Melihat Pengkaderan dari Sisi Berbeda

Pengkaderan, sebuah kata yang seringkali membuat mahasiswa baru keder. Apalagi di ITS, salah satu kampus yang pengkaderannya terkenal paling ‘angker’. πŸ˜€

Topik yang satu ini memang seringkali saya bicarakan dengan teman-teman saya satu kampus. Khususnya jika sudah ketemu Pambudi, anak Akuntansi yang nyasar di dunia biner, Teknik Informatika. πŸ˜€

Kalau dulu waktu masih maba saya seringkali mendengar kalimat “pengkaderan merupakan sebuah proses bla bla bla” dari senior.

Di postingan ini saya akan memaparkan pandangan saya tentang pengkaderan dari perspektif yang berbeda. Mengingat saya memang bukan aktivis pengkaderan.

Kalau menurut saya, pengkaderan itu sebuah kesempatan yang sayang untuk disia-siakan. Mengapa? Karena, masa-masa pengkaderan merupakan masa-masa paling menyenangkan. πŸ˜€

Gak percaya? Ok deh, berikut ini saya berikan alasan mengapa pengkaderan itu menyenangkan :

1. Pengkaderan membuat kita lebih sering kumpul angkatan
Jujur, manfaat ini yang paling banyak saya rasakan selama ikut proses pengkaderan. Ya, meskipun kumpulnya juga terpaksa karena dikasih tugas sama senior. πŸ˜€ (haha)

Dan momen-momen kumpul seperti waktu masih pengkaderan inilah momen yang seringkali saya rindukan ketika memasuki tahun ketiga di dunia perkuliahan.

*Oleh karenanya, saya ucapkan terima kasih kepada mas-mas dan mbak mbak yang sudah susah-susah membuat acara demi mengumpulkan saya dan teman-teman saya satu angkatan. :)*

2. Pengkaderan membuat kita bangun pagi
Kalau untuk yang satu ini nggak bisa ditawar lagi. Karena waktu zaman saya, pengkaderan itu kegiatannya dimulai jam 6 pagi. Jadi, teman-teman saya (Mahasiswa Teknik Informatika ITS 2008, red) waktu itu seringkali mengirimkan sms berjamaah (a.k.a Jarkom) yang berbunyi, “besok, kumpul jam 4 pagi di tempat A, on time!”. (What? gak salah ketik tuh? :D)

Dan meskipun sudah di-sms seperti itu, teman-teman saya pun datangnya pasti di atas jam 5. Karena mereka sadar, mereka hidup di Indonesia. Satu-satunya negara di daerah khatulistiwa yang waktunya telat satu jam lebih daripada di dunia nyata. πŸ˜€

3. Pengkaderan membuat kita lebih sehat
Kalau pada hari-hari biasa, saya cuma makan 1-2 kali sehari. Pada saat pengkaderan, porsi makan saya meningkat, jadi 3 kali sehari. πŸ™‚ (lumayanlah, dapat makan gratis dari senior :D)

4. Pengkaderan membuat kita pintar sisdig
Gimana nggak pintar. Lha wong senamnya (waktu pengkaderan) pakai hitungan biner. πŸ˜€

(*Note : Sisdig = Mata kuliah di semester perdana Teknik Informatika ITS yang mengajarkan logika-logika sederhana, gerbang logika, biner, dan saudara-saudaranya)

Ok, fine, selama pengkaderan, mungkin kita seringkali merasa dikerjain sama senior, merasa diperbudak, merasa tidak dimanusiakan, atau apalah namanya.

Tapi dibalik itu semua, ada banyak hal menarik di saat pengkaderan yang sayang untuk disia-siakan kawan. Anda boleh nggak masuk himpunan. Tapi, jangan Anda sia-siakan kesempatan untuk ikut merasakan atmosfer pengkaderan. (Kapan lagi bisa kumpul 1 angkatan full team kalau gak pas maba?)

Tapi kembali lagi, memutuskan untuk ikut pengkaderan itu semuanya mutlak keputusan kita sebagai mahasiswa. Tapi ingat kawan, setiap keputusan itu memiliki konsekuensi. Jangan sampai keputusan yang kita ambil hari ini membuat kita menyesal di kemudian hari.

Karena saya memang tidak terlalu tahu mendalam tentang proses pengkaderan, saya rasa cukup sekian yang bisa saya ceritakan tentang proses pengkaderan.

Terakhir dari saya, Tetap dijaga ya semangatnya! (pernah mendengar kalimat seperti ini? :D)

Advertisements

2 thoughts on “Melihat Pengkaderan dari Sisi Berbeda

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s