Penasaran

300 tahun silam, Newton pernah mengalami sebuah peristiwa sederhana, kejatuhan buah apel ketika sedang duduk berteduh di bawah pohonnya. Dan tak seorang pun menyangka kalau peristiwa tersebut ternyata jembatan awal bagi Newton untuk menjadi salah satu diantara ilmuwan paling terkemuka di dunia fisika dan matematika. Bahkan ada pula yang menyebutkannya sebagai salah satu diantara 100 orang paling berpengaruh di dunia.

Meski pada pada awal abad ke-20, beberapa teori Newton dibuktikan sudah tidak relevan lagi dengan keadaan aktual sampai akhirnya direvisi oleh teori relativitas Einstein, toh pada kenyataannya hukum-hukum newton masih sering didiskusikan dan masih sering kita temukan di banyak buku pelajaran. Dan itu semakin membuktikan kalau Newton adalah seorang ilmuwan yang posisinya tak tergantikan.

Sampai-sampai orang sehebat Steve Jobs pun mengakui kalau Newton adalah salah satu inspiratornya. Sehingga tanpa ragu-ragu dia pun menggunakan apple yang merupakan sumber inspirasi Newton sebagai nama merk produknya.

Selain Newton, Einstein, dan Steve Jobs, masih ada beribu-ribu ilmuwan dan inventor lain yang tidak kalah hebatnya dengan mereka bertiga. Dan saya melihat ada satu benang merah yang mengaitkan semua ilmuwan di dunia, terlepas dari apapun agama dan bidang keilmuan mereka.

Meski tidak semua ilmuwan mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup mapan. Saya yakin, semua ilmuwan di dunia pasti pernah merasa galau penasaran. Karena menurut saya, penasaran adalah modal awal munculnya sebuah pertanyaan. Dan pertanyaan merupakan inspirasi bagi para ilmuwan untuk melakukan perhitungan demi perhitungan dan juga percobaan demi percobaan.

Seperti halnya para ilmuwan, sebagai seorang manusia yang terlahir dengan tanpa bekal pengetahuan apa-apa,
sebenarnya kita sudah dibekali rasa ingin tahu sebagai solusi atas ketidaktahuan kita. Dan karenanya, sejak kecil selalu ingin mencoba hal-hal baru yang menurut kita menarik. Seperti halnya yang dilakukan oleh anak dalam gambar di bawah ini misalnya :mrgreen:


sumber gambar : fotolutu

Tapi sayangnya, dalam perkembangannya seringkali lingkungan sekitar kita tidak terlalu senang dengan orang yang banyak bertanya. Sehingga, tanpa kita sadari muncullah sebuah pola pikir bahwa siswa yang banyak bertanya adalah siswa yang kurang pintar, bodoh, dan semacamnya. Dan pada akhirnya, ketika kita hadir dalam sebuah forum diskusi maupun seminar, kita jarang angkat bicara meski sebenarnya kita masih menyimpan pertanyaan dan rasa penasaran atas materi yang disampaikan.

Salah satu hal lain yang seringkali menghambat perkembangan rasa ingin tahu adalah kurangnya kepekaan. Karena saya yakin, Newton bukanlah orang pertama yang kejatuah buah apel. Tapi Newton mungkin adalah orang pertama yang bertanya, “mengapa apel ini bisa jatuh?” atau mungkin “apa yang membuat apel ini jatuh?”.

 

Kalau ilmuwan menggunakan rasa penasaran sebagai sumber inspirasinya, lain lagi halnya dengan penulis dan wartawan. Tanpa dibekali rasa penasaran, wartawan hanya akan menghasilkan berita yang biasa saja dan kurang tajam analisanya. Sama halnya penasaran bagi penulis. Karena buku yang tidak memiliki unsur-unsur yang membuat penasaran hanya akan membuat pembacanya bosan dan akhirnya akan membuat pembacanya kehilangan minat baca di tengah jalan karena ceritanya sudah bisa ditebak dan diperkirakan.

 

Sama seperti halnya ilmuwan, penulis, dan wartawan, dalam menjalin sebuah hubungan kita juga butuh rasa penasaran….

 

Konon katanya sih, rasa penasaran adalah unsur yang membuat sebuah hubungan menjadi lebih istimewa dan tidak terlupakan. Buktinya, banyak sekali orang yang merasa masa-masa pendekatan adalah masa-masa terindah dalam menjalin hubungan. Karena pada masa-masa pendekatan, rasa penasaran kita akan si dia cukup tinggi, sehingga kita pun sering mencari-cari tahu apa saja hal yang disukai si dia, apa saja hal yang dibenci si dia, dan apapun mengenai si dia. Sehingga pada waktu pendekatan, kita seringkali berupaya melakukan apa saja hal yang bisa membuatnya bahagia sekaligus berusaha membuat si doi agar tidak membenci kita.

Dan sayangnya, banyak orang tiba-tiba sikapnya berubah ketika sudah menjalin hubungan. Entah mungkin karena sudah merasa memiliki sehingga kita tidak lagi merasa penasaran dengannya. Atau entah karena kita merasa sudah tahu semua hal tentangnya, sehingga membuat kita berhenti mencari tahu dan berhenti belajar lagi tentang si dia.

Yang jelas, banyak orang yang tidak sadar kalau hal seperti ini adalah awal dari gejala hilangnya perhatian kita kepada si dia. Dan akhirnya kita pun seringkali menyalahkan si dia karena banyak berubah dan tidak lagi seperti dulu waktu masih pendekatan. Padahal di saat yang sama, sebenarnya kita pun telah berubah karena tidak lagi mau belajar tentang dirinya.

Dan perlu kalian tahu, tidak selamanya rasa penasaran itu mengajak kepada kebaikan, kawan.
Karena memang ada beberapa rasa penasaran yang harus kita jaga agar tetap menjadi penasaran.
Seperti halnya penasaran akan miras, narkoba, seks bebas, dan teman-temannya.

 

Pada akhirnya, penasaran hanyalah sebuah kendaraan, yang benar dan salahnya bergantung pada yang menggunakan kendaraan…

Itu tadi sedikit kisah tentang penasaran.
Jaga selalu rasa penasaranmu, kawan.

 

Dan sebelum saya akhiri postingan ini, sudahkah Anda merasa penasaran hari ini? πŸ™‚

 

Terinspirasi oleh : Buku The Davinci Code yang baru selesai saya baca kemarin

Advertisements

15 thoughts on “Penasaran

  1. Salam Mas Bro

    Salam kenal nih
    Saat ini kita lagi penasaran gimana rasanya jadi #PengusahayangBerhasil
    Karna pengusaha yang susah udah jalani.

    Terus berusaha jaga rasa penasaran sama ide-ide baru.

    Mauliate
    Makasih

    1. Setahu saya, Al Biruni adalah ilmuwan yang merumuskan berat jenis. Jadi beliau lebih fokus pada bendanya. Daripada pada gravitasinya.

      Sedangkan Newton adalah yang merumuskan hukum Kinematika (Gravitasi). Dan benar adanya kalau penemuan Al Biruni merupakan inspirasi awal munculnya 3 postulat Newton πŸ™‚

  2. da vinci code kereeen.. aku baca itu pas kelas 2 SMP.. :mrgreen:
    penulisnya itu lho, bisa bikin pembaca ngikuti alur imajinasinya dia… dan unpredictable

    tapi aku nggak suka endingnya. berasa ngambang…

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s