Malu

Memang benar, terkadang saya merasa malu. Bahkan mungkin sampai hari ini. Malu karena tidak bisa menginspirasi diri saya sendiri untuk lebih semangat. Padahal impian terbesar saya adalah menginspirasi orang-orang di sekitar saya. Coba Anda bayangkan, kira-kira logis nggak sih? Orang yang nggak mampu menginspirasi dirinya sendiri berusaha untuk menginspirasi orang lain?

Dan hari ini, saya malu kepada Adit. Seorang anak kecil yang begitu sabar dalam menjalani hidup.

Saya pertama kali tahu kisah Adit beberapa hari yang lalu dari status Facebook Habib Ali Akbar bin Agil. Salah seorang pengasuh majelis Riyadhul Jannah, Malang. Kalau Anda masih belum tahu seperti apa kisah hidup Adit yang begitu sabar merawat Ibunya yang lumpuh sebagain anggota tubuhnya, silakan klik link di samping ini -> klik.

(*Note : Sebelum nge-klik link di atas, Jangan lupa siap-siap tisu atau sapu tangan ya. Sangat mengharukan soalnya.)

Dan setelah saya baca berita tentang Adit, ternyata masih ada juga anak lain yang kisah hidupnya hampir mirip dengan Adit. Sinar namanya. Siswa kelas 1 SD asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Untuk kisah lengkapnya, silakan berkunjung ke sini -> klik

(*Note : Ingat, sedia tisu sebelum banjir air mata dibuka link-nya!)

Dan hari ini, Baim menunjukkan sebuah kisah yang tidak kalah memilukan dari 2 kisah di atas. Adalah Nenek Minah, seorang yang begitu sabar menjalani hidup dengan tinggal di selokan selama 8 tahun. Terbayang nggak bagaimana susahnya hidup beliau? Coba bayangkan kalau beliau adalah Ibu atau Nenek kita? Bagaimana perasaan kita? Masihkah kita acuh kepadanya?

Kisah hidup Nenek Minah selengkapnya, bisa Anda simak di sini -> klik.

Jadi kepikiran, apa para anggota DPR itu nggak pernah membaca media massa ya? Kok, masih saja punya keinginan untuk membangun gedung DPR di saat banyak rakyatnya masih kesulitan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ya, semoga saja beliau-beliau mengurungkan niatnya untuk membangun gedung DPR yang menurut saya masih sangat amat layak untuk ditempati.

Terakhir, marilah kita berdoa bersama-sama, semoga Adit, Sinar, dan Nenek Minah mendapatkan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

(NB : kalau bisa, jangan hanya bantu doa saja ya, kawan 🙂 )

Selalu syukuri, apa yang kita dapatkan hari ini.

Jangan lupa berbagi, atas apa yang telah kita miliki.

Selamat berakhir pekan, jangan lupa bawa oleh-oleh ya, kalau situ lagi pulang 😀

Advertisements

2 thoughts on “Malu

    1. Setuju. 😀

      inspirasi itu bisa datang kapan saja dan dimana saja.

      semuanya tergantung kita,
      mau menyambutnya ataukah malah mendiamkan dan mengacuhkannya ketika sedang bersua dengannya. 🙂

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s