Nilainya Ataukah Ilmunya

Diakui atau tidak. Nilai memang menjadi salah satu bagian yang tidak akan pernah terpisahkan dari pendidikan. Banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai terbaik ketika menempuh pendidikan. Padahal tujuan pendidikan sendiri tidaklah sedangkal dan sesederhana itu.


Menurut pengamatan dan pengalaman saya, para orang tua akan lebih bangga jika mempunyai anak yang nilainya sempurna meski itu didapatkan dengan tidak benar daripada mempunyai anak yang jujur yang nilainya pas-pasan.

Inilah yang membuat saya semakin meragukan titel “Lembaga Pendidikan” yang ada pada sekolah-sekolah. Karena kenyataannya yang ada di lapangan hanyalah pengajaran. Hampir tidak pernah saya jumpai proses pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di atas jenjang sekolah dasar.

Pada beberapa cabang ilmu seperti ilmu pasti (sains), mungkin nilai cukup bisa merepresentasikan kemampuan seseorang. Namun, jika sudah dihadapkan pada ilmu-ilmu yang fundamental seperti Ilmu agama dan Ilmu kewarganegaraan, nilai tidak akan pernah bisa merepresentasikan keadaan riil di lapangan. Karena yang menjadi fokus dari ilmu-ilmu tersebut adalah praktek di lapangan, bukan hanya sekadar pengetahuan. Oleh karenanya, ilmu-ilmu seperti ini akan mempunyai label pendidikan di depan namanya, misalnya : Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dll.

Lantas bagaimana dengan pendidikan di tingkat Universitas dan Institut?
Kalau pendidikan di Universitas dan Institut, tentu yang menjadi fokus pendidikannya adalah implementasi dari pemahaman yang didapatkan pada waktu perkuliahan. Percuma saja mendapatkan IP 4.00 jika tidak bisa mengimplementasikan apa yang telah didapatkan dari perkuliahan. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika bisa mendapatkan IP 4.00 dan memang sesuai dengan kemampuan.

Semoga ke depan. Kita semua dimudahkan oleh-NYA untuk tidak hanya mengejar nilai dan IP-nya saja.

—————————————————————————————————————————
Inspired by : Pernyataan adik pertama saya yang masih kelas X Aliyah beberapa waktu yang lalu, “Yang lebih penting adalah pemahaman atas ilmunya, bukan nilai maupun rangkingnya”.
—————————————————————————————————————————
gambar diambil dari : sini dan sini
—————————————————————————————————————————

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s