Sekolah Unggulan?

Sudah menjadi suatu hal yang biasa di mana di setiap daerah pasti ada sekolah-sekolah unggulan atau yang mungkin lebih tepat jika disebut sebagai sekolah yang diunggulkan dari sekolah-sekolah lain.


Photo credits : Rilis Indonesia

Sebenarnya apa sih parameter unggulan?

Umumnya, yang dianggap sebagai sekolah unggulan oleh masyarakat adalah sekolah-sekolah yang bisa mengantarkan para anak didiknya untuk dapat masuk ke sekolah-sekolah atau universitas unggulan. Selain itu, istilah sekolah unggulan biasanya dinisbatkan pada sekolah-sekolah yang sarat gengsi dan prestasi.

Kalau pendapat saya pribadi, sebenarnya tidak ada istilah sekolah unggulan. Titel unggulan itu hanyalah titel tak tertulis sebagai bentuk apresiasi dari masyarakat atas sekolah tersebut.

Lantas, apa yang membedakan sekolah unggulan dengan sekolah lainnya?

Berdasarkan pengalaman saya waktu mengenyam pendidikan di salah satu sekolah (yang konon katanya adalah sekolah) unggulan ketika masih SMA. Sebenarnya sekolah unggulan tidak jauh berbeda dari sekolah-sekolah lainnya. Yang membuat sekolah unggulan terlihat cukup berbeda dari sekolah lain saya rasa terletak pada kualitas inputnya.

Sejauh yang saya tahu, sebagian besar sekolah unggulan hanya mau menerima input dengan kualitas di atas rata-rata. Oleh karenanya, rasanya tidak begitu aneh jika di kemudian hari para siswa dengan kemampuan di atas rata-rata ini diterima di sekolah-sekolah unggulan maupun universitas-universitas unggulan. Karena sejak awal mereka memang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Peran dewan guru di sekolah unggulan memang ada, tapi itu tidaklah seberapa. Bukan berarti dengan ini saya meremehkan dan tidak menganggap peran dari guru di sekolah unggulan. Saya memang sangat menghargai guru. Tapi kembali lagi kualitas input lah yang akhirnya menjadi faktor seleksi alam di sekolah unggulan. Meskipun guru yang mengajar sama, kalau daya tangkap para siswanya tidak seberapa tentu guru tidak akan bisa berbuat apa-apa, selain berdoa.

Apalagi, kualitas guru di sekolah unggulan juga belum tentu lebih baik daripada sekolah-sekolah non-unggulan. Bahkan tidak menutup kemungkinan sekolah non-unggulan mempunyai kualitas guru yang lebih baik daripada sekolah ungulan. Jadi, bisa dikatakan guru bukanlah termasuk faktor pembeda sekolah unggulan.

Bagaimana dengan fasilitas?

Fasilitas pun saya rasa sama dengan guru. Tidak terlalu banyak memberi pengaruh. Tapi karena biasanya sekolah unggulan adalah sekolah negeri atau sekolah mapan, secara tidak langsung fasilitas yang dimiliki tentu sudah memenuhi standar. Kecuali pada sekolah-sekolah swasta di kota-kota besar yang memang fasilitas sekolahnya sangat mengagumkan.

Lantas bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal ini?

Kalau saya pribadi sebenarnya lebih setuju jika gelar “sekolah unggulan” ini dihadiahkan kepada sekolah yang berhasil mendidik input (siswa) yang biasa untuk menjadi output yang luar biasa.

Karena dengan begitu, terbukti bahwa ada proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut. Dari yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa, dari yang sebelumya kurang baik menjadi baik, dari yang sebelumnya biasa menjadi luar biasa.

Dan di sekolah yang seperti ini lah peran seorang guru dapat lebih dihargai dan dipertanggungjawabkan.

Inspired by : Status Facebook Kakak Angkatan tentang biaya SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi) Fakultas Teknologi Informasi ITS yang makin menggila, 100 juta.

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s