Restorasi Cinta!

Meski banyak sekali kesan-kesan menyenangkan selama 1 semester ini. Saya akui, semester ini adalah semester yang paling parah yang pernah saya jalani selama saya jadi mahasiswa.

Menyesal? Pastinya. Tapi apalah arti sebuah penyesalan jika hanya diucapkan di lisan saja. Karena bagi saya, penyesalan itu seperti halnya cinta, sama-sama harus dibuktikan dengan perbuatan.

Bicara soal cinta, ada apa sih dengan cinta? kok tiba-tiba saya bikin postingan dengan judul galau begini?

 

Akhir-akhir ini saya memang sering ngerasa gemes setiap kali mendengar kata cinta. #eh

Tapi tenang, saya masih single kok, belum jadi album. :mrgreen: *emangnya lagu?*

Karena itu, saya ucapkan selamat buat kalian yang naksir saya, karena i’m (still) single and i’m very happy 🙂 #abaikan *beuh, postingan macam apa ini?*

 

Menyambung 2 paragraf awal tadi…

Meski pada akhirnya, saya selalu menganggap nilai hanya sebagai bonus bagi sebuah usaha, saya akui, selama ini saya memang sering bermalas-malasan ketika menjalani kuliah. Oleh karenanya, sampai saat ini, torehan IP terbaik saya selama 1 semester hanya 3.5 dan tidak pernah lebih dari itu. Padahal jika mau bersungguh-sungguh saya yakin saya bisa dan pantas untuk mendapatkan nilai lebih dari itu.

Oleh karenanya, saya sekarang ingin mengembalikan semua cinta yang dulu pernah saya miliki. Mulai dari cinta pada keluarga, cinta pada pendidikan, cinta berbagi, dan cinta-cinta lainnya. Karena saya merasa selama kuliah ini, saya belum pernah benar-benar mencintai apa yang saya lakukan.

 

Restorasi cinta, begitulah jargon yang digunakan Mas Yaumil ketika orasi pemira ITS setahun yang lalu. Sampai sekarang saya masih takjub dan kagum dengan jargon yang satu ini. Apalagi di saat-saat ini. Di saat saya berusaha mengembalikan semua cinta yang dulu sempat menghiasi hari-hari saya.

Merestorasi cinta. Itulah hal yang ingin saya lakukan sekarang ini. Karena saya yakin. Saya akan mampu berusaha secara maksimal jika saya benar-benar mencintai apa yang saya lakukan.

 

Dengan ilmu, hidup jadi lebih mudah.

Dengan iman, hidup jadi lebih terarah.

Dan dengan cinta, hidup akan jadi lebih indah.

 

Teruntuk semua hati yang pernah dikecewakan ataupun mengecewakan,

Salam restorasi cinta! 🙂

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

“Kok saya sekarang gak bisa serajin di Jepara dulu ya bu?,” tanya saya pada Ibu beberapa waktu yang lalu.

“Pastinya lah, lha wong dulu waktu di Jepara kamu masih belum kenal hp, laptop, dan juga godaan-godaan lainnya. Ditambah lagi saat itu kamu juga belum kenal wanita,” jawab beliau sederhana.

 

 

~ PS : teruntuk Ibu, terima kasih banyak karena telah mengajarkan saya arti cinta yang sebenarnya 🙂 ~

Advertisements

13 thoughts on “Restorasi Cinta!

  1. Pingback: Kisah Semester 6-ku « Bukan (Sekadar) Catatan

    1. Kumlod? Dari awal kuliah saya gak pernah punya impian untuk kumlod mas 🙂

      IP saya yg 3.5 cuma beberapa semester aja kok, Mas.
      Yg lain standar lah. Cukup di atas 3 🙂

    1. Haha, itu hanya berlangsung pada semester-semester tertentu saja, Rin 🙂

      Kalau ngeblog sih, sama seperti internet. Tergantung yang memanfaatkan 🙂

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s