Kesan Pertama ke Kalimantan

Senin, 27 Juni 2011…

Setelah sehari sebelumnya aku berkeliling Surabaya, hari ini aku siap-siap berangkat ‘Mbolang’ ke bumi borneo. Dan untuk itu, tadi malam aku menginap di kontrakan temen biar bisa  berangkat ke bandara bareng-bareng.

Sebenarnya aku agak kurang sreg dengan perjalanan ini. Maklum, di proposal kerja praktek yang aku ajukan beberapa bulan sebelumnya aku hanya ingin mengajukan permohonan kerja praktek selama 1 bulan. Tidak lebih. Tapi sayang, fakta berkata lain. Di surat penerimaan yang terpampang di mading jurusan, aku harus melakukan kerja praktek 2 bulan!. 😯 Oh tidak, bulan Agustus nanti kan sudah masuk ramadhan. 😡

Sebenarnya hal ini masih lebih melegakan hati. Karena bagaimanapun, setidaknya aku sudah mendapatkan kepastian. Jauh lebih baik dibandingkan dengan nasib teman-teman sekomplotanku yang KP-nya belum ada kepastian bagaikan menjalani sebuah hubungan tanpa kejelasan. Terbayang kan betapa menyedihkannya nasib mereka? 🙂

 

Karena menurut cerita teman-temanku yang suka ‘menembak’, digantung itu jauh lebih gak enak daripada ditolak!

 

Oh iya, sekilas info, kalau kuliah di universitas-universitas kita pasti mengenal istilah KKN. Tapi di kampus teknik semacam ITS kita tidak akan pernah beretemu dengan yang namanya KKN. Sebagai gantinya, di sini kita bisa bertemu dengan yang namanya PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut KP (Kerja Praktek) di perusahaan-perusahaan.

 

Kembali ke cerita awal…

 

Setelah malam sebelumnya menginap di kontrakan temen yang ada di daerah Mulyosari Utara, pagi ini aku bersama 2 orang temenku, Rio dan Coco berangkat ke Juanda dengan menyewa taksi. Dan karena seumur-umur baru ini aku naik taksi, kesan pertamaku dengan angkutan yang satu ini adalah, “ternyata enak juga ya naik taksi, meski ada gak enaknya juga sih (baca : argonya mahal)” 😀

Tepat pukul 05.30 aku sudah tiba di bandara Juanda. Dan ternyata pada jam segitu bandara sudah ramai sekali. Mirip suasana pusat perbelanjaan menjelang hari raya. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan suasana masjid di waktu shubuh tentunya.

 

Dan dengan naik pesawat Lion Air jurusan Sepinggan, aku dan 4 orang temanku take off tepat pada pukul 06.20 WIB.

 Loh? Loh? Loh? Bentar, katanya tadi 2 orang? Kok sekarang berfragmentasi jadi 4 orang?

 

Gini, awalnya, aku memang hanya berniat berangkat dengan 2 orang temenku. Karena satu temenku yang lain baru bisa berangkat hari rabu. Sedangkan 2 orang temenku lainnya itu adalah Dyah dan Devina. Awalnya aku gak tahu kalau mereka akan berangkat ke Kaltim pada hari ini juga. Soalnya tempat KP kita memang berbeda. Aku dan 2 orang temenku KP di Perusahaan Batu Bara di daerah Kutai Timur, sedangkan Dyah dan Devina KP di Perusahaan Gas Alam di daerah Bontang. Jadi ya kita nggak berkoordinasi sebelumnya. Eh, tahu-tahu mereka berdua juga berangkat pagi ini. Syukurlah, jadi banyak temennya 🙂

 

Jujur, dari zaman presiden Indonesia masih dijabat oleh Pak Harto sampai presiden Indonesia dijabat 2 kali oleh Pak Susilo Bambang Yudhoyono, baru hari ini aku naik pesawat terbang. Meski sempat takut juga pada awalnya, naik pesawat itu ternyata seperti bermain sepakbola di tengah hujan. Menyenangkan. Apalagi saat pesawat take off dan mulai meninggalkan jalur landasan.

Setelah melintasi pulau Madura dan laut jawa, Alhamdulillah kami semua mendarat dengan selamat di bandara Sepinggan Balikpapan satu jam 15 menit setelahnya. “Ternyata Kalimantan itu panasnya lebih menyengat daripada Surabaya ya,” ucapku dalam hati ketika merasakan sengatan panasnya Kalimantan yang setingkat di atas panasnya Surabaya.

Di bandara sepinggan, kami berlima berpisah lagi menjadi 2 rombongan berbeda dengan tujuan yang berbeda. Dan karena di Kalimantan Timur jarang sekali angkutan umum antar kota, mau tidak mau di sana kita akan dipaksa untuk menggunakan jasa travel yang tarifnya rata-rata selangit jika ingin bepergian lintas kota.

 

Singkat cerita, setelah mabuk darat 2 kali dalam perjalanan darat ekstra berat dari Balikpapan selama hampir 8 jam lebih, saya bertiga akhirnya tiba di Kutai Timur pukul 18.00 WITA. Dan dengan ini, rekor tidak pernah mabuk darat selama 9 tahun milikku terpecahkan sudah. 😡 Dan asal kalian tahu, jalan di sini banyak yang rusak (sangat) parah!  👿

 

Ok, sampai sini dulu ya. Sampai jumpa di kisah perjalanan ke Kaltim saya yang selanjutnya. 🙂

Maaf, kalau bahasa saya agak acak-acakan. Maklum, sudah lama sekali saya tidak bercerita kisah perjalanan. Jadi sempat bingung dan juga mabuk macet di tengah jalan. :mrgreen:

Ditulis di kota perantauan.

Kutai Timur, 2 Juli 2011

Advertisements

4 thoughts on “Kesan Pertama ke Kalimantan

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s