Ternak Teri : Sebuah Profesi Idaman

Kalau dulu waktu kecil saya pernah punya impian untuk jadi seorang guru, jadi seorang psikolog, jadi seorang ahli komputer, jadi seorang ilmuwan, dan lain sebagainya. Sekarang profesi impian saya bertambah satu lagi. Apa itu? Ternak Teri 😀

Loh kok bisa? Emangnya apa enaknya ternak teri?

 

Hehe, belum tahu ya, ternak teri itu menyenangkan lho. Karena dengan ternak teri, kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga.

Asal Anda tahu, ternak teri yang saya maksud di sini bukan sembarang ternak teri. Karena ternak teri di sini benar-benar membutuhkan usaha yang lebih dari biasanya. Karena ternak teri ini hanya bisa dilakukan ketika kita sudah punya usaha yang mapan. Sehingga kita tidak lagi menggantungkan mata pencaharian pada orang lain.

Dan ternak teri yang saya maksud di sini bukan memelihara ikan teri lho ya. Karena meski saya suka kucing, bukan berarti dengan itu saya juga punya hobi makan memelihara ikan. 😀

Ternak teri yang saya maksud di sini adalah nganter anak nganter istri. :mrgreen:

 

Hehe, dan saya yakin ternak teri merupakan profesi idaman setiap para suami. Siapa sih di dunia ini yang nggak ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya? Betul nggak? 😀

Istilah ternak teri ini saya dapatkan ketika saya mengikuti seminar Strategi Marketing yang diadakan oleh teman-teman KSE ITS.  Meski seminarnya cukup murah meriah, sangat disayangkan peminatnya sangat sedikit sekali. Padahal hanya dengan membayar Rp.5000,- kita sudah bisa dapat materi, kenalan, pengalaman, snack, dan juga makan siang. Sangat ekonomis sekali bukan? 😀

 

Ya, meski peserta seminarnya tidak banyak, acara kemarin sangat menarik menurut saya. Karena di sana kita bisa bertatap muka langsung dengan para entrepreneur yang sudah mulai menuai kesuksesan. Diantaranya Pak Didiek Agus Harijanto, (pemilik Raff clothing dan juga mentor Komunitas Mahasiswa Memulai Bisnis), Pak Salim Suharis (Pemilik Saung Jamur), dan juga Mas siapa ya namanya, *mikir* *beberapa menit kemudian* maaf saya lupa namanya.  Tapi yang jelas, masnya itu yang punya usaha brosur kilat. 🙂

Sangat disayangkan, anak ITS sedikit sekali yang mau datang di acara ini. Padahal di waktu yang sama, ada 2 mahasiswi UGM yang ikut acara ini dari awal sampai selesai. Dan jangan tanyakan pada saya apakah alasan mereka datang ke Surabaya memang hanyalah untuk mengikuti acara ini. Karena saya kemarin juga tidak berani sempat kenalan dengan mereka berdua. Kalau kenalan aja belum, masa tiba-tiba tanya “Mbak, no. hpnya berapa?” kurang sopan kan? 😀

Meski saya tidak tahu apa alasan mereka berdua datang ke ITS memang hanya untuk mengikuti acara ini, yang jelas mereka kemarin memang berminat menekuni di dunia bisnis. Karena mereka berdua sudah mulai merintis usaha. Yang satu merintis usaha di bidang fashion (bisnis games gamis) dan yang satunya lagi mulai merintis sebuah usaha penerbitan.

 

Dan yang nggak kalah seru dari itu semua. Dari forum tersebut saya akhirnya tahu kalau Pak Salim Suharis yang punya Saung Jamur ternyata adalah alumni Teknik Informatika ITS 😀

Cukup mengagetkan memang. Seorang lulusan teknik informatika tiba-tiba menekuni dunia bisnis kuliner yang cukup menyimpang jauh dari keilmuan yang dipelajarinya selama kuliah. Tapi setelah ditanya kenapa dulu memilih bisnis kuliner sebagai pilihan, dengan enteng beliau menjawab, “Menjadi lulusan informatika bukan berarti saya gak boleh makan, kan? Dan karena saya juga hobi makan, maka secara nggak langsung saya juga bisa merasakan bagaimana sih makanan yang enak itu. Alasan utama saya menekuni bisnis kuliner sebenarnya adalah karena sejak dulu saya memang ingin mendirikan sebuah restoran. Dan alhamdulillah, sekarang sudah mulai kesampaian.”

 

Dan meski beliau sekarang sedang menekuni bisnis kuliner, bukan berarti dengan itu ilmu yang beliau pelajari selama kuliah sia-sia. Karena menurut beliau, ilmu apapun yang kita dapatkan selama kuliah itu bisa kita implementasikan dalam bisnis yang kita jalankan. Dan sekarang beliau sedang merancang sebuah sistem delivery yang bisa mendeteksi lokasi pemesan secara otomatis. Sehingga, dari lokasi pemesan nanti akan bisa diputuskan, makanan akan diantar dari dapur yang berada di lokasi paling dekat dengan lokasi pemesan. Mengingat dapur saung jamur tersebar di beberapa lokasi di Surabaya.

 

Satu pelajaran berharga lain yang disampaikan oleh Pak Salim adalah “sebagai manusia, kita harus punya niat dan rencana yang jelas”. Misalkan setelah lulus nanti kita memutuskan untuk jadi pegawai dulu selama beberapa tahun baru setelah itu mencoba berwirausaha, jangan sia-siakan masa kerja Anda dengan hanya menjalani rutinitasnya saja. Amati dan pelajari juga apa saja hal yang bisa Anda pelajari di tempat kerja Anda. Mulai dari cara memperlakukan pegawai, cara memanajemen perusahaan, cara memotivasi karyawan, dan lain sebagainya. Karena hal itu akan sangat bermanfaat nantinya jika kita punya impian untuk menjadi seorang pebisnis setelah selesai bekerja di perusahaan tersebut.

 

Terakhir dari saya,

Dokter mungkin profesi paling banyak dicari.

Tapi tetap, Ternak Teri adalah profesi paling menyenangkan hati. 🙂

 

 

Selamat menyambut hari rabu, jangan lupa, selalu doakan ayah dan ibu.

– ITS, 7 Juni 2011 –

Advertisements

14 thoughts on “Ternak Teri : Sebuah Profesi Idaman

  1. Hahaha,
    judulnya keren. Saya pikir ternak teri beneran 😀
    padahal saya antusias baca….. pingin tau gimana caranya ternak ikan teri ala mahasiswa TC.
    Eh, lha kok . . . . .
    Tambah pinter ae sampeyan.. *gak pinter gak mlebu ITS* :mrgreen:

    **
    KSE ? Wah, publikasinya kurang mungkin. Aku gak ngerti ada acara macam itu. . .

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s