Wall-E

Bagi para pecinta film animasi, judul postingan saya kali ini tentu tidak asing lagi tentunya. Ya, judul postingan saya kali ini memang meminjam judul salah satu film animasi karya Pixar.

Jujur, saya menyesal baru menonton film yang satu ini beberapa minggu yang lalu. Karena sebelum menontonnya, saya selalu menganggap film ini tidak cukup menarik. Dan semua anggapan miring saya tentang film ini berubah total setelah saya menontonnya. Bahkan sebaliknya, saya merasa film ini adalah film animasi terbaik sepanjang masa. ๐Ÿ˜€ *lebay*

Wall-E dan Eve ๐Ÿ™‚

Photo credits : Sumber gambar

Tidak bisa dipungkiri, saya memang telah melakukan dosa besar karena telah menganggap remeh film karya Pixar. Padahal seperti yang kita tahu, film-film karya Pixar selalu menjadi film yang wajib ada dalam waiting list para pecinta film animasi di seluruh belahan dunia setiap tahunnya.

Dan jauh sebelum Dreamworks muncul dan menjadi pesaing utama, Pixar adalah rumah produksi film animasi paling terkemuka di dunia. Up, Toy Story, Finding Nemo, Ratatouille, Cars, Monster inc, adalah sederet film-film karya Pixar yang tidak diragukan lagi kualitasnya.

Satu hal yang membuat saya suka dengan Pixar adalah idealismenya. Jika Dreamworks memproduksi banyak film animasi setiap tahunnya, Pixar selalu bertahan dengan idealismenya untuk hanya memproduksi 1 film setiap tahunnya. Dan oleh karenanya, film-film karya Pixar biasanya tidak hanya memiliki animasi yang mengagumkan, tapi juga memiliki alur cerita dan penokohan yang sangat kuat.

Up adalah salah satu contoh film Pixar yang sukses mempermainkan emosi para penontonnya. Dengan alur cerita yang sangat kuat ditambah dengan penokohan dan dramatisasi ceritanya yang sangat mengagumkan, tidak mengherankan kalau akhirnya Up mendapatkan penghargaan film animasi terbaik tahun 2009.

Ok, saya akui Up memang pernah menjadi film animasi favorit saya. Tapi itu dulu, sebelum saya mengenal Wall-E. ๐Ÿ˜€

Sekilas mengenai Wall-E.
Wall-E adalah sebuah film yang mengangkat tema cukup unik, yakni kampanye untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan latar cerita di masa depan, dimana di bumi waktu itu tidak lagi kita temui kehidupan. Dan yang tersisa di sana hanyalah Wall-E dan seekor kecoak. ๐Ÿ™‚

Di bagian awal, saya sempat bingung, dan bertanya-tanya, “sebenarnya maunya sutradara ini seperti apa sih? kok aktor filmnya cuma sebuah robot pengolah sampah dan juga seekor kecoak?

Namun perlahan, semua pertanyaan saya mulai memudar satu per satu sejalan dengan munculnya eve (sebuah robot canggih khas masa depan) yang ditugaskan untuk melakukan penelitian apakah di bumi ada tanda-tanda kehidupan. Dan setelah itu, saya mulai menikmati alur film ini.

Meski pada waktu itu saya baru menggunakan subtitle ketika film sudah hampir berakhir, saya tetap bisa leluasa menikmati film ini mulai awal sampai akhir. Karena sang sutradara memang benar-benar menyuguhkan animasi yang luar biasa. Sehingga, meski tanpa subtitle pun ketika menontonnya, kita masih bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh sutradara.

Dan meski tidak ada banyak percakapan di sana, saya merasakan ada dramatisasi cerita yang luar biasa di dalamnya. Adalah kisah asmara 2 buah robot berbeda kasta dan berbeda masa yang menjadi sumber dramatisasi di film ini.

Hal itu bisa kita lihat pada adegan ketika eve sudah menemukan tunas pohon dan akhirnya mengaktifkan fitur autohibernate yang ditanam dalam tubuhnya. Pada saat itu, Wall-E selalu berusaha untuk menghidupkan eve dengan berbagai cara. Mulai dengan dipanaskan di bawah matahari dengan harapan bisa memanfaatkan energi sinar ultraviolet sebagaimana dirinya, dengan memanfaatkan aliran listrik yang ada dalam petir meskipun itu membuatnya tersambar olehnya, dan dengan berbagai cara yang lain namun akhirnya tetap gagal juga. Alhasil, saya pun sempat merasa iba ketika melihatnya ๐Ÿ™‚ *buka kartu*

Setelah itu, konflik dalam film ini mulai memuncak ketika eve dijemput lagi oleh pesawat ulang alik yang mengirimkannya. Dan karena tidak mau tinggal sendirian lagi di bumi, Wall-E pun ikut menyusul eve dengan melompat dan menggantungkan dirinya di badan pesawat.

Mulai scene tersebut sampai bagian akhir film, cerita lebih difokuskan pada usaha Wall-E dalam menyelamatkan eve yang seringkali konyol dan tentunya akan membuat kita tersenyum mesra ketika melihatnya. Apalagi di dalam pesawat ternyata juga ada banyak robot-robot lain yang tidak kalah kocak dan tidak kalah gokil daripada Wall-E. Dan saya jamin, Anda pasti akan lupa kalau punya tugas ataupun masalah ketika menontonnya. ๐Ÿ˜€

Dan selain alur cerita, penokohan, juga animasinya, satu poin lain yang membuat saya suka dengan film ini adalah pesan yang dibawa di dalamnya.

Beberapa pesan moral yang saya dapatkan dalam film ini antara lain :

  1. Cinta itu butuh pembuktian dan pengorbanan. Usaha Wall-E dalam menyelamatkan eve menjadi bukti bahwa cinta itu (kadang) tidak harus diucapkan, tapi harus dibuktikan.
  2. Hal-hal berharga itu baru akan terasa berharga ketika kita tidak lagi memilikinya. Melalui film ini, kita diajak oleh sang sutradara untuk menyadari bahwasanya kelestarian lingkungan adalah hal yang berharga. Oleh karenanya, jangan sampai suatu hari nantiย kita menyesal karena hari ini telah menyia-nyiakan dan tidak memperhatikannya.
  3. Teknologi itu pisau bermata ganda. Seperti halnya alat-alat yang lainnya, pada awalnya teknologi hanyalah alat yang bertujuan untuk memudahkan hidup manusia. Tapi sayangnya, terkadang kita terlalu dilenakan olehnya. Dan dalam film ini, diceritakan bahwa pada masa yang akan datang, semua orang akan berkomunikasi dan berinteraksi melalui dunia maya. Sampai tidak pernah menghiraukan apa yang terjadi di sekelilingnya dan tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya ada banyak orang lain di sekelilingnya. Singkat kata, pada masa itu, semua orang sudah menjadi anti sosialย  dan tidak mengenal siapa yang ada di sekelilingnya. Dan sepertinya, iklan dari Thailand yang satu ini, cukup bisa mewakili apa yang saya maksudkan.

Ya, itu tadi sedikit pelajaran berharga dari film Wall-E. Sebenarnya masih ada banyak pelajaran berharga lainnya. Tapi karena sudah hampir 2 minggu lalu saya menontonnya, jadi sedikit banyak mulai lupa. Jika Anda ingin tahu pesan berharga lain yang bisa kita ambil darinya, silakan Anda tonton sendiri filmnya. ๐Ÿ™‚

Akhir kata,

Jika sebuah film seperti Wall-E saja bisa menginspirasi kita, sebagai manusia, tentunya kita memiliki kapasitas yang lebih darinya untuk bisa menginspirasi teman-teman kita. Karena menginspirasi adalah tugas setiap insan yang telah terinspirasi :mrgreen: *maksa banget quote-nya*

Seringkali hal-hal yang menurut kita berharga, baru akan terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya.Oleh karenanya, cintai dan syukuri apa yang (sudah) kita miliki saat ini.

– PS : Ditulis di sela-sela himpitan tugas yang makin menggila ๐Ÿ™‚ –

Advertisements

2 thoughts on “Wall-E

  1. “Anda pasti akan lupa
    kalau punya tugas ataupun masalah ketika
    menontonnya.”
    gara-gara suku kata “lupa tugas” yang punya kesan menggiurkan itu, saya jadi pingin nonton :mrgreen:

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s