Surat untuk Dikti

Yth.

Kepala Dp2M Dikti

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan penuh hormat,

Perkenalkan, saya Ahsan. Salah seorang mahasiswa tahun ketiga di kampus perjuangan, ITS (Institut Teknologi Surabaya Sepuluh Nopember) Surabaya yang alhamdulillah tahun ini PKM-nya mendapat pendanaan (lagi) oleh Dikti.

Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu para reviewer Dikti yang telah meluangkan waktunya untuk menilai lebih dari 20 ribu proposal PKM non-GT yang telah di-submit oleh seluruh mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Yang termasuk 1122 proposal dari ITS di dalamnya.

Tak lupa, saya juga berterima kasih banyak kepada pemerintah, khususnya Dikti yang telah mau mendanai proposal PKM kami. Sehingga saya dan teman-teman dari ITS berkesempatan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dan berkesempatan untuk mencoba berwirausaha selama masih bertitel sebagai Mahasiswa.

Sebelum masuk kepada pokok permasalah yang ingin saya sampaikan, saya ingin bertanya dulu kepada Bapak dan Ibu para petinggi Dikti.

Kalau boleh tahu, sebenarnya anggaran dana untuk Program Kreativitas Mahasiswa untuk tahun 2011 itu berapa? Apakah ada peningkatan dari tahun sebelumnya?

Saya mewakili teman-teman saya yang berharap banyak usulan PKM-nya bisa mendapat pendanaan secara maksimal merasa telah dikecewakan oleh Dikti. Mengapa? karena usulan dana yang kami ajukan di dalam proposal PKM kami telah mendapat pemotongan yang sangat fantastis. Antara 1-50%.

Mengapa bisa sampai seperti ini? Padahal tahun kemarin, penyusutan dana tidak sampai separah tahun ini. Kalaupun ada penyusutan dana, itu pun jumlahnya tidak sampai lebih dari 20%.

Memang benar, tadi, kami (tim PKM yang didanai dari ITS) memang sempat dikumpulkan dan diberi penjelasan oleh dosen penalaran mengapa hal itu sampai bisa terjadi.

Dalam forum tersebut, para dosen menjelaskan bahwa penyusutan dana yang sangat besar itu dilakukan demi pemerataan dan peningkatan jumlah PKM yang didanai. Dan penyusutan dana secara fantastis ini pula lah salah satu faktor yang menyebabkan PKM yang didanai tahun ini jumlahnya lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

Oke lah, kalau alasannya memang adalah untuk pemerataan dan peningkatan jumlah PKM yang didanai saya bisa menerima dan memakluminya.

Satu hal yang masih mengusik pikiran saya adalah, mengapa hal tentang pemerataan ini tidak dijelaskan sebelumnya ketika proposal belum dikirim ke Dikti?

Padahal jika informasi diberikan sebelumnya, pasti tidak akan banyak pihak-pihak yang merasa dirugikan dan merasa sakit hati seperti yang terjadi sekarang ini. Apalagi di dalam panduan PKM tahun 2010 yang telah direvisi telah disebutkan bahwa masing-masing proposal bisa mengajukan dana sampai sejumlah 10 juta rupiah.

Saya memang bukan salah seorang yang merasa sakit hati. Karena saya hanya mendapat penyusutan dana yang tidak seberapa. Dari yang semula 5.9 juta menjadi 5.85 juta.

Tapi ketika saya melihat banyak diantara teman saya yang di proposal mengajukan dana lebih dari 9 juta hanya mendapat dana dari Dikti sebanyak 5.85 juta. Saya merasa sangat iba.

Khususnya kepada teman-teman yang mengajukan PKMM dan PKMT. Karena saya yakin, dua bidang PKM itu memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi dua bidang tersebut pada pelaksanaannya juga banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bersyukur kami tadi mendapat sedikit motivasi tambahan dari tim penalaran ITS.

“Terbatasnya dana bukanlah penghambat aktivitas. Tapi penumbuh kreativitas”, kurang lebih begitu pesan tim penalaran ITS kepada kami.

Saya hanya merasa khawatir semua niat baik teman-teman yang ingin mengabdikan diri kepada masyarakat, yang ingin menerapkan teknologi tepat guna, yang ingin melakukan penelitian, dan yang ingin mengurangi pengangguran, akan menjadi kurang maksimal karena terbatasnya biaya yang tersedia.

Karena bagaimanapun, muara dari Program Kreativitas Mahasiswa adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dan itu semua tidak akan pernah terpenuhi jika kita setengah hati dalam mengerjakannya.

Kami sadar, penyusutan dana ini tidak sepenuhnya salah Dikti. Karena pada kenyataannya, memang ada beberapa proposal yang mencantumkan dana-dana yang tidak diperbolehkan seperti halnya honoranium, investasi, dan lain sebagainya.

Saya hanya mohon hal-hal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Lebih baik diinformasikan sejak awal kalau dana maksimal yang diperbolehkan dalam pengajuan proposal PKM adalah 7 juta tapi nyatanya memang didanai 7 juta. Daripada diperbolehkan mengajukan dana sebanyak 10 juta tapi hanya hanya didanai 6 juta. Karena hal seperti itu akan membuat sakit hati dan kecewa.

Terakhir, saya mohon doa kepada Anda semua, semoga kami bisa menjalankan PKM kami dengan sebaik-baiknya. Karena bagaimanapun, sebagai seorang manusia, kita hanya bisa berencana, berusaha, dan berdoa. Urusan hasilnya itu semua adalah ketentuan dan keputusan-Nya.

 

Demikian yang bisa saya sampaikan.

Jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

 

Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Hormat Saya,

Ahsan 🙂

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s