Waktu Luang, Mutiara yang Sering Terbuang

Setelah melalui hari-hari yang melelahkan. Akhirnya saya dapat pengetahuan baru, “Menulis itu tidak mudah kawan“. Apalagi di sela-sela kepadatan kuliah di penghujung semester seperti saat ini. Kalau kata teman-teman saya, “Jangankan punya waktu luang untuk menulis, bisa tidur jam 12 malam saja sudah Alhamdulillah :D”

Sedikit buka kartu, sebenarnya dari kemarin-kemarin saya sudah menyiapkan sebuah postingan.Tapi karena postingannya berbentuk sebuah cerita, saya putuskan untuk menunda tanggal publishnya. Sekalian nyari inspirasi dan referensi yang terpercaya. 😀

Dan kalau tidak ada halangan yang berarti, insyaAllah bagian pertama dari cerita tersebut akan saya publish setelah saya selesai membaca buku kedua A.Fuadi yang akan terbit tanggal 23 januari ini.

Ok, cukup sekian basa basinya.
Kembali ke masalah waktu luang…

Mengutip kata Mas Alfian, Menteri Ristek BEM ITS : “Waktu luang itu sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah meluangkan waktu.”

Kalau dipikir-pikir memang benar juga sih kata mas Alfian. Mau kita diam pun sebenarnya kita sedang melakukan sebuah aktivitas. Yakni diam itu sendiri. Bukan begitu kawan? 😀

Dan mengutip kata Mas Aris, Presbem ITS periode 2008-2009 ketika mengisi kajian di kampus dengan topik yang sama dengan postingan saya kali ini beberapa waktu yang lalu, “Istilah manajemen waktu itu kurang tepat sebenarnya. Yang lebih tepat sebenarnya adalah manajemen diri.”

“Kalau kita memang benar-benar bisa memanajemen waktu, berarti kita bisa mengatur waktu semau dan sekehendak kita. Padahal kenyataannya kan tidak demikian. Mau sesibuk apapun, kita tidak akan pernah bisa menambah waktu 1 hari menjadi 25 jam. Oleh karenanya, istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah manajemen diri. Karena waktu itu konstan. Jadi, kita lah yang harus bisa menyesuaikan”, ucap Mas Aris meyakinkan.

Terlepas setuju atau tidaknya Anda dengan kedua pendapat di atas, Anda pasti setuju jika saya katakan waktu luang itu berharga. Benar tidak?

Dan kalau memang Anda membenarkan ucapan saya, berarti Anda juga harus percaya kalau hal yang berharga itu sayang untuk disia-siakan. Deal? 😀

Jadi, mulai sekarang manfaatkan waktu luang yang Anda miliki dengan sebaik-baiknya ya. Kan kasihan, kalau sudah capek-capek meluangkan waktu, tetapi malah digunakan untuk hal-hal yang kurang berguna. 🙂

Manfaatkan sehatmu sebelum sakit menemani hari-harimu,
Manfaatkan mudamu sebelum kamu jalani masa tuamu,
Manfaatkan kayamu sebelum miskin menyapamu,
Manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu,
Manfaatkan hidupmu sebelum maut datang menjemputmu.

Seringkali hal-hal berharga itu baru terasa berharga ketika kita tidak lagi memilikinya.

Hanya sebuah catatan untuk diri sendiri. Tokoh “Anda” yang saya maksud di postingan ini adalah saya pribadi

Advertisements

2 thoughts on “Waktu Luang, Mutiara yang Sering Terbuang

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s