Inikah Arti Kesuksesan?

“Kesuksesan seringkali diidentikkan dengan pencapaian dalam hal materi”,
Topik inilah yang ingin saya angkat dalam postingan saya kali ini.

Punya banyak harta, punya banyak perusahaan dimana-mana, punya banyak bawahan dimana-mana, punya banyak relasi bisnis di setiap kota, punya banyak “babu” di desa-desa, seperti itulah gambaran kesuksesan yang ada di masyarakat dewasa ini.

Kalau yang digunakan sebagai parameter kesuksesan adalah banyaknya materi yang dimiliki oleh seseorang, tentu saya bukanlah orang yang sukses. Karena sampai saat ini saya masih belum bekerja. Dan untuk masalah uang, selalu tergantung pada orang tua.

Berkaca pada Film 3 Idiots yang sempat saya tonton beberapa bulan yang lalu, kesuksesan semestinya tidak dinilai dengan banyaknya harta yang kita punya dan kita dapatkan. Karena menurut saya, parameter kesuksesan adalah manfaat yang bisa kita berikan. Bagi diri kita, keluarga kita, masyarakat sekitar kita, negara, dan bangsa kita.

Masih berkaitan dengan masalah di atas…

Saya pernah ditanyai oleh salah seorang teman kuliah saya,
“kamu milih bidang minat apa ‘Ad?”, tanya si A
“KCV (Komputasi Cerdas dan Visualisasi)”, jawab saya seadanya
“Mau jadi dosen tah?”, tanya si A lagi
“Enggak, saya mau jadi guru”, jawab saya dengan nada serius
“Loh, kenapa nggak jadi dosen saja?”, tanya si A penasaran
“Nggak ah, saya pengennya jadi guru, karena sejak kecil impian saya jadi guru”, jawab saya dengan nada yang tidak berubah.

Selama bercakap-cakap tersebut, saya lihat teman saya mulai tampak bingung. Mungkin dalam hatinya dia bertanya-tanya, “kok ada ya, anak aneh kayak gini? (-__-“)a”.

Sepengetahuan saya, selama ini dia memang sangat berobsesi untuk bisa bekerja di salah satu perusahaan minyak asing yang ada di negeri ini nanti kalau sudah lulus. Karena sudah menjadi rahasia publik, bahwa karyawan perusahaan minyak, khususnya perusahaan minyak asing memang terkenal memiliki kehidupan yang sejahtera, dengan gaji per bulan yang jauh di atas rata-rata.

Saya tidak menyalahkannya, karena dia tentunya punya alasan tersendiri mengapa ingin menjadi pegawai perusahaan minyak asing. Satu hal yang ingin saya tekankan di sini adalah, jangan pernah menjadikan uang sebagai tujuan hidup. Karena uang bukanlah tujuan hidup, melainkan sarana untuk mencapai tujuan hidup.

Terakhir, saya kutipkan status FB teman kuliah saya, Ibrahim šŸ˜€
“Lebih baik jd pengangguran selama2nya daripada harus bekerja tp justru memberikan bnyak penderitaan utk orang lain. Sukses bukan dilihat dr apa jenis pekerjaanmu, tp apa yg berhasil kau lakukan dg pekerjaanmu”

Advertisements

3 thoughts on “Inikah Arti Kesuksesan?

  1. Tapi belum tentu orang yang ingin bekerja di perusahaan minyak dan terus-menerus mencari materi adalah tujuan hidupnya….

    seperti ucapan seorang alim nan arif yang saya kutip “Zuhud adalah jika DUNIA ADA DALAM GENGGAMANMU NAMUN TAK KAU LETAKKAN DIDALAM HATIMU”

    1. makanya…

      saya tambahkan lagi keterangan…
      “jangan jadikan uang sebagai tujuan hidup”

      karena kalau sudah dijadikan tujuan hidup,
      maka dia akan lupa akan eksistensi dirinya dan orang-orang di sekitarnya…

      dan akhirnya menjadikan uang sebagai “Tuhan”nya, *na’udzubillah*

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s