Menghafalkan Alquran itu (Tidak) Mudah!

Menambah hafalan dan Mempertahankan hafalan yang sudah ada
Secara teori, seperti itulah proses menghafalkan Alquran.

Teori itu tidak salah memang. Tapi secara praktek, menghafalkan alquran tidaklah sesederhana teorinya. Apalagi jika yang menghafalkan adalah anak pemalas kurang rajin seperti saya. Benar-benar butuh keseriusan stadium 4. πŸ˜€

Kalau memang begitu, kok di toko-toko buku banyak buku berjudul menghafalkan Alquran itu mudah?

Kemungkinannya ada 3,
– Agar Anda sebagai pembaca semakin termotivasi untuk menghafalkan Alquran.
– Agar Anda semakin penasaran dengan isi bukunya.
– Agar Anda tertarik untuk membeli bukunya (namanya juga usaha πŸ˜€ )

Terus, apa sih yang membuat menghafalkan Alquran sulit?
Banyak sih sebenarnya, berikut ini beberapa diantaranya :
1. Menumbuhkan Kecintaan pada Alquran itu Sendiri.
Jujur sampai sekarang saya kadang masih belum mendapat ‘feel’ dari menghafalkan Alquran. Di beberapa kesempatan, saya memang bisa sangat rajin menghafal Alquran. Tapi itu tidak setiap waktu. *buka kartu*

Mengapa sih kok harus cinta?
Karena cinta dapat menghilangkan rasa terbebani ketika melakukan suatu aktivitas. Dan yang lebih penting lagi adalah karena cinta adalah motivasi paling efektif dalam melakukan suatu hal. Bukan begitu sobat? πŸ˜€

2. Manajemen Waktu
Salah satu hal yang paling merisaukan saya sampai saat ini. Dan karena banyaknya aktivitas yang saya lakukan di luar perkuliahan, tidak jarang saya akhirnya pulang ke pondok dalam keadaaan kelelahan. Dan hal ini terbukti sangat mematikan produktivitas dalam menghafal Alquran.

Jadi, buat teman-teman yang berminat menghafalkan Alquran, mulai sekarang biasakan untuk memanajemen waktu Anda sebaik mungkin. Karena terbukti, menghafalkan Alquran itu memang memerlukan banyak waktu.

3. Menjaga Konsistensi
Ini salah satu masalah paling umum bagi para penghafal Alquran. Menghafalkan Alquran itu membutuhkan konsistensi (keistiqomahan).

Karena bagaimanapun kita tidak akan bisa menjaga hafalan yang sudah ada tanpa membacanya setiap hari. Begitupun sebaliknya, kita tidak akan pernah menyelesaikan hafalan Alquran kita jika tidak pernah menambah hafalan Alquran setiap harinya.

Sesuai dengan apa yang pernah saya uraikan dalam postingan saya tempo hari.

4. Menjaga sikap
Salah satu tantangan yang paling berat diantara semuanya.
“Ilmu adalah cahaya”, begitu pesan guru ngaji saya. Dan karena cahaya hanya ada di tempat yang terang. Jadi bisa diambil kesimpulan ilmu itu hanya akan bisa merasuk pada jiwa yang bersih dan jauh dari hal-hal negatif dan tercela.

Jadi, buat sobat-sobat yang mau ataupun sedang menghafalkan Alquran, mulai sekarang dikontrol sebaik-baiknya ya, ucapan dan perbuatannya. πŸ™‚

Saya rasa cukup demikian yang bisa saya uraikan.
Bagaimana? Sudah dapat pencerahan mengapa menghafalkan Alquran itu tidak mudah? πŸ˜€
Tenang, tidak mudah itu bukan berarti tidak mungkin dilakukan kok. πŸ™‚

Terakhir dari saya,
Keep trying, keep believing, and keep praying sobat πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Menghafalkan Alquran itu (Tidak) Mudah!

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s