Mengapa Ada Nyamuk?

Nggak terasa sudah 5 hari lebih saya tidak posting di blog saya tercinta ini.

Setelah puas posting tentang Teknik Informatika, SNMPTN, dan teman-temannya, pada kesempatan kali ini saya akan posting tentang nyamuk. πŸ™‚

Semuanya berawal dari status FB teman saya, Radhit (Pakar Bahasa Jawa yang ‘Tersesat’ di Teknik Informatika). πŸ˜€

Karena sudah nggak tahan dengan godaan setan yang terkutuk nyamuk yang telah menginvasi kamarnya. Akhirnya Radhit apdet status FB seperti ini,

“Andaikan dulu Nabi Nuh tidak mengikutkan pasangan Spesies Nyamuk ke dalam Kapal/Bahtera rombongannya, mungkin gak akan ada lagi nyamuk yang berngiang-ngiang di malam hari T.T”

Tidak lama kemudian, muncullah komentar ngaco dari Baim.

“Nyamuk ada agar drakula sadar bahwa dia belum ada apa-apanya kalau dibandingkan nyamuk.”

Setelah saya tunggu lama, ternyata hanya Baim yang memberi komentar di status tersebut.

 

Sangat disayangkan memang. Status yang cukup menarik seperti itu hanya punya seorang komentator. Sepertinya lain kali Radhit harus menambahkan kalimat, komentar yang kamu dapat langsung saya kirim lewat hape saya lho seperti yang sering diucapkan oleh artis di tivi-tivi biar statusnya banyak yang memberi komentar. πŸ˜€

 

Dan meskipun saya sendiri sempat merasa galau kebingungan. Akhirnya saya punya pendapat sendiri mengapa kok sampai ada makhluk yang bernama nyamuk. Inilah pendapat saya.

Suatu ketika, ada seekor nyamuk terlihat begitu lemah. Padahal di sekitarnya banyak sekali orang berlalu lalang silih berganti. Maklum, namanya juga di stasiun kereta api. πŸ™‚

β€œHai nyamuk, mengapa engkau lemah?”
β€œSaya lapar. Sudah lama belum makanβ€œ, jawab sang nyamuk.
β€œHah? Bukankah disekitarmu banyak manusia? Apakah engkau tak bisa menggigit lagi?”
β€œAku bisa menggigit kok, tapi aku nggak bisa menggigit orang-orang iniβ€œ
β€œKenapa, wahai nyamuk?”
β€œKarena mereka adalah orang-orang yang mendapat nafkah dari cara yang tidak halal. Dan aku takut makanan mereka itu menjadi bagian dari dirikuβ€œ

Kalau pendapat saya sih, nyamuk itu ada agar kita bisa belajar darinya πŸ˜€

 

Pernah gak sih kita membayangkan kalau nyamuk yang selama ini selalu kita maki-maik ternyata juga bisa memberikan pelajaran yang sungguh berharga bagi kita?

 

Ok, itu tadi sedikit kisah tentang nyamuk yang bisa saya sampaikan.

Pertanyaannya sekarang, kalau menurut pendapat teman-teman sendiri, mengapa kok ada makhluk yang bernama nyamuk? πŸ™‚

inspired by : postingan pak budi rahardjo

Advertisements

14 thoughts on “Mengapa Ada Nyamuk?

  1. Apapun ceritanya dan apapun makanannya, yang jelas ketika menulis komentar ini nyamuk-nyamuk ini masih tetap berngiang-ngiang ditelinga saya … T_T

  2. perasaan nyamuk itu makan buah2-an bukan makan darah :p

    Dulu matapelajaran biologi seingat saya nyamuk betina menghisap darah bukan untuk dimakan tetapi untuk perkembangan telur nyamuk.

    Enak klo gtu ad jadi koruptor nda perlu pake lotion sudah tidak digigit nyamuk. :p

    keep posting. saad
    oh ya him q pinjam situs sama emailnya. :p

    1. Kan, yang bikin cerita saya πŸ™‚
      Jadi suka-suka saya dong mau bikin nyamuknya seperti apa πŸ˜€

      Lagian, inti ceritanya itu bukan pada nyamuknya sendiri.
      Tapi pada perilaku nyamuknya yang sangat alim πŸ˜€

      Sampai mangsa pun pilih-pilih

      Intinya, Tuhan tidak akan pernah menciptakan suatu yang sia-sia dan tidak ada gunanya.

  3. sungguh kasihan nyamuk, bahkan organisasi penyayang binatang pun tak ada satupun yang membela nyamuk, bahkan tidak peduli dengan maraknya obat nyamuk yang jelas-jelas dibuat untuk membasmi nyamuk.

    padahal seandainya manusia tahu bagaimana rasanya ditindih oleh gedung 20 lantai, pasti sangat menyakitkan, dan itulah yang dirasakan oleh nyamuk setiap berhasil ditepok oleh manusia.

    menurut saya, lebih bijak memakai lotion anti-nyamuk yang hanya membuat nyamuk tidak tertarik menggigit kita dibandingkan dengan menyemprotkan obat nyamuk yang jelas-jelas bakal membunuh semua nyamuk sekalipun nyamuk itu tidak berniat untuk menggigit kita.

    1. Tumben kamu baik hati im? πŸ˜€ *dilempar monitor*

      Iya juga sih. Kasihan juga ya Nyamuk, sudah susah cari makan, begitu dapat makan, malah dibunuh -__-”

      Makanya, mestinya kita banyak bersyukur karena tidak diciptakan sebagai Nyamuk πŸ™‚

      1. harusnya kita mencari solusi bagaimana supaya nyamuk dan manusia bisa sama2 hidup dalam damai…

        imagine all the mosquitos living live in peace, woohoo…

    1. Setuju Nad πŸ˜€

      Apa jangan-jangan karena Nyamuk di TC sudah banyak mempelajari algoritma ya? *LOL*

      Heh, lapo ae jam segini belum tidur? πŸ™‚

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s