Menghafalkan Alquran = Sepakbola

Image and video hosting by TinyPic
photo credits : managerpantry.wordpress.com, submitlist.info

Seperti yang judul postingan saya di atas, di postingan ini saya akan bercerita mengenai menghafalkan Alquran lagi.

Mungkin sebagian dari anda ada yang bertanya-tanya. Menghafalkan Alquran kok sama dengan sepakbola? Apa memang menghafalkan Alquran itu harus dengan lari-lari?

Tenang. Simpan dulu rasa penasaran Anda. Baca dulu postingan saya ini sampai selesai. Dan biarkan postingan saya yang menjawab semua rasa penasaran Anda.

Here we go… πŸ™‚

Seperti yang telah Anda ketahui bersama, beberapa bulan yang lalu, saya pernah bercerita tentang 3 syarat menghafalkan Alquran di blog saya yang jelek tersayang ini. Dan kali ini saya akan mengambil tema yang hampir sama, menghafalkan Alquran. Tapi kali ini akan berbeda. Karena di sini, di postingan ini, saya akan bercerita tentang menghafalkan Alquran dan kaitannya dengan sepakbola.

Pertanyaannya sekarang. Mengapa harus sepakbola? Mengapa kok nggak yang lain?
Jawabannya simpel. Karena saya adalah gibol. πŸ˜€ (gak penting banget)

Dan seperti yang kita ketahui bersama, akhir-akhir ini sepakbola (baca : Timnas) Indonesia sedang naik daun. πŸ™‚ (3 kali menang beruntun di babak penyisihan AFF Cup euy πŸ˜€ )

Oke, kembali ke topik kaitan menghafalkan Alquran dengan sepakbola.

Sebenarnya tidak ada kaitan secara langsung antara sepakbola dan menghafalkan Alquran. Mau Anda gibol atau bukan, mau Anda pemain inti atau pemain cadangan, mau Anda pemain asli atau pemain pinjaman. Anda mempunyai kesempatan yang sama besarnya untuk mempelajari dan menghafalkan Alquran. Lebih-lebih jika Anda pemeluk agama islam πŸ™‚

Satu-satunya kaitan antara sepakbola dan menghafalkan Alquran adalah terletak pada tekniknya. Seperti yang kita tahu, tim sepakbola itu terdiri dari 2 bagian utama. Pengatur serangan dan penjaga pertahanan. Layaknya sebuah tim sepakbola, untuk menghafalkan Alquran kita juga harus mengatur serangan dan menjaga pertahanan.

Mengatur serangan di sini dapat dianalogikan sebagai menambah hafalan setiap harinya. Dan menjaga pertahanan di sini dapat dianalogikan sebagai membaca (baca : mengulang) hafalan yang sudah ada.

Untuk dapat menyelesaikan hafalan Alquran secara sempurna (khatam 30 Juz, red), serangan dan pertahanan harus seimbang. Jika kita terlalu fokus menyerang (menambah hafalan, red) tanpa memperhatikan pertahanan (mengulang hafalan, red) maka yang terjadi adalah hafalan kita akan menjadi sebuah siklus berantai yang tidak akan pernah ada habisnya. Karena tanpa ada pertahanan yang kokoh, maka hafalan kita akan mudah hilang. Apa gunanya banyak mencetak gol jika kita terus menerus kebobolan? Apa gunanya menambah hafalan jika terus menerus kita abaikan? Bukan begitu? πŸ˜€

Begitupun sebaliknya. Jika kita terlalu fokus bertahan (mengulang hafalan), tanpa sesekali melancarkan serangan (menambah hafalan), maka yang terjadi adalah hafalan kita akan stagnan dan tetap berada di level yang sama tanpa ada perkembangan.

Lain lagi jika kita sudah hafal 30 juz secara sempurna. Karena jika kita sudah hafal 30 juz, maka kita hanya perlu fokus bertahan.

Namun jika kita masih dalam tahap menghafalkan, maka kita harus memperhatikan serangan dan pertahanan secara bersamaan. Karena tanpa keduanya, hafalan Alquran tidak akan pernah menemui titik akhirnya.

Bagaimana? Sudah menemukan pencerahan mengapa saya menuliskan menghafalkan Alquran = Sepakbola?

Sekian uraian dari saya. Semoga bermanfaat. πŸ™‚
Sebaik-sebaik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, begitu Rasulullah pernah berpesan.

Inspired by : Wejangan Al-Mukarrom KH.Amar Mudjab

Advertisements

4 thoughts on “Menghafalkan Alquran = Sepakbola

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s