Daftar Google+? Buat Apa?

Di saat semua orang penasaran dan ingin bergabung ke dalam google+. Saya malah sebaliknya. Tidak tertarik sama sekali. Satu-satunya alasan saya bergabung cuma karena penasaran dengan fitur-fiturnya. Itu saja. Dan setelah saya diundang oleh salah seorang teman saya, ternyata Google+ gak jauh beda sama Facebook. Satu-satunya fitur Google+ yang menarik menurut saya adalah fitur hangout-nya. Tapi tetap saja. Hal itu tidak membuat saya tertarik untuk berlama-lama membukanya.

Sejak dikenalkan pada Facebook oleh Bu Umi saat kuliah PTI pada akhir tahun 2008 dulu, saya memang sering bereksperimen dengan banyak sekali situs jejaring sosial. Twitter, Koprol, Plurk, Linkedin, Goodreads, Last.fm, Tumblr (ini termasuk gak ya?), adalah beberapa diantara yang sudah saya coba.

Dan dari semua akun yang saya punya, yang paling aktif saya gunakan sekarang hanya ada 3. Facebook, Twitter, dan Goodreads. Selebihnya? saya tidak tahu lagi bagaimana kabar terakhirnya. Semoga saja saya tidak lupa apa username dan passwordnya. πŸ™‚

 

Bagi saya pribadi, Facebook adalah tempat saya untuk berinteraksi dengan orang-orang yang saya kenal di dunia nyata. Twitter adalah tempat saya mencari hiburan, tempat saya mencari inspirasi, dan tempat saya belajar mempromosikan diri. Dan semenjak saya kenal Twitter, saya semakin sadar kalau menjaga konsistensi itu benar-benar gak mudah. πŸ™‚

Sedangkan goodreads sendiri adalah tempat saya hunting calon buku yang akan saya beli ketika berkunjung ke Uranus atau ke Toga Mas. Soalnya berdasarkan pengalaman waktu ke toko buku, saya biasanya sering merasa ingin beli semua buku yang ada sampai lupa kalau uang yang ada cuma pas-pasan saja.

 

Dan karena saya merasa 3 situs tersebut sudah sangat membantu saya dalam menjalani segala aktivitas saya, saya akhirnya jadi skeptis dengan kemunculan jejaring-jejaring sosial yang lainnya. Bahkan, di saat banyak orang memprotes Facebook karena ada event lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad SAW, saya sendiri (meski tidak setuju dengan event tersebut) tidak ikut mencoba millatFacebook yang beberapa tahun silam sempat diisukan bakal menggeser posisi Facebook.

 

Ok, saya akui, pada titik ini, saya memang sudah mulai bosan dengan semua jejaring sosial. Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini saya merasa bosan dengan semua jejaring sosial.

 

Sepertinya saya sedang terjangkiti rindu.

Rindu pada saat saya masih belum kenal internet dan segala hal di dalamnya.

Rindu pada saat hp pun masih belum punya. Padahal saat itu saya sudah kelas 3 SMA.

Rindu pada saat ngobrol berdua. Dengan orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Rindu pada saat teman saya mengingat hari ultah saya, padahal Facebook belum ada.

Rindu pada saat saya bisa ngobrol secara intim tidak melalui dunia maya.

Rindu pada saat teman saya mengunjungi rumah saya.

 

Intinya, saya rindu pada semua keintiman yang pernah saya rasakan di masa lalu.

 

Terakhir dari saya, Berikut ini saya kutipkan sebuah percakapan dalam film He’s Just Not That into You

And I miss the days when you had one phone number and one answering machine and that one answering machine has one cassette tape and that one cassette tape either had a message from a guy or it didn’t.

 

Cheers πŸ™‚

*seseorang yg sudah mulai bosan dengan media sosial*

 

Terinspirasi oleh : Postingan Ndoro Kakung + Postingan Mbak Ririn

Advertisements

11 thoughts on “Daftar Google+? Buat Apa?

  1. Rindu pada saat teman saya mengingat hari ultah saya, padahal Facebook belum ada.

    karena itu lah, saya ngga pasang tanggal lahir di facebook πŸ™‚
    dan memilih mengucapkan doa untuk teman yang sms lewat sms saja, atau telpon sekalian πŸ™‚

  2. Kalau terbiasa dengan status ‘galau’ di Facebook/ Google+/ jejaring sosial/ Forum. biasanya memang menjenuhkan. dan akhirnya….seperti yang Anda bilang…
    membosankan

    Tapi kalau bisa dimanfaatkan dengan baik. Seperti pengembangan bisnis. Peningkatan portofolio dan sebagainya pasti tidak mudah membosankan.

    πŸ˜€

  3. Eh iya, kayaknya lebih seru di Facebook deh πŸ˜€
    Saya juga udah dapat invite join di Google+ pas liat-liat di TKP..saya langsung mikir gini: haduh, masa mesti mulai dari awal lagi, mulai ngumpulin teman-teman lagi..ngatur2 halaman profil lagi..
    Ribet ah!

    Lagian sejumlah besar temanteman saya juga masih asyik di Facebook, akun Google+ saya masih sepi sesepisepinya -__-

    1. Hehe, sepertinya Facebook memang nggak akan berakhir seperti Friendster. Mengingat banyaknya fitur yg dimilikinya πŸ™‚

      Hidup Facebook! :mrgreen: *loh? katanya bosan? gimana sih?*

  4. Semua ada gunanya bila difungsikan secara optimal dan benar,begitu juga jejaring sosial..So,mari kita nikmati aja kemajuan teknologi yang ada πŸ˜€

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s