#5 Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

Melanjutkan menulis daftar impian yang sempat tertunda…

Pernahkah Anda bermimpi untuk melanjutkan studi (sampai) ke luar negeri?

Kalau belum saya sarankan Anda membaca Tetralogi Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Negeri Van Oranje, dan beberapa novel Kang Abik yang seringkali mengangkat tema kisah-kisah studi di luar negeri.

Karena novel-novel di atas adalah beberapa pemacu semangat saya untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Dan dari semua novel yang pernah saya baca, Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata berada di peringkat pertama dalam daftar novel paling menginspirasi saya untuk meyakini keajaiaban kekuatan impian. Khususnya impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Kalau mau menengok ke belakang, sebenarnya bisa menikmati bangku kuliah di Teknik Informatika ITS ini sudah menjadi salah satu bukti nyata dari pengaruh positif kekuatan sebuah impian.

Bahkan sampai detik ini kadang saya masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada sekarang ini. Dari semula anak kampung yang sekolah di MI dan MTs swasta yang jumlah siswa tiap kelasnya tidak lebih dari 20, bertransformasi menjadi siswa di salah satu SMA paling bergengsi di kabupatennya, kemudian bertransformasi lagi menjadi seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri paling bergengsi di negeri (yang konon katanya gemah rimah loh jinawi) ini. Semuanya tidak lepas dari sebuah keyakinan akan cita-cita dan impian yang seringkali memenuhi pikiran saya. (Tidak lepas dari doa kedua orang tua saya dan karunia-Nya juga tentunya)

Sudah bukan rahasia lagi kalau saya memang sangat berniat untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Kalau dulu waktu masih SMA, saya masih sempat bingung mau melanjutkan kemana. Karena masih bingung mau melanjutkan pendidikan agama ke pondok pesantren ataukah melanjutkan pendidikan formal di perguruan tinggi. Tapi yang jelas mulai SMA saya sudah punya impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Kalau saya melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, maka opsi negara impian saya untuk melanjutkan studi selanjutnya adalah Mesir yang terkenal dengan Al Azhar-nya atau Yaman yang terkenal dengan negeri para wali dan negeri para nabi-nya.

Dan karena nyatanya saya sekarang tidak melanjutkan pendidikan di pondok pesantren (tidak fokus mempelajari ilmu agama, red). Maka opsi negara impian saya untuk melanjutkan studi adalah Jepang, Korea, Belanda, dan negara-negara di Eropa lainnya.

Semoga ke depan saya semakin niat dalam mengejar semua impian-impian saya. Khususnya impian pertama saya untuk bisa mengkhatamkan Alquran ketika menginjak usia 20 tahun. Karena bagaimanapun saya sudah berjanji kepada abah dan umi bahwa saya tidak akan melanjutkan pendidikan apapun setelah lulus kuliah jika hafalan Alquran saya masih belum selesai.

Mohon doanya ya πŸ˜€

Advertisements

4 thoughts on “#5 Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

  1. bahtiar rifai s

    setiap saya melihat cita-cita ente ingin mengkhatamkan quran, saya jadi malu.

    Motivasi apa yang bisa membuat kita tercambuk ya? saya ini masih amatiran dalam hal2 seperti ini.

    1. Memang gak mudah mas…
      Saya awalnya menghafalkan juga karena memang sudah begitu adanya tradisi di keluarga saya. (baca : dipaksa Ayah, red :D)

      Hampir semua saudara perempuan Ayah saya hafal Alquran…

      Dan di rumah, ayah dan ibu juga hafal Alquran.. Jadi, secara nggak langsung atmosfer Qurani sangat terasa jika sudah berada di tengah-tengah keluarga besar Ayah…

      Apalagi dari dulu impian Ayah saya adalah bisa membuat semua anaknya menjadi seorang hafidz dan hafidzah Alquran…

      Tidak ada kata terlambat untuk memulai kok mas… πŸ˜€

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s