Menjadi Pribadi yang Beretika di Jalan Raya

Pernah mengalami kecelakaan? Belum?
Bersyukurlah Anda kalau belum pernah merasakan nikmatnya kecelakaan.
Kalau boleh sedikit curhat, saya sendiri baru sekali mengalami kecelakaan.

Kronologi kejadiannya begini, waktu itu saya dalam perjalanan ke kampus. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada pengendara motor ugal-ugalan yang mendahului saya dan dengan santainya memotong jalan tanpa memberi isyarat (menyalakan lampu sein, red). Alhasil, karena memang jarak antara saya dan pengendara motor tadi sudah terlalu dekat. Saya yang dari tadi berkendara pelan di sisi kiri jalan pun tidak bisa menghindar lagi. *Braak* Kecelakan pun terjadi. Beruntung waktu itu saya pelan. Jadi hanya lecet sedikit di siku.

Begitulah jadinya kalau kita tidak patuh lalu lintas. Tidak kita saja yang merasakan dampaknya. Orang lain yang taat lalu lintas pun terkena imbasnya.

Lantas, mengapa masih banyak orang yang tidak mematuhi lalu lintas?

1. Karena tidak tahu peraturan lalu lintas?
Ketidaktahuan sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan. Karena seperti yang kita pahami, salah satu syarat untuk mengajukan SIM adalah paham peraturan dan rambu lalu lintas. Yang dibuktikan dengan tes tulis sewaktu proses pembuatan SIM. Jadi, kalau kita sudah punya SIM, mestinya kita juga sudah paham rambu lalu lintas. Lain lagi halnya jika kita memang membuat SIM dengan cara yang tidak semestinya (lewat calo, red) πŸ˜€ .

Image and video hosting by TinyPic
photo credits : bloggerborneo.com

Dan kalau memang sampai saat ini Anda benar-benar belum tahu peraturan lalu lintas, berikut ini saya berikan link tentang peraturan lalu lintas yang mengacu pada UU no 22 tahun 2009. Silakan klik di sini jika memang ingin tahu secara lengkap tentang peraturan lalu lintas paling aktual πŸ™‚

2. Karena tergesa-gesa, berangkat terlalu mepet?
Alasan waktu juga tidak logis juga sih sebenarnya. Karena waktu yang mepet juga bisa kita siasati dengan berangkat lebih awal. Selain membuat kita lebih patuh pada peraturan lalu lintas, dengan berangkat lebih awal kita juga mengurangi kemungkinan terjadinya telat.

3. Keterbatasan biaya?
Pada kasus tidak memakai helm misalnya. Kalau alasannya memang tidak punya uang untuk beli helm rasanya sangat tidak masuk akal. Lha wong beli motor aja bisa, masa beli helm yang harganya lebih murah ndak bisa? πŸ˜€

Selain pada kasus tidak memakai helm, keterbatasan biaya biasanya juga menjadi alasan para pengendara motor yang berboncengan lebih dari 2. Kalau memang salah satu penumpangnya anak kecil, saya rasa masih bisa dimaklumi. Karena biasanya anak kecil juga sering mengantuk ketika dibonceng. (berdasarkan pengalaman pribadi ketika masih kecil πŸ˜€ )

Namun kalau seperti ini gambar di bawah ini, bagaimana menurut Anda? kasihan motornya juga, kan? πŸ˜€
Image and video hosting by TinyPic
photo credits : cyberlampung.wordpress.com

Kalau boleh jujur, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak mematuhi peraturan. Semuanya kembali pada pribadi masing-masing. Karena pada kenyataannya, kebiasaan selama berkendara di jalan raya juga merupakan cerminan kepribadian kita. Seperti yang pernah Mas Ilman paparkan di salah satu postingannya.

Pertanyaan selanjutnya, kalau memang tidak ada alasan untuk melanggar peraturan lalu lintas, lantas langkah apa yang harus kita tempuh guna meningkatkan kesadaran para pengguna jalan?

Sebenarnya banyak sekali hal bisa dilakukan. Berikut ini beberapa diantaranya :

1. Bagi pemerintah

  • Membuat agenda sosialisasi, promosi, dan kampanye safety riding secara berkala di berbagai tempat untuk berbagai kalangan masyarakat.
  • Memanfaatkan media interaktif (komik, video, game, dll) untuk mengenalkan safety riding sejak dini pada anak-anak
  • Memasukkan pendidikan safety riding dalam materi di sekolah. Khususnya untuk siswa pada tingkat SMA.
  • Bekerja sama dengan pihak swasta (produsen kendaraan, penyedia jasa angkutan umum, dll) untuk mengadakan lomba dan roadshow tentang safety riding.

2. Bagi pihak swasta

  • Mengadakan lomba, kompetisi atau apa saja yang bisa meningkatkan kesadaran berlalu lintas. (Seperti lomba blog safety riding yang dilakukan dblogger sekarang ini misalnya πŸ˜€ )
  • Bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadakan roadshow tentang safety riding.

3. Bagi kita

  • Mendukung program pemerintah dengan menaati peraturan lalu lintas sejak dini.
  • Melakukan kampanye safety riding lewat media online atau blog (jika memang punya).
  • Memberikan pengetahuan dan informasi tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas kepada orang-orang terdekat kita (teman, keluarga, kolega, dll).

Setelah kita tahu apa saja hal yang bisa dilakukan, sekarang tinggal praktek di lapangan.

Berikut ini saya berikan beberapa tips safety riding :
1. Sebelum berkendara, Pastikan kondisi badan sedang fit.
Kalau memang kebetulan ketika di jalan mengantuk, saya sarankan anda istirahat sebentar di warung atau di mana terserah. Yang pasti jangan paksakan tubuh Anda jika memang kurang fit. Karena itu akan mengganggu konsentrasi Anda selama berkendara.
2. Cek kondisi kendaraan.
Pastikan bensin ada. Cek juga kondisi ban, rem, lampu, lampu sein, dan klakson. Pastikan semuanya tidak ada masalah.
3. Jangan lupa bawa SIM dan STNK.
Siapa tahu ada operasi dadakan di jalan πŸ˜€
4. Jangan lupa memakai helm standar (bagi pengendara motor) atau sabuk pengaman (bagi pengendara mobil).
Semuanya demi keamanan dan kenyamanan Anda selama berkendara.
5. Siapkan segala kebutuhan mendadak selama berkendara.
Masker, ban cadangan, atau jas hujan misalnya.
6. Berangkat lebih awal.
Jangan tergesa-gesa ketika berkendara. Karena seringkali kecelakaan terjadi ketika kita tergesa-gesa dan kurang waspada.
7. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat.
Karena bagaimanapun semua yang terjadi itu kehendak-Nya.
8. Jangan egois di jalan. Hargai dan hormati pengendara lainnya.
Ingat, ini jalan raya. Bukan jalan (milik) Anda! πŸ˜€
9. Jika sudah di jalan, dahulukan peraturan daripada perasaan.
Simpan dulu rasa kangen Anda pada pasangan. Jangan sms-an sambil berkendara πŸ˜€ . Dan kalau memang kangennya tidak tertahankan. Silakan menepi dulu saja demi keamanan dan keselamatan Anda.

Image and video hosting by TinyPic
photo credits : markalintas.wordpress.com

Demikian sedikit hal tentang safety riding yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. πŸ˜€

Terakhir dari saya, selamatkan keluarga, teman, dan orang-orang yang kita cinta dari ancaman maut di jalan raya. Let’s riding safely πŸ™‚

Advertisements

17 thoughts on “Menjadi Pribadi yang Beretika di Jalan Raya

  1. Postingan anda menarik dan inspiratif. Terima kasih partisipasinya mengkampanyekan Safety Riding and Driving.
    Selamat postingan anda masuk 30 nominasi unggulan lomba β€˜Blogger for Safety Riding’

    1. Amin, terima kasih banyak pak atas komentar dan doanya πŸ™‚

      Wah, esq for safety riding?
      Kok baru tahu ya, saya πŸ˜€
      Langsung meluncur ke TKP pak πŸ™‚

      Salam blogger πŸ˜€

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s