Ternyata Saya Tidak Sendirian!

Ya, “Ternyata saya tidak sendirian!”, itulah kalimat pertama yang ada pikiran saya ketika melihat daftar profil pengajar muda angkatan I tahun 2010 di sini.

Entah karena kurangnya informasi atau entah karena rendahnya kepedulian terhadap pendidikan yang dimiliki para mahasiswanya. Saya cukup kecewa karena dari sekitar 50 pengajar muda yang rata-rata adalah eks-mahasiswa yang luar biasa, ITS hanya mendelegasikan 1 sarjananya.

Saya sangat mengapresiasi mereka yang mau mengabdikan dirinya untuk mengajar di daerah terpencil demi memenuhi tugas mulia. Mewujudkan apa yang tertulis dalam pembukaan UUD ’45, “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Saya juga sangat berbangga hati kepada mereka, karena tidak sedikit dari mereka bersedia mengorbankan karirnya demi mengabdi kepada bangsa dan negaranya. Mas Agung Firmansyah contohnya, alumni Fasilkom UI yang ikhlas melepas karirnya di sebuah perusahaan IT terkemuka di Indonesia demi menjadi seorang pengajar muda di sebuah Sekolah Dasar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Begitu pula dengan Mbak Ayu Kartika Dewi, seorang pengajar muda yang lain, yang memutuskan untuk berhenti dari karirnya yang menjanjikan di sebuah perusahaan multinasional di Singapura, dan bergabung dengan Indonesia Mengajar, untuk menjadi seorang pengajar muda di Maluku Utara.

Mungkin tidak banyak sarjana seperti mereka. Tapi mereka ada!. Mereka yang mau mengorbankan kepentingan pribadinya demi kemajuan bangsa dan negaranya.

Semoga program Indonesia Mengajar ini akan selalu ada dan akan selalu berlanjut setiap tahun. Karena suatu saat nanti, saya ingin menjadi salah satu bagian dari mereka. Yang ikhlas mengabdi, demi kemajuan bumi pertiwi yang (konon katanya) gemah ripah loh jinawi ini.

Dengan iringan ucapan basmalah, saya putuskan impian ke-4 saya adalah, “Menjadi duta Indonesia Mengajar”. Sesuai dengan impian saya untuk menjadi seorang guru. Mohon doanya ya! πŸ˜€

Inspired by : Postingan Mas Charles

Advertisements

6 thoughts on “Ternyata Saya Tidak Sendirian!

  1. andah

    jangan lupakan desamu ndol….ga perlu jd sarjana dulu baru adi guru…lu sekarang dah bsa koq jadi guru…misal lu beri aja les komputer gratis buat yg tidak mampu dilingkungan dekat rumahmu….

    Moga2 impian lu terwujud…gue juga pengen jadi guru koq….tp guru praktek πŸ˜›
    soalnya lebih mudah klo di lihat dr bidang yg kutekuni sekarang…walau melenceng sangat jauh dari ilmu yg kudapat sewaktu SMU dulu….yaitu ilmu yg money oriented πŸ˜€

    1. santai Ndah.
      iku wes tak proyeksikan…
      Kalau sudah dapat cukup ilmu dari negeri seberang…

      Salah satu ide gila-ku adalah menjadikan desaku sebagai desa sains pertama di Indonesia. πŸ˜€ *semoga terwujud, amin*

      Emange guru praktek opo? πŸ˜€

  2. Sungguh impian yang mulia, Mas Ahsan. Saya akan senantiasa doakan agar impian Mas Ahsan bisa tercapai, sehingga bangsa Indonesia yang kita banggakan ini akan menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

    Terus semangat Mas! Tuhan memberkati. πŸ˜€

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s