Lalai

Saya yakin, semua penggila sepakbola pasti sepakat kalau saya menyebut final liga champions 2005 adalah salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah sepakbola. Semua penonton saat itu pasti mengira pertandingan sudah berakhir ketika Milan sudah unggul 3 gol di babak pertama. Apalagi saat itu merupakan masa keemasan Milan bersama Kaka.

Tapi saya akui, Liverpool saat itu memang luar biasa. Berawal dari gol balasan Steven Gerard pada menit 54,Β  6 menit setelahnya, mereka sudah menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Tak pelak, mental pemain Milan runtuh dibuatnya. Gelar juara yang pada babak pertama terlihat sudah begitu dekat di depan mata pun menjadi terlihat kabur lagi di babak kedua. Dan akhirnya Liverpool meraih gelar juara setelah menang adu penalti 3-2.

Begitulah sepakbola. Tidak bisa dipastikan bagaimana hasilnya sebelum wasit meniupkan peluit panjangnya.

Dan tidak hanya di dunia sepakbola. Di arena balap Moto-Gp pun hampir mirip kondisinya. Sebelum melintasi garis akhir, tidak bisa dipastikan siapa juaranya. Buktinya, stoner yang pada seri balap di Sirkuit Sachsenring 2 minggul lalu sudah 90% bisa dipastikan meraih posisi ke-2, pada tikungan terakhir ternyata disalip oleh Lorenzo dengan YZR-nya. Dan Simoncelli yang 95% bisa dipastikan meraih posisi ke-5, pada tikungan terakhir juga disalip oleh Spies sambil memberikan isyarat mengejek kepada Simoncelli yang baru saya dilaluinya. Benar-benar tak terduga.

 

Kalau kita perhatikan, sebenarnya dalam hidup pun demikian. Kita kadang menjadi lupa diri kalau sudah berada di depan. Kita merasa nyaman ketika sudah merasakan kenikmatan. Tidak sadar kalau cepat merasa nyaman adalah kesalahan sampai akhirnya mendapatkan kegagalan dan muncul sebuah penyesalan.

Oleh karenanya, pada akhirnya, hanya orang-orang yang tidak lalai ketika mendapatkan kenikmatan lah yang pada akhirnya akan meraih kesuksesan.

Selamat menunaikan hari jumat, kawan.
Semoga kita bisa jadi pribadi yang tidak lalai ketika mendapatkan kenikmatan. πŸ™‚

 

 

Terinspirasi oleh : Pertandingan Indonesia vs Turkmenistan

Advertisements

2 thoughts on “Lalai

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s