Pejabat Oh Pejabat….

“Waktu perjalanan kesini tadi saya tidak melihat adanya kemacetan pun sama sekali di Jakarta”, kurang lebih begitu kata-kata yang saya dengar di televisi ketika Obama memberikan komentar tentang ibukota bangsa ini beberapa hari yang lalu.

Begitu mudahnya Obama memberikan statement tanpa mengetahui bahwa jalan-jalan lain di Jakarta menjadi semakin macet karena kedatangannya ke Indonesia.

Begitulah jadinya jika kita menilai suatu hal hanya dari sudut dan jarak pandang yang kita miliki.

Kalau mau bicara tentang kondisi riil Jakarta, seharusnya Obama tanya langsung pada mereka yang setiap hari merasakan macet tiada henti.

Pertanyaannya sekarang. Mengapa kedatangan pejabat atau petinggi-petinggi pemerintahan seringkali menimbulkan kemacetan? Apakah memang semua pejabat harus didahulukan?

Padahal idealnya, seorang pejabat itu harus mau mengalah kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya. Seperti yang ada di Indonesia saat ini. Ketika pejabat lewat seringkali semua orang harus menepi dan mendahulukan jalannya pejabat.

Seharusnya para pejabat harus berterima kasih pada rakyatnya yang sudah begitu rendah hati untuk mau mengalah pada beliau-beliau. Dengan harapan beliau-beliau tidak telat waktu menghadiri rapat-rapat yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Pertanyaan selanjutnya, apakah pejabat harus dikawal dengan begitu ketat sampai harus mengorbankan kenyamanan pengguna jalan yang lain? Apa yang membuat para pejabat harus diberi pengawalan ketat?

Mengutip ucapan teman saya, siapa lagi kalau bukan Ibrahim 😀

“Tidak usah heran, seorang penjahat memang memerlukan pengawalan yang sangat ketat, karena banyak orang yang memusuhinya dan ingin membunuhnya, dia harus membayar orang untuk melindunginya agar selamat.

Sedang pahlawan tidak, dia tidak perlu dikawal, meskipun banyak penjahat yang ingin membunuhnya, tapi akan ada banyak orang yang mencintainya yang dengan ikhlas akan segera menolongnya saat ia dalam bahaya.”

Tidak ada maksud lain dari tulisan ini selain sebagai bentuk kekecewaan saya atas pemerintah dan para wakil rakyat di senayan. Yang akhir-akhir ini sudah mulai tidak tahu diri.

“Sebaik-baik pemimpin adalah orang yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian juga mendoakan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin adalah orang yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian. Mereka kalian kutuk dan mereka mengutuk kalian.”

, begitu Rasulullah pernah berpesan.

Advertisements

2 thoughts on “Pejabat Oh Pejabat….

  1. wow…

    (untuk kesekian kalinya) ada saya lagi di tulisan ini. nanti aku tulis tentang kamu juga di blog ku ad (alamatnya masih dirahasiakan)

    mengutip kata pidi baiq, “orang yang kita pilih saat pemilu adalah yang kelak menyuruh kita minggir dengan sirene polisi di jalan raya”

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s