Menikmati Perjalanan

Masih terbayang dengan jelas dalam ingatan saya. Dulu, waktu masih seragam putih abu-abu setia menemani hari-hari saya, saya pernah bermimpi untuk mengelilingi pulau jawa jika sudah jadi mahasiswa.

Meski sampai saat in saya belum bisa mewujudkannya, impian untuk berkeliling pulau jawa itu masih ada di sudut hati saya. Menemani impian-impian saya yang lain dengan setia. Menunggu giliran untuk diperjuangkan oleh pemiliknya.

Bagi sebagian orang, perjalanan adalah sebuah aktivitas yang membosankan. Coba kamu tanyakan pada penduduk Jakarta kalau gak percaya. Seberapa sering mereka menikmati perjalanan mereka di ibu kota. Jarang sekali pastinya. Seandainya pintu kemana saja dijual di ebay, penduduk Jakarta pasti jadi pembeli terbanyaknya.

Saya sendiri memang tidak selalu menikmati perjalanan yang saya lakukan. Tapi setidaknya saya pernah merasakan indahnya sebuah perjalanan.

Pesawat yang Saya Tumpangi Waktu Pulang dari Kalimantan

Terakhir kali saya merasakannya ketika pulang dari Kalimantan. Waktu itu saya pulang sendirian. Dengan naik bus dari Tenggarong menuju bandar udara Sepinggan di Balikpapan. Meninggalkan Kalimantan yang saya tinggali selama hampir 2 bulan.

Kalau disuruh memilih, saya sebenarnya ingin lebih lama lagi tinggal di Kalimantan. Untuk KP? Bukan. Saya hanya ingin menjelajahi tempat-tempat menarik di Kalimantan. 🙂

 

Tapi mengingat saat itu sudah hampir memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, menunda waktu kepulangan sama saja dengan memperparah kondisi keuangan. Karena tiket pesawat pasti jadi 3x lebih mahal dari harga normalnya yang ‘tidak terlalu normal‘ (baca : masih cukup mahal) sih, kalau menurut saya. 😀

Summer Finn dan Tom 🙂

Selama perjalanan pulang, saya merasa waktu itu adalah perjalanan pertama dan terakhir ke saya Kalimantan. Ditambah lagi dengan Lagu OST 500 Days Of Summer yang mengalun pelan. Suasana perpisahan pun semakin terasa begitu nyata dalam benak saya. Membuat saya membayangkan bahwa saat itu saya adalah Tom yang ditinggalkan oleh Summer Finn, gadis pujaannya. Setelah menghabiskan 500 hari bersama. 😦 *jadi pengen nonton film 500 Days of Summer lagi deh 😐*

 

 

Sepanjang perjalanan pulang dari Kalimantan itulah, saya dikenalkan dengan sisi lain dari sebuah perjalanan.

“Perjalanan selalu menyenangkan, dan sebaik-baik perjalanan adalah mudik ke pelukan ibu,” kata @hurufkecil padaku.

 

Bagaimana denganmu? Sudahkah kamu menikmati perjalananmu? 🙂

 

Surabaya, 6 November 2011. Ditulis dengan ditemani alunan lagu Owl City.

Sumber Gambar : Koleksi pribadi dan di sini

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s