Ironi Pendidikan di Indonesia

Sudah bukan rahasia lagi, sekolah-sekolah negeri sekarang ini saling berebut untuk ditahbiskan sebagai SBI. Memang tidak ada yang salah. Apalagi ini juga masih dalam konteks berlomba-lomba dalam kebaikan (meningkatkan kualitas sekolah, red). Tapi sayangnya, sekolah-sekolah lain yang masih sangat membutuhkan perhatian justru malah banyak banyak yang diabaikan oleh pemerintah.

Di saat sekolah-sekolah lain berjuang untuk mempertahankan hidupnya dengan berbagai macam keterbatasan yang ada. Sekolah-sekolah lain malah berlomba-lomba berhias diri, untuk disahkan dan ditetapkan sebagai sekolah yang mempunyai kualitas sejajar dengan sekolah di luar negeri. Dengan “hanya” membubuhkan titel SBI.


Apa pemerintah sudah menganggap kesenjangan pendidikan sebagai suatu hal yang biasa?
Mengapa harus ada SBI di saat masih banyak sekolah yang mau roboh di sana sini?

Apapun alasannya. Apapun motifnya. Untuk saat ini, saya kurang setuju dengan adanya standarisasi SBI.

Pasalnya, sekolah saya yang sebelum mempunyai titel SBI SPP-nya “hanya” berkisar antara 50-60 ribu. Setelah mempunyai titel SBI, SPP-nya gila-gilaan. Minimal 250 ribu!

Kalau anak PNS sih mungkin masih mampu sekolah di sana. Tapi bagaimana dengan nasib para anak tukang batu? Anak para buruh tani? Mau bayar pakai apa mereka? Pakai daun?

Mungkin inilah yang dinamakan komersialisasi pendidikan, di mana hanya orang yang punya uang berlebih yang bisa merasakan pendidikan yang berkualitas.

Bersyukurlah kita yang masih dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berkecukupan sehingga masih mampu mengenyam pendidikan. Karena tidak sedikit saudara kita di luar sana yang impiannya untuk merasakan pendidikan harus pupus oleh himpitan ekonomi.

Kita yang masih mampu menempuh pendidikan adalah orang-orang yang diberi amanah. Maka, jangan pernah sia-sia kan amanah yang telah dibebankan Allah kepada kita.

Pendidikan bukanlah perang gengsi. Bukan pula ajang unjuk diri. Pendidikan adalah amanah. Yang harus dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Maju terus pendidikan Indonesia!

—————————————————————————————————————————
Inspired by : Status Facebook Kakak Angkatan tentang biaya SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi) Fakultas Teknologi Informasi ITS yang makin menggila, 100 juta.
—————————————————————————————————————————
Gambar diunduh dari : sini dan sini
—————————————————————————————————————————

Advertisements

2 thoughts on “Ironi Pendidikan di Indonesia

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s