dikomersilkan. Padahal seperti yang kita tahu, siaran berita semacam ini juga akan semakin menarik minat para pemirsanya untuk ikut mendowload, melihat, atau bahkan lebih parah lagi meniru apa yang telah dilihatnya di siaran berita.

Kalau diibaratkan,
Media massa sekarang ini itu bagai orang tua yang melarang anaknya untuk melakukan hal-hal negatif tetapi tanpa disadari dirinya sendiri malah memprovokasi anaknya untuk melakukan hal negatif.

Sebenarnya tidak enak juga sih menggeneralisir seperti, karena pada kenyataannya masih ada beberapa stasiun televisi yang setia menyuguhkan acara-acara berkualitas.

Jadi kesimpulannya, Media massa itu ibarat belati,
Jika di pegang oleh koki akan memberi manfaat.
Dan akan sebaliknya jika di pegang oleh perampok dan penjahat.

Saya tekankan lagi, di sini saya tidak melarang anda untuk menikmati acara-acara di layar kaca.
Saya hanya mengajak anda untuk lebih selektif dalam memilih acara dan lebih peka dan kritis lagi terhadap berbagai pemberitaan yang ada. Jangan hanya asal menerimanya mentah-mentah.

Karena Layar Kaca adalah pedang bermata dua.
Yang bisa memberikan anda hiburan, ilmu, informasi, pengetahuan, dan juga ancaman yang siap untuk menerkam anda dan orang-orang terdekat anda dengan berbagai macam godaannya.
Waspadalah, waspadalah… *halah, kok malah jadi bang napi gini :D*

————————————————————————————————————————-
gambar diambil dari : sini
————————————————————————————————————————-

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s