Bimbingan PKM Tahap II (part 2)

Melanjutkan postingan saya sebelumnya…

Berikut ini beberapa ketentuan dalam membuat proposal PKMM :
1. Judul jangan terlalu panjang
Tentu anda sudah tahu kalau judul adalah sesuatu yang singkat yang representatif. Pokoknya jangan sampai judul anda melebihi 1 halaman. *ya iyalah, plak*. Apapun alasannya, judul yang terlalu panjang tidak enak dipandang. Kalau anda masih bingung, judul yang baik itu tidak lebih dari 3 baris. *insyaAllah seperti itu*. Karena pada kenyataannya ada beberapa proposal dengan judul yang panjang didanai oleh DIKTI.

2. Latar belakang jangan terlalu luas.
(Contoh latar belakang yang luas : Sains merupakan salah satu mata pelajaran yang paling ditakuti oleh siswa Indonesia). Pada latar belakang sebaiknya anda langsung fokus pada permasalahan riil yang ada di lapangan. Sulit memang. Saya sendiri mengakui kalau hal ini sulit. Apalagi selama ini dalam benak kita latar belakang merupakan hal yang dibuat-buat dan terkesan berlebihan. Lebay, begitu sebagian orang menyebutnya. Tapi memang inilah yang benar. Karena dengan membuat latar belakang yang terlalu luas, reviewer akan berasumsi bahwa anda tidak mengetahui masalah riil yang ada di lapangan. Analoginya, mengapa kita harus membawa Indonesia kalau ternyata yang menjadi sasaran program kita hanyalah satu atau dua sekolah saja.

3. Rumusan masalah harus sesuai dengan latar belakang dan harus fokus.
Sesuai dengan apa yang saya jelaskan pada postingan sebelumnya. Masalah yang akan kita selesaikan jangan terlalu luas. Yang logis sajalah. Kalau memang program kita hanya 5 bulan, apa yang sekiranya bisa kita selesaikan dalam 5 bulan. Itu saja yang harus anda tulis dalam rumusan masalah.

4. Tujuan harus sesuai dengan rumusan masalah.
Salah satu cara reviewer mengecek proposal adalah dengan mengecek tujuannya. Apakah relevan dengan latar belakangnya?. Kalau rumusan masalahnya memang cukup banyak. Tentunya akan sangat ganjil jika tujuannya tidak sebanyak rumusan masalah yang ada. Bukankah yang dimaksud dengan tujuan adalah tujuan kita mengadakan program?. Yang tidak lain adalah menyelesaikan masalah yang ada pada rumusan masalah πŸ˜€

5. Luaran harus mengacu pada tujuan.
Seperti halnya tujuan yang harus mengacu pada tujuan. Maka Luaran juga harus mengacu pada tujuan. Membingungkan? memang. πŸ˜€

6. Kegunaan harus fokus.
Seperti halnya latar belakang, kegunaan juga harus fokus. Kalau PKMM kita memang fokus mengadakan pelatihan pada SD ya kegunaannya juga harus terkait dengan masyarakat sasaran. Jangan sampai cakupan kegunaannya meluas pada selain target PKMM.

7. Gambaran umum merupakan penjelas latar belakang.
2 bagian ini agak rancu memang. Tapi kalau kita memang benar-benar jeli, sebenarnya 2 bagian ini memang beda. Latar belakang adalah bagian dimana kita menjelaskan masalah yang ada di lapangan. Sedangkan gambaran umum masyarakat sasaran adalah detail dari masyarakat sasaran.

Untuk lebih jelasnya akan saya contohkan sebagai berikut :
Contoh latar belakang yang simpel : “Masih belum ada fasilitas pembelajaran interaktif di SD Sayang Bunda”
Contoh gambaran umum masyarakat yang simpel : “SDN sayang bunda yang berlokasi di desa X mempunyai fasilitas yang jauh dari cukup. 4 dari 9 kelas yang ada semua dindingnya hampir roboh”

Intinya, gambaran umum masyarakat lebih menekankan pada keadaan masyarakatnya. Sedangkan latar belakang lebih menekankan pada masalahnya.

8. Metode pelaksanaan program harus jelas.
Kalau bisa, metode pelaksanaan kamu jelaskan sedetail mungkin seperti halnya susunan acara yang ada dalam sebuah proposal kegiatan. Karena semakin detail rencana kegiatan yang kamu lakukan, maka reviewer juga akan semakin yakin kalau kamu memang benar-benar niat untuk menjalankan PKMM tersebut.

9. Rancangan biaya yang matang.
Berdasarkan keterangan dari Pak Widya, reviewer biasanya melihat proposal itu tidak serta merta dari judul. Ada yang melihat rancangan biayanya dulu untuk mengetahui apakah ada biaya untuk pelaksanaan kegiatan. Karena akan sia-sia saja mendanai proposal yang tidak melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Demikian beberapa poin yang dapat saya jelaskan. Semua poin di atas bukan hasil rekayasa, bukan pula hasil penerawangan saya. Semua poin di atas adalah hasil diskusi saya dengan Pak Widya (Dosen Fisika ITS sekaligus Reviewer DIKTI) mengenai proposal PKMM saya. Semoga bermanfaat. πŸ˜€

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s