Wawancara dengan Ahsan

Selama ini Ahsan mungkin banyak dikenal oleh publik sebagai sosok yang baik hati, tidak sombong, suka menabung, rajin, dan sebagainya. *dijitak*

Namun, adakah yang pernah memastikan kebenaran semua tentangnya. Apakah Ahsan itu memang seperti yang selama ini orang-orang bicarakan? Ataukah itu semua hanya isapan jempol belaka?

Tanpa membuang waktu lagi, mari kita simak bersama wawancara antara wartawan kita dengannya.

W : Pertanyaan pertama, bagaimana perasaan Anda ketika diumumkan masuk Teknik Informatika ITS?
S : Bangga pastinya. Apalagi saya masuknya lewat jalur SNMPTN. Bangga bukan hanya karena passing grade Teknik Informatika tertinggi di ITS. Tapi lebih dari itu, karena saya masuknya secara jujur (nggak minjam koki joki, dan nggak nyontek, red) 😀

W : Bagaimana kesan pertama Anda ketika menginjakkan kaki Teknik Informatika?
S : Kampusnya bagus. Tapi sayang gersang 😀 (gara-gara gedungnya baru selesai dibangun pada pertengahan tahun 2007)

W : Siapa orang pertama yang Anda kenal di Teknik Informatika?
S : Hmm, siapa ya, lupa saya. Tapi kalau nggak salah sih, Panjar. Tapi dia sudah pindah ke STAN.

W : Kalau boleh tahu, mengapa Anda dulu memilih Teknik Informatika?
S : Wah, pertanyaan sulit nih :D. Sebenarnya saya tidak punya alasan yang jelas mengapa dulu memilih Teknik Informatika. Tapi yang jelas, sejak kecil saya sudah tertarik dengan komputer.

W : Next, bagaimana rasanya kuliah di Teknik Informatika?
S : Nggak sesuai harapan saya yang jelas. Karena ternyata kuliah di Teknik Informatika itu nggak mudah.

W : Memangnya harapan Anda dulu bagaimana?
S : Gini lho Mas, karena saya punya amanah dari orang tua untuk menyelesaikan hafalan Alquran, jadi saya dulu ingin kuliah yang santai gitu. Tapi ya tetap sesuai dengan minat saya. Eh, yang terjadi malah kebalikannya. Makanya sampai sekarang sering ngerasa bersalah sama ortu. *buka kartu :D*

W : Pernah merasa salah pilih jurusan dong kalau gitu?
S : Wah, kalau yang satu ini mah sering Mas. Bahkan, sampai sekarang pun saya masih merasa salah pilih jurusan kok *tertawa bangga*

W : Next one, kuliah di Teknik Informatika sulit gak sih?
S : Kalau dianggap sulit ya sulit, kalau dianggap mudah ya mudah Mas. Satu-satunya yang membuat sulit itu mungkin karena saya belum kenal pemrogaraman sebelumnya. Tapi overall, kuliah di sini (Teknik Informatika, red) itu menyenangkan kok.

W : Letak menyenangkannya dimana?
S : Kalau saya sendiri merasa senang karena saya punya banyak teman-teman yang mengesankan.

W : Teman apa teman? *dengan nada menggoda*
S : Teman mas. Dibilangin kok. Saya ini masih normal Mas. *loh?*

W : Kalau begitu, pertanyaan selanjutnya. Sudah punya gebetan?
S : *Nah lo, pertanyaan apa lagi nih* . Kalau yang itu rahasia perusahaan Mas 😀 , (hahaha). Maaf bercanda. *sambil benerin dasi*. Belum mikirin yang begituan Mas, mikirin kuliah sama hafalan Alquran ini saja sudah nggak kuat Mas. Masa mau ditambah mikirin anaknya orang 😀

W : Kalau TTM gimana Mas?
S : Mas ini lama-lama kayak wartawan infotainment. Pertanyaan gak penting mulu yang ditanyain. Kalau TTM mah ada banyak. *Puas lo? Puas?*

W : Wah, wah, wah, kok malah emosi. Saya kan cuma tanya.
S : Iya mas, tapi masa dari tadi pertanyaannya gitu mulu? Ibu saya saja nggak pernah menginterogasi saya kayak gitu. *manyun mode : activated*

W : Oke deh, ganti topik. Dengar-dengar Mas Ahsan ini naksir adik angkatan? Benar gak?
S : *gimana sih ni wartawan, katanya ganti topik* Nggak benar itu Mas. Kalau adik angkatan ada yang naksir saya itu mungkin baru benar *plak* *LOL*

W : Karena waktu sudah larut malam, mungkin cukup sampai sini dulu ya wawancara kita. Terima kasih banyak mas Ahsan, atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan.
S : Sama-sama mas. Tapi masa cuma ngasih ucapan makasih aja mas?

W : Loh, emangnya mau saya cium? *plak*
S : *Wew* Gak usah deh Mas. Terima kasih. Sering-sering main ke sini ya mas.

W : Iya, saya usahakan. Saya pamit dulu ya, Assalamu’alaikum.
S : Titi Dj Mas, wa’alaikumsalam.wr.wb.

Note : Semua percakapan di atas hanya kisah fiktif belaka. Jika ada kesamaan latar, cerita, tokoh, dan hal-hal yang lainnya. Percayalah sobat, itu semua hanya kebetulan saja. 😀

Advertisements

8 thoughts on “Wawancara dengan Ahsan

  1. haha muales tuenan mas…hehe
    saya kn bukan orang TC yg kemana2 selalu ada internet hahay
    *MBA=manusia banyak alasan….

    mboh mas padahal banyak cerita tapi kok males menuliskannya ckckck

    1. ckckc,
      gak ada hubungannya kali, ngeblog sama jurusan -__-”

      kadang, aku juga ngerasa gitu fa, memang nulis itu gak bisa dipaksakan. Makanya kalau pas lagi mood nulis, ya langsung aja tulis semuanya sebelum lupa 🙂

    1. Ckckck…
      Itu semua gosip fa..

      Makanya ini klarifikasi dari saya, gitu 😀

      Btw, blognya kok gak pernah diapdet lagi fa? 🙂
      Sibuk terus rek saiki ^^

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s