Filter Internet Paling Efektif

Beberapa minggu yang lalu, sebelum masyarakat kita dihebohkan oleh crop circle di sleman dan jogja, sebelum lagu Andai Aku Jadi Gayus jadi lagu paling sering dinyanyikan di Indonesia, twit Pak Tifatul Sembiring sempat menjadi hot topic di televisi, media massa, dan social media di Indonesia.

Di twitter sendiri, bahkan Pak Tif sempat diolok-olok, dicaci, dimaki, bahkan tidak sedikit pula yang mengusulkan agar beliau diganti. (Repot juga kan jadi menteri? :D)

Mengapa sampai bisa seperti itu? Saya sendiri sebenarnya kurang tahu masalahnya. Tapi setelah saya ikuti perkembangannya, ternyata akar permasalahannya adalah 8 permintaan Pak Tif kepada RIM, pemilik merk Blackberry. Yang menurut sebagian pihak ternyata sudah ada beberapa yang dipenuhi jauh sebelum dipaparkannya permintaan Pak Menteri. *Nah lo?*

Meskipun saya sendiri bukan pengguna Blackberry, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Apa itu? Adanya permintaan Pak Tif itu yang menyebutkan “Kalau mau tetap bertahan di sini (Indonesia, red), Blackberry harus mau memblokir konten berbau pornografi”.

Kalau yang satu ini saya sepakat Pak! *Toss*. Pornografi memang salah satu masalah paling utama yang dimiliki bangsa ini. Selain kasus Gayus dan teman-temannya tentunya. πŸ˜€

Dan setelah pihak Blackberry mengiyakan 8 permintaan Pak Menteri, ternyata filter yang digunakan untuk memblokir konten porno adalah Nawala. Huu, Kecewa saya. Lha kok Nawala, Pak? 😦

Apa jangan-jangan Pak Menteri kurang tahu, kalau memblokir internet dengan DNS Filter itu punya banyak sekali celah? Ah, semoga saja tidak.

Berangkat dari kejadian di atas. Saya mengambil kesimpulan bahwa pemerintah sendiri sebenarnya kebingungan bagaimana cara paling efektif untuk membersihkan Internet dari pornografi. Bukannya saya merasa sok pintar atau sok jago. Tapi itulah kenyataannya. Seperti kata para maestro hacking, “Tidak ada yang benar-benar aman di internet, semuanya punya celah.”

Sekali lagi saya tekankan di postingan ini. Internet itu seperti halnya pistol, hanya sebuah alat. Semuanya tergantung pengguna dan pemakainya. Yang oleh sebagian orang disebut, “Man Behind The Gun” πŸ˜€

Sepertinya memang tidak ada filter paling efektif untuk menghindari konten pornografi di dunia maya selain meningkatkan Iman dan Taqwa.

Oleh karenanya, mari senantiasa kita tingkatkan iman dan taqwa kita saudara-saudara. *kok malah khutbah jumat gini sih jadinya?*

Ok deh, sampai di sini dulu ya perjumpaan kita.
Terakhir dari saya,

Selamatkan keluarga kita dari ancaman dunia maya. πŸ™‚

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s