Belajar Mengapresiasi

Entah karena memang sudah pembawaannya sejak lahir, saya merasa orang Indonesia itu jarang sekali bisa mengapresiasi orang lain.

Coba Anda lihat, sudah berapa banyak band di negeri ini yang dicap sebagai band penjiplak, band alay, band maho, band nggak bermutu, atau apalah istilahnya. Yang jelas sudah sangat banyak band-band lokal yang mendapat predikat kurang menyenangkan seperti itu.

Itu baru di bidang musik. Belum lagi di bidang yang lainnya.

Anda tahu salingsapa.com? social networking lokal buatan Muhamad Yahya Harlan, siswa SMP dari Bandung, yang sempat menarik perhatian publik?

Coba perhatikan, betapa banyak pihak yang akhirnya mencemooh dan mendeskreditkannya (hanya) karena Yahya tidak memberikan copyright pada jcow, penyedia CMS pembuat situs salingsapa.com tersebut.

Ok lah, saya juga sepakat kalau nggak sepantasnya orang yang hanya mengembangkan dan melakukan kustomisasi mengaku-ngaku sebagai pembuat website secara menyeluruh.

Tapi apa ya nggak ada cara lain untuk mengingatkannya selain mencemooh dan memalukannya di depan umum seperti yang akhir-akhir ini dilakukan oleh sebagian pihak yang merasa punya kemampuan lebih dibading pengembang salingsapa?

Rasanya memang benar pernyataan beberapa narasumber yang hadir dalam acara kickandy ketika mengangkat topik “berjaya di negeri orang” januari lalu. Kultur yang ada di Indonesia memang seringkali membuat kita nggak bisa berkembang. Makanya, nggak mengherankan juga jika ternyata banyak orang-orang hebat dari Indonesia yang memutuskan untuk tinggal negeri demi mendapat perlakuan dan apresiasi yang lebih baik.

Bagaimana mungkin kita bisa membuat website setenar facebook, kalau membuat website yang biasa-biasa saja kita selalu direndahkan, dicemooh, dan dicela?

Bagaimana mungkin kita bisa menjadi penyanyi sefenomenal michael jackson, kalau tiap kali menyanyikan lagu melayu kita dianggap alay dan nggak bermutu?

Kalau memang merasa lebih pantas dan lebih baik dari mereka yang sudah terlanjur terkenal, tolong nggak usah menjelek-jelekkan deh. Buktikan saja kalau Anda memang punya kemampuan melalui karya Anda. Karena itu akan lebih bermartabat dan lebih beradab daripada hanya mencemooh dan mencela.

Sebelum saya akhiri, saya mengajak Anda semua untuk bersama-sama belajar mengapresiasi orang-orang di sekitar kita. Mulai dari hal yang paling sederhana. Dengan mendengarkan dan memperhatikan mereka ketika mereka sedang berbicara.

Karena bagaimanapun apresiasi adalah salah satu motivasi paling efektif yang pernah ada. Selain cinta tentunya. šŸ™‚

Inspired by :

“Satu hal yang jarang dimiliki oleh mahasiswa pada saat ini adalah rasa menghargai orang lain”, pesan Bu Indri, dosen mata kuliah Audit Perangkat Lunak yang merasa miris melihat mahasiswanya banyak yang ngomong sendiri di belakang ketika ada seorang teman yang mempresentasikan tugasnya di depan kelas.

Advertisements

11 thoughts on “Belajar Mengapresiasi

  1. Great site. A lot of helpful information here. I’m sending it to several
    friends ans also sharing in delicious. And certainly,
    thank you for your sweat!

  2. saya jadi ingat materi seminar pak Effendi gazali di scc lt.3 sabtu kemarin.
    Bagaimana pencitraan negatif kinerja oleh media bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat. Ketika media mencitrakan sisi negatif pemerintah tiada henti, maka pola pikir yang terbentuk adalah kita berada disebuah negara gagal.

      1. tema: menyiapkan mahasiswa cerdas dan berwawasan kebangsaan untuk membangun negeri.
        Bukan seminar sih, tapi semacam talk show.
        Entah dalam rangka apa, aku pisan ga ngerti. Yang jelas ada pak pres.BEM ITS sebagai moderator diskusi dan Pak Effendi serta pak suwoko (dosen unair) sebagai pemateri.

        Keren lah Diskusi kemarin itu. . . Sayang sekali yang ndak ikut, HEHE šŸ˜€

    1. Keep visiting and leave a comment, Mas šŸ™‚

      Karena kunjungan rutin dan komentar adalah salah satu bentuk apresiasi tertinggi yang bisa diberikan kepada seorang blogger. šŸ˜€

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s