Prioritas Hidup

Karena merasa tidak ada agenda, hari ini saya putuskan untuk tidak kemana-mana. Tidak ke kampus, tidak pulang ke rumah, tidak ke sawah, tidak juga ke rumah tetangga sebelah. Hanya berdiam diri di pondok saja sepanjang hari. Hitung-hitung mengembalikan semangat lagi demi meraih mimpi yang sempat tertunda cukup lama. Sekalin coba merapikan isi laptop juga isi blog yang sudah mulai tak terurus dan acak-acakan ini 😀

Dan ketika saya coba mengecek isi laptop, di sana saya temukan lumayan banyak kisah-kisah inspiratif. Dan sekarang saya tahu, ternyata dulu saya punya hobi semacam ini (mengoleksi kisah-kisah inspiratif dari internet). :mrgreen:

Ok, tidak usah berlama-lama lagi ya. Langsung saja saya tunjukkan salah satu diantaranya. Semoga bisa menjadi renungan dan pelajaran buat kita bersama 🙂 *maaf, saya lupa sumbernya dari mana, jadi tidak bisa memberikan link sumber artikelnya.*

Here it is. Check it out :

Suatu ketika, ada dua kekasih, L (perempuan) dan M (laki-laki) tinggal saling berseberangan. Mereka dipisahkan oleh sebuah sungai, yang mengharuskan mereka untuk menggunakan satu-satunya jembatan penyeberangan yang ada disana setiap kali mereka ingin bertemu.

Suatu hari, jembatan tersebut rusak dan hancur, sehingga kedua orang tersebut tidak lagi bisa saling bertemu. Waktu terus berjalan dengan kondisi seperti itu, sampai suatu kali L merasa sangat rindu dan ingin bertemu dengan M..

Dengan rusaknya jembatan, muncullah sebuah bisnis baru, bisnis penyeberangan dengan menggunakan perahu. Dan ada 2 orang laki-laki yang menjalani bisnis penyeberangan tersebut, masing-masing bernama C dan S.

Dan suatu ketika, L mendatangi C
L: “Bisa Anda tolong seberangkan saya?”
C: “Bisa, asal Anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas”
L: “Saya tidak punya uang sebanyak itu.”
C: “Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu”
L: “Tolonglah Pak, saya sangat butuh diseberangkan.”
C: “Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan bisnis saja. Dan saya juga punya kebutuhan untuk menghidupi keluarga saya.”

Dengan sedih, L meninggalkan C kemudian ganti mendatangi S

L: “Bisa Anda tolong seberangkan saya?”
S: “Bisa, asal Anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas”
L: “Saya tidak punya uang sebanyak itu.”
S: “Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu”
L: “Tolonglah Pak, saya sangat butuh diseberangkan.”
S: “Hm.. Mungkin saya bisa membantu. Asalkan Nona mau menemani saya malam ini”
L: (termenung agak lama) “Apakah tidak ada pilihan lain?”
S: “Maaf, Nona bayar saya dengan uang, atau dengan bermalam dengan saya, hanya itu pilihan Nona.”

Karena rindu yang teramat dalam terhadap M, maka kemudian dengan berat hati L menyetujui persyaratan S untuk bermalam bersama.

Keesokan harinya, akhirnya L bisa bertemu dengan M. Mereka berdua sangat bahagia dan saling melepas rindu bersama. Namun setelah berhari-hari kemudian M akhirnya tidak tahan untuk menanyakan bagaimana cara L bisa menyeberangi sungai sementara jembatan masih belum diperbaiki dan harga sewa perahu sangatlah mahal. L menceritakan semuanya tanpa ada yang disembunyikan, bahwa akhirnya ia setuju untuk bermalam dengan S hanya demi usahanya untu bertemu dengan M terlaksana, karena dia tidak punya uang sebanyak itu untuk menyeberang.

Mendengar pengakuan L yang apa adanya dan jujur tersebut, M sangat marah dan tersinggung. M tidak bisa terima penjelasan dari L bahwa semua yang dilakukan L itu adalah semata-mata karena cintanya terhadap M. M menganggap penjelasan L hanya alasan semata dan tidak bisa ditolerir, sehingga secara sepihak lalu M memutusakan L dan menyuruh L untuk melupakan hubungan mereka dan pergi meninggalkan M.

Dengan hati hancur, L pergi meninggalkan M. Tidak diceritakan bagaimana caranya, tapi akhirnya L berhasil menyeberangi sungai dan kembali. Sekembalinya L menemui H, Seorang laki-laki yang menjadi sahabatnya sejak lama. H juga mengenal M dengan baik, sehingga L dapat mencurahkan seluruh isi hati dan kesedihannya kepada H. H dengan bijaksana kemudian menenangkan L, dan meyakinkan L bahwa apapun yang L buat sudah maksimal, dan bahwa L tidak dapat selalu memaksakan apa yang diinginkan menjadi kenyataan.

Hari demi hari berlalu, hubungan L dan H semakin akrab, dan akhirnya mereka Justru menjadi sepasang kekasih yang kemudian dalam selang waktu tidak lama keduanya melangsungkan pernikahan.

 

Dan tugas Anda sekarang adalah :

Dari ke-5 karakter diatas (M,C,H,L dan S), urutkanlah prioritas Anda terhadap karakter yang paling Anda sukai sampai pada karakter yang paling Anda tidak sukai.
1. … (paling disukai)
2. …
3. …
4. …
5. … (paling tidak disukai)

Tulislah hasilnya di kertas, lalu lihat hasilnya berikut ini:
Sebelumnya, Anda benar-benar sudah mengurutkan karakter-karakter tersebut sesuai permintaan, kan? 😀

Berikut ini adalah interpretasi dari tiap-tiap karakter yang diwakilkan:

M — Moral
C — Career / Money
L — Love
H — Home
S — Sex

Setelah Anda mengetahui arti masing-masing dari karakter tersebut, maka Anda bisa melihat prioritas Anda dalam hidup berdasarkan jawaban yang telah Anda susun sebelumnya. 🙂

Kisah di atas hanyalah sebuah game sederhana buatan manusia. Yang bisa benar dan juga bisa salah. Intinya, hidup itu pilihan. Dan pilihan itulah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Terakhir dari saya,
Selamat menikmati akhir bulan Mei, kawan. 🙂

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s