Temukan Idemu, Buat Karya Tulismu! (2)

Melanjutkan postingan saya tentang mencari ide . . .

Setelah mendapatkan masalah, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi masalah tersebut.

Untuk mengidentifikasi sebuah masalah, kita dapat menggunakan kaidah dalam penulisan, 5W1H (What, who, where, when, why, and how).

1. What (Apa masalahnya?)
2. Who (Siapa yang mempunyai masalah tersebut?)
3. Where (Dimana masalah tersebut muncul?)
4. When (Kapan masalah tersebut muncul?)
5. Why (Mengapa masalah itu bisa muncul? Apa penyebabnya?)

Dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan 5 pertanyaan di atas, maka kita akan mendapatkan beberapa data yang selanjutnya akan kita gunakan sebagai pondasi untuk membangun ide.

Setelah itu, barulah kita lontarkan pertanyaan terakhir. How (Bagaimana cara kita menyelesaikannya?).
Di sinilah letak penting sebuah ide. Karena ide-lah yang akan menjadi jawaban atas pertanyaan “How”.

Umumnya, sebuah ide itu didasari kepekaan atas masalah dan kemampuan dalam mengelaborasikan semua pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki.

Jadi, untuk bisa menemukan sebuah ide, kita harus punya pengetahuan yang cukup mengenai permasalahan dan mempunyai kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan-pengetahuan yang kita miliki menjadi sebuah jawaban atas permasalahan.

Sulit? Memang. Sampai saat ini pun saya masih terus belajar agar menjadi seorang yang peka terhadap permalasahan sekaligus kreatif untuk menemukan penyelesaiannya.

Caranya? Kalau saya sih biasanya meningkatkan kepekaan dengan mengikuti kegaiatan sosial, melihat film-film inspiratif, membaca kisah-kisah inspiratif, nonton Kick Andy, dll. Sedangkan untuk meningkatkan pengetahuan. Membaca, mengikuti seminar, dan berdiskusi bisa menjadi solusinya.

Itu tadi kan cuma untuk meningkatkan kepekaan dan pengetahuan. Untuk meningkatkan kreativitasnya bagaimana? kok nggak disinggung sama sekali?

Hmm, jujur, untuk meningkatkan kreativitas itu tidak mudah. Sampai saat ini pun saya masih merasa kesulitan jika harus dihadapkan pada hal yang satu ini. *buka kartu 😀 *

Tapi tenang, sulit itu bukan berarti tidak ada solusinya. Kalau menurut saya, kreativitas itu seperti halnya flu. Mudah menular :D. Jadi, kalau kita ingin kreatif, maka kita harus memiliki lingkungan yang kreatif dan berteman dengan orang-orang yang kreatif.

Selain itu, kreativitas juga bisa diolah dengan melakukan hal-hal yang tidak biasa. Karena seperti yang kita pahami, kreativitas itu identik dengan sesuatu yang unik, beda, dan di luar kebiasaan. Jadi, kalau kita ingin menemukan ide yang kreatif, kita harus tidak terlalu merasa nyaman dengan rutinitas. Dan kalau bisa mulai sekarang sempatkan beberapa saat untuk melakukan hal-hal yang selama ini jarang kita lakukan. Atau dengan kata lain ubah cara, suasana, tempat, dan waktu kita dalam melakukan suatu hal. Karena hal itu akan membuat kita terbiasa untuk melihat sesuatu dari banyak sisi dan dari berbagai perspektif.

Saya rasa cukup sekian yang bisa saya jelaskan tentang pematangan sebuah ide kreatif. Semoga bermanfaat. 🙂

Di kesempatan selanjutnya, insyaAllah saya akan mulai masuk pada materi teknik menulis sebuah karya ilmiah.

Terakhir dari saya,
Temukan idemu, dan (segera) buat karya tulismu! 😀

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s