Menjaga Konsistensi Nge-Blog

Seperti halnya yang dulu pernah saya ungkapkan di salah satu postingan di blog ini, selalu saja ada alasan untuk berhenti nge-blog. Entah itu karena tugas kuliah semakin banyak yang terlantar, entah karena postingan tidak pernah ada yang memberi komentar, entah karena tidak ada hal yang menarik untuk dibagi, entah karena tidak ada inspirasi, entah karena hilang motivasi. Selalu saja ada alasan untuk hiatus dan berhenti.

Nge-blog itu memang seperti halnya hobi-hobi yang lain, tidak semua orang merasa nyaman untuk terus-terusan berbagi. Bisa jadi, di suatu titik, blog terasa membebani. Oleh karenanya tidak jarang pula, di tengah perjalanannya, banyak kita temukan blog yang akhirnya mati terkapar ditinggal pemiliknya.

Kalau kalian pernah mengalami hal seperti itu, jangan cemas, kawan. Semua blogger juga pernah mengalaminya kok.

 

Jangankan blogger, programmer aja kadang merasa bosan kok dengan pekerjaannya sebagai programmer. πŸ™‚

 

Kalau kalian sedang mengelola blog dan merasa tidak punya hal-hal menarik lagi untuk dibagi, berikut ini ada beberapa tips mempertahankan konsistensi nge-blog yang bisa kalian coba :

  1. Jadilah diri sendiri. Maksudnya jadi diri sendiri di sini adalah jangan paksakan diri kalian untuk menulis hal-hal yang tidak kalian minati atau tidak kalian sukai. Karena itu akan membuat kalian merasa terbebani. Tuliskan saja hal-hal yang kalian sukai. Karena itu akan membuat kalian merasa bebas dan tidak terbebani.
  2. Setiap kali ada ide, catat idenya sesegera mungkin, meskipun tidak sedang di depan komputer. Tuliskan ide tersebut di hp atau di buku catatan. Intinya, jangan biarkan ide itu hilang sebelum berkembang.
  3. Bacalah kembali tulisan-tulisan lama kalian. Siapa tahu ada ide untuk menulis hal yang sama tetapi dengan redaksi yang berbeda dan lebih menarik dari yang pernah ada.
  4. Perbanyak mendengar dan membaca. Dengarkan apa yang orang lain sampaikan dalam percakapan, ingat-ingat apa saja hal menarik yang sedang dibicarakan. Baca-baca media massa, blog orang, atau bisa juga note FB, status FB, dan celetukan yang tersebar di twitter. Semakin banyak yang kita ketahui, semakin banyak yang bisa kita bagi.
  5. Biasakan untuk berbagi apa yang pernah kita tulis di blog. Baik itu melalui facebook, twitter, ataupun melalui media yang lain. Semakin sering kita berbagi, semakin besar kemungkinan blog kita untuk dikunjungi dan dikomentari.
  6. Perbanyak silaturahmi, karena silaturrahmi itu bisa memanjangkan umur dan menambah rezeki. Coba datang di acar kopdar (kopi darat, red) atau sesekali coba berkunjung ke blog teman-teman kalian ataupun ke blog-blog orang yang belum pernah kalian kenal sebelumnya. Jangan lupa tinggalkan jejak (baca : komentar) setiap kali berkunjung ke blog orang lain. Seperti kata Om Isaac Newton, Reaksi itu ada karena ada Aksi. Jadi, kalau blog kita mau dikenal, kita juga harus mau mengenal blog orang lain dong.
  7. Paksakan untuk menulis. Terkadang yang membuat kita malas nge-blog adalah karena kita sudah terlalu nyaman dengan state dimana kita berada. Khususnya state pada saat kita sudah tidak pernah menulis untuk waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan kita tidak mau beranjak dari sana. Padahal tidak jarang kenyamanan itu akan menghambat perkembangan kita. Seperti kata Mas Yaumil (Planologi ITS, 2006) kepada dekNada, “Kita akan semakin cepat menjadi dewasa di lingkungan yang tidak nyaman bagi kita“. Oleh karenanya, jika kita ingin konsisten untuk nge-blog ya mau tidak mau kita harus memaksakan diri kita untuk tetap menulis dan berbagi. Meskipun terkadang itu tidak nyaman di hati. Bukan begitu, kawan? πŸ˜€

 

Saya rasa cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa menjadi masukan buat kawan-kawan yang selama ini merasa kesulitan untuk menjaga konsistensi nge-blog.

 

Untuk membuat blog, kita butuh kemampuan. Untuk menjaga konsistensi nge-blog, kita butuh kemauan.

 

Semangat Malam!

Semoga hari-harimu senantiasa bermanfaat dan menyenangkan, kawan. πŸ™‚

– Sumber bacaan utama : Buku panduan nge-blog karangan Nonadita

Advertisements

4 thoughts on “Menjaga Konsistensi Nge-Blog

  1. saya pikir, fluktuatif itu manusiawi. saya juga pernah hiatus lebih dari 3 bulan dari blog gara2 persiapan ujian SMA dulu.

    ada banyak bloger teman saya yang sekarang hilang tanpa status entah kemana, padahal blog mereka tergolong blog yang ramai pengunjung lho… setelah saya tanya ternyata kebanyakan dari mereka hiatus karena alasan kesibukan.

    ada juga bloger sibuk tapi masih aktif nulis. misalnya mbak Imelda (imelda.coutrier.com) beliau ini ibu rumah tangga sekaligus dosen, tapi aktif banget nulisnya…

    terkadang sibuk bukan satu-satunya alasan, semua kambali ke personalmasing-masing bloger.

    satu hal yang saya yakini,kalau berbagi itu tak pernah rugi. meski saya sendiri tidak bisa memprediksi sampai kapan bisa bertahan ngisi tulisan di tempat virtual seperti ini. hehe

    ganbatte kudasai!
    :mrgreen:

    1. Wah, masternya datang πŸ™‚

      Memang sih, banyak sekali alasan untuk meninggalkan blog. Apalagi kalau kesibukan di dunia nyata sudah semakin menggila.

      Ya, semoga saja kita diberi kelapangan agar tetap bisa berbagi. Tidak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. πŸ™‚

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s