Pelajaran Penting Semester Ini

Masa perkuliahan semester ini telah berakhir.

Nilai mata kuliah pun perlahan menampakkan wujudnya satu per satu.
Ekspresi teman-teman waktu melihat nilainya sangat berbeda satu sama lain.
Ada yang senang, bangga, sedih, kecewa, tidak terima dengan nilainya, dan ada yang biasa-biasa saja.

Dan diantara semuanya itu.
Aku mungkin termasuk diantara orang-orang yang biasa-biasa saja tidak begitu peduli dengan hasil akhirnya.

Jujur, aku memang tidak berharap banyak waktu kuliah di sini.
Mengingat kemampuanku di bidang ini memang sangatlah terbatas *tipe2 orang yang menyerah sebelum berperang, jangan ditiru ya :D* .

Namun, ada yang berbeda setelah kuliah hampir berjalan 2 tahun. Akhirnya aku bisa mengerti salah satu mata kuliah. Meskipun pengertian itu aku dapatkan waktu mengulang mata kuliah tersebut. Memang dulu waktu masih semester 2, aku tidak mengerti sama sekali mata kuliah yang satu ini. Tapi setelah aku mengambilnya lagi di semester 4, aku merasa mendapatkan banyak pemahaman yang tidak pernah di semester 2.

Karena aku memang cukup tertarik dengan mata kuliah yang satu ini, akhirnya aku pun bersemangat mengikti perkuliahan. Apalagi dosen pengajarnya seorang profesor. “Kesempatan yang sangat jarang nih”, begitu pikirku waktu memutuskan untuk memilih kelas beliau. Kata teman-teman sih beliau itu orangnya sangat objektif. Tapi nggak apa lah. Toh kalau seandainya nggak lulus juga masih ada semester 6.

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku diajar beliau. Dulu waktu semester 2, sebenarnya aku pernah diajar oleh beliau. Tapi sayang dulu waktu semester 2 beliau cuma mengajar 1 bulan sekali. Dan untuk perkuliahan sehari-hari yang mengisi adalah dosen muda.

Ok, kembali ke pembahasan awal.

Setelah berjalan beberapa waktu, akhirnya aku merasa bahwa aku cocok dengan gaya mengajar beliau. Dan ternyata feeling-ku benar. Hasil-hasil ujianku semakin meyakinkanku kalau aku memang cocok dengan dosen yang satu ini.

Dan tidak terasa, aku pun semakin terobsesi dengan mata kuliah yang satu ini. Sampai-sampai aku berkeinginan untuk mendaftar jadi asisten dosen setelah lulus mata kuliah ini nanti.

Namun sayang, nilai akhirku di SIM akademik hanya “B”.
Sempat nggak percaya juga sih, mengingat hasil ujianku selama ini juga lumayan baik.
Dari beberapa evaluasi yang telah dilakukan, aku hanya gagal 1 kali.
UAS pun sama, aku sangat yakin dengan semua jawabanku.

Dan parahnya lagi, hanya kelasku saja yang nilai maksimalnya B.
Kelas sebelah yang dosennya sama masih banyak yang mendapatkan A dan AB.

Sempat ngerasa nggak puas dan kecewa juga sih.
Sampai-sampai aku menanyakan nilai tugasku pada teman satu angkatanku yang kebetulan menjadi asisten dosen. Dan setelah mendapatkan rekap nilai dari temanku tadi, akhirnya aku sadar. Ternyata aku masih belum bisa “ikhlas”.

Image and video hosting by TinyPic
Dan aku pun akhirnya merenungkan semuanya.
Mungkin rasa inilah yang selama ini dirasakan oleh teman-teman yang merasa “dirugikan” oleh dosen. Dan setelah aku pikir-pikir, ternyata rasa ketidakikhlasan itu muncul ketika kita merasa butuh dengan nilai tersebut. Karena sejak awal aku ingin menjadi asisten, akhirnya aku merasa sangat butuh dengan nilai tersebut.

Dan akhirnya aku mengurungkan niatku untuk menemui dosen tersebut. Pun halnya dengan niatku untuk menjadi asisten dosen. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Apapun hasilnya, yang penting aku telah mengusahan dengan sebaik-baiknya.

Kalau aku tidak bisa menjadi asisten dosen, mungkin ini sebagai pelajaran bahwa masih ada amanah lain yang harus kuselesaikan. Yakni, Mengkhatamkan hafalan Al Quran.

Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi diriku agar nantinya bisa menata niat untuk menjadi orang yang bisa ikhlas. Amin.

—————————————————————————————————————–
Gambar diambil dari : Flickr
—————————————————————————————————————–

Advertisements

5 thoughts on “Pelajaran Penting Semester Ini

  1. gonzales

    wah kalo gitu tak liat lagi wes biar semangat lagi
    tp skrg jek semangat liburan hihi…

    yups mindset q uda mulai ku ubah
    tp tak meninggalkan mindset yg lama itu hehe
    krn ada sebagian tanggung jwbku pd ortu didalamnya
    tp g terlalu gimana gitu
    skrg tak biarkan mengalir sesuai proses yg aku inginkn..
    hasil pasti akan terbawa sendirinya

    dr sini emg bisa diambil hikmah
    skrg tnggal bagaimana caraq mengaplikasikn ke kehidupanku biar g jd hikmah aja hehe
    soale kadang susah akeh tikungannya..

    sip dah
    prinsip yg bagus
    makasi uda berbagi spirit ^^

  2. gonzales

    la kata2ne mas danang itu yg skrg msh aq pelajari ad…
    smwnya membuat aq lebih intropeksi diri lagi
    spt knpa aq tak sama dg pas SMA dulu yg bgtu semangat hehe
    untung aja ini ditegur (kedua kalinya,yg pertama g mempan soalnya hehe)
    aq berharap kesempatan yg kesekian kalinya bs aq pergunakan dg baik

    suwon dulur ^^,

    1. owh…
      aku wingi nonton video ne mas danang maneh…

      eh moro2 semangat maneh…

      eh, tahu-tahu…
      sekarang salah satu impianku sudah tercapai ^^

      Semua pasti ada hikmahnya fa…
      tinggal kitanya aja,
      mau mencari hikmah tersebut atau tidak…

      Prinsipku…
      never stop learning…
      never stop struggling…
      never stop giving…
      ^^

      Mulai ubah mindset fa…
      Jangan terlalu terpaku ama nilai…
      Ilmu itu tidak bisa diukur dengan nilai…

  3. gonzales

    hem…salah satu cerita yg bagus sekali
    pas skali sm apa yg aku alami

    tapi terlalu complicated utk dicritakan
    aq merasa membanding2kn dg teman2 yg lainnya(1 kelas)
    mengapa yg sering TA (titip absen),tugas g pernah ngerjain malah dpt A sedangkan aq (yg menurutku) lmyn rajin,g pernah TA,tugas2 aq selesekn malah dpt nilai yg paling jelek
    akhirnya aq mulai menyadari diri sendiri
    mgkn aq terlalu menyombongkn diri
    mgkn ini teguran dr Allah
    mgkn ini Rahasia Allah utk q utk ngulang matkul ini krn aq belum terlalu paham akan matkulnya
    karena bukanlah nilai yg dibutuhkan tp apa yg kita dapat selama proses pembelajaran tsb..dan aku blum mendapat apa2 saat ini jd aq harus ngulang semester depan

    doakan ya aq dapat yg terbaik (maksudny lebih ngerti matkunya) pas ngulang semester depan \(^^)/
    semoga aq bisa lebih mengambil hikmahnya spt yg km alami amien

    1. hmm…
      inilah hidup…

      kembali tanyakan pada hati nurani Anda.
      apa sebenarnya motivasi Anda.

      Memang sulit untuk menerima kenyataan ketika kita sudah berusaha dengan sebaik-baiknya tapi hasil yang didapatkan tidaklah seberapa.

      Tapi kalau kita lebih menitikberatkan pada proses, tentu hasil tidak akan menjadi msalah tentunya. Kembali pada pribadi masing-masing juga sih tentunya.

      Pesanku cuma satu.
      Ingat kata Mas Danang Fa… 😀
      “Seindah apapun rencana kita, Masih lebih indah rencana Allah untuk kita” ^^

      Keep Fight ^^d

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s