Peserta kok Kadi Pembicara?

Kemarin saya mengalami kejadian yang lumayan mengesankan.
Semua berawal dari keikutsertaan saya dalam acara Departemen Ristek BEM ITS yang bertajuk RTP (Road to Pimnas).

Di PIMNAS tahun ini, ITS memang bisa sedikit berbangga karena bisa menyabet runner-up. Namun, hal itu tidak membuat para petinggi ITS cukup puas yang sejak awal mengharapkan ITS dapat menyabet juara umum PIMNAS. Dan hal itu semakin terbukti dengan diselenggarakannya acara yang bertajuk RTP guna menyiapkan pahlawan-pahlawan prestasi ITS di PIMNAS sejak dini.

Acara yang diselenggarakan di gedung SCC (student community center) ini memang dipersiapkan guna mengenalkan PKM kepada semua mahasiswa, tak terkecuali bagi maba. Meskipun kenyataannya penyelenggaraan RTP bagi maba tidaklah bersamaan dengan RTP bagi mahasiswa lama.

Penyelenggaraan acara Pengenalan PKM yang bertajuk RTP ini dibagi-bagi berdasarkan fakultas agar peserta tidak terlalu membludak dan suasana bisa lebih kondusif. Dan dari informasi yang saya dapatkan, jadwal RTP bagi Fakultas Teknologi Informasi adalah tanggal 27 Agustus 2010. Bersamaan dengan FTK (Fakultas Teknologi Kelautan).

Karena sebelumnya saya memang telah merasakan bagaimana serunya PIMNAS. Maka, saya pun tidak ragu untuk mendaftarkan diri sebagai peserta. Dan pada waktu hari pelaksanaan, saya pun lupa kalau acara RTP dimulai pada pukul 13.00 WIB. Alhasil, saya baru tiba di SCC pada pukul 14.00 WIB. Itu pun juga karena di-sms oleh teman saya yang sama-sama menjadi peserta.

Dan pada waktu saya tiba di lokasi, pembicara yang merupakan dosen pendamping sedang menjelaskan tentang PKM dan berbagai variannya. “Alhamdulillah, masih belum tertinggal banyak”, pikirku.

Setelah penjelasan mengenai jenis-jenis PKM, Acara pun dilanjutkan dengan materi kreativitas sampai sekitar pukul 15.15 WIB. Baru setelah itu break untuk sholat Ashar sampai pukul 16.00 WIB.

Dan di saat break inilah, kegalauan hati saya muncul. Bagimana tidak? saya yang sejak awal daftar sebagai peserta tiba-tiba diminta oleh panitia untuk menjadi pembicara dalam sesi sharing karena peserta PIMNAS yang lain banyak yang tidak bisa hadir. “Peserta kok diminta jadi pembicara? Gak salah tah mas?”, ucap saya kepada panitia RTP (Road to Pimnas) dengan nada bergurau.

Setelah melakukan pertarungan yang sengit diskusi ringan dengan panitia, saya pun akhirnya mengiyakan permintaan panitia. Toh saya hanya diminta untuk sharing pengalaman. Tidak harus buat slide, surat izin, proposal atau persyaratan lain-lain yang seringkali banyak menyusahkan para mahasiswa untuk bisa mempresentasikan ide dan karyanya.

Tepat jam 16.00 WIB, SCC sudah tidak seramai pada saat sesi-sesi awal. “Alhamdulillah”, ucapku dalam hati. Mungkin karena masih dalam suasana puasa, jadi mungkin banyak mahasiswa yang memilih mencari takjil, tadarrus, ataupun mendengarkan kajian-kajian keislaman daripada mendengarkan ocehan dari seorang anak manusia yang tidak jelas asal muasalnya ini.

Setelah dibuka oleh cerita tentang PKMP dari Mas Wahyu, Mahasiswa LJ Teknik Fisika. Akhirnya giliran saya untuk tampil pun tiba. Karena memang terlalu gugup, saya pun tidak bisa fokus pada awal-awal pembicaraan. Akhirnya sesi sharing yang diharapkan bisa menarik perhatian malah berubah jadi sesi curhat saya :D.

Namun, setelah hampir berbicara 15 menit, akhirnya saya mulai bisa menguasai suasana. Saya pun akhirnya bisa menyampaikan semua hal tentang PKM yang saya rasa penting untuk di-share. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Dan sebelum acara diakhiri. Saya dan mas Wahyu pun diminta memberi pesan pada peserta RTP pada hari itu.
Pada kesempatan tersebut Mas Wahyu memberi saran agar kita tidak pernah menyerah. Dan saya yang pada saat itu kebingungan mau memberi saran apa, akhirnya berpesan : “Jangan Takut Mencoba. Karena bagaimanapun kita tidak akan pernah tahu hasilnya seblum mencobanya. PKM saya ini memang sangat biasa. Saya yakin anda semua disini bisa menjalankannya. Atau bahkan mungkin anda yang ada di sini pernah mempunyai ide yang sama. Tapi mungkin karena anda takut, karena anda sering mendapat cemoohan, olok-olokan, dan ejekan dari teman-teman anda sehingga anda mengurungkan niat anda untuk merealisasikannya. Terakhir, jangan pernah berhenti belajar.”

Di akhir acara, saya seperti tidak percaya kalau yang berucap tersebut adalah saya 😀

Advertisements

2 thoughts on “Peserta kok Kadi Pembicara?

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s