Bacaan Bulan November 2011

The Alchemyst

Buku fiksi fantasi pertama yang saya baca sampai selesai. Menceritakan kisah 2 orang ahli alkemi (Nicholas dan Paranelle) yang berjuang menjaga codex (buku sihir yang sudah berusia ribuan tahun) dari ancaman Dr.Dee yang berusaha menggunakannya untuk menghancurkan peradaban manusia.

Selain 3 orang tersebut, beberapa tokoh yang sering muncul dalam buku ini ada Josh (anak muda yang bekerja di toko buku Nicholas) , Sophie (cewek yang bekerja di kedai kopi milik Paranelle), dan Scattach (cewek petarung legendaris yang hidup sejak 2500 tahun yang lalu).

Secara umum, buku ini banyak mengulas perjuangan Nicholas dalam mempertahankan 2 halaman terakhir codex yang sebelumnya dirobek oleh Josh ketika hampir direbut oleh Dr.Dee. Dan dalam perjalanannya, akhirnya diketahui bahwa Josh dan Sophie yang merupakan saudara kembar ini mempunyai aura sihir yang sangat murni. Josh mempunyai aura emas dan Sophie mempunyai aura perak.

Dan sejak saat itu, Nicholas pun sangat yakin bahwa Josh dan Sophie merupakan anak kembar yang diramalkan dalam codex. Yang akhirnya hal itu membuat Nicholas berusaha membangkitkan kekuatan sihir Josh dan Sophie agar bisa membantunya menjaga Codex dari ancaman Dr.Dee dan teman-temannya.

Yang membuat buku ini menarik :

  • Beberapa tokoh utamanya merupakan tokoh yang memang benar-benar nyata dan pernah hidup di masa lalu.
  • Ulasan tentang sejarah dan mitologi lumayan banyak. Meski sebagian besar hanya diulas secara sekilas.
  • Gaya penceritaannya seperti penceritaan kisah thriller. Saya menikmati buku ini seperti saya menikmati buku Da Vinci Code.
  • Alurnya berjalan normal meski sebenarnya cukup lambat. Meski buku ini cukup tebal (hampir 500 halaman), durasi kisah yang berlangsung di dalamnya tidak lebih dari 2 hari. Dan hal ini sukses membuat saya merasa seakan-akan ikut menjalani kisah di dalamnya.

*Rating saya untuk buku ini :

The Magician

Seri kedua dari buku The Alchemyst. Isinya masih sama seperti buku sebelumnya. Menceritakan perjuangan Nicholas bersama Josh, Sophie, dan Scattach dalam menjaga codex dari ancaman Dr.Dee.

Ada beberapa tokoh baru dalam buku ini. Diantaranya Saint German (murid Nicholas), dan Machivialli (rekan Dr.dee).

Singkat cerita, dengan bantuan Gerbang Ley yang memungkinkan seseorang bisa berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat, Nicholas bersama si kembar dan Scattach bisa meloloskan diri dari kejaran Dee menuju Paris.

Dan meski sudah berada di Paris, ternyata mereka masih belum bisa tenang. Karena di Paris ternyata ada Machivialli yang dikenal lebih licik dari Dr.Dee.

Kisahnya hampir sama dengan buku sebelumnya, konfliknya pun hampir sama. Hanya saja, di sini ada sebuah konflik baru ketika Dr.Dee menawarkan bantuan kepada Josh yang ingin kekuatannya dibangkitkan.

Secara umum, penilaian saya untuk buku ini sama dengan seri pertama, seru dan tidak membosankan.

*Rating saya untuk buku ini :

The Journeys

Dari judulnya saja sudah bisa dipastikan kalau buku ini adalah buku tentang perjalanan dan petualangan. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu suka buku-buku perjalanan. Buku selimut debu yang telah saya beli beberapa bulan yang lalu saja sampai saat ini masih saya baca setengahnya. Entah kapan saya akan menyelesaikannya.

Satu-satunya yang membuat saya tertarik beli buku ini mungkin karena beberapa diantara penulisnya saya kenal dan saya follow di twitter.

Oh iya, tadi saya belum cerita ya kalau buku ini adalah semacam buku kompilasi gitu. Jadi, dalam buku ini dimuat banyak kisah perjalanan dari banyak penulis dari bermacam-macam latar kepenulisan. Gitu.

Karena dasarnya memang kurang suka gaya penulisan kisah perjalanan yang terkesan kaku dan begitu-begitu aja, saya pun akhirnya jadi kurang bersemangat membacanya. Dari semua kisah di dalamnya, yang paling saya suka mungkin hanya 2. Yang pertama kisah bang @vabyo (Valiant Budi, penulis Kedai 1001 mimpi) ketika berada di Makkah dan Madinah dan yang kedua adalah kisah bang @radityadika (Raditya Dika, penulis Kambing Jantan) ketika mendapat hadiah summer course di Belanda.

Kalau disuruh memilih mana yang paling menarik diantara keduanya, saya akan memilih yang kedua. Meski sampai saat ini saya belum pernah baca satu pun buku karangan Raditya Dika, harus saya akui, penuturan Raditya Dika paling gak ngebosenin dan paling enak dibaca. Selain karena dari dulu saya memang suka Belanda. Apapun tentang Belanda. Tulip, kincir angin, sepeda, semua hal tentang Belanda saya suka. Kecuali  gaya hidup para penduduknya yang terkenal paling liberal diantara semua negara di Eropa.

Satu hal lain yang membuat saya menjatuhkan pilihan pada kisah Raditya Dika adalah karena ada pesan-pesan menarik di dalam kisahnya. Seperti yang satu ini misalnya, “Seharusnya, semakin tua umur kita, kita tidak semakin ingin mandiri dengan orangtua. Seharusnya, semakin tua umur kita, semakin kita dekat dengan orangtua.

Kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orangtua kita. Kemungkinan yang paling besar adalah orangtua bakalan lebih dulu pergi dari kita. Mereka bakalan meninggalkan kita, sendirian, dan kalau itu sudah terjadi sangat tidak mungkin kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka kembali.

Pendapat singkat saya akan buku ini : Sama seperti hanya kebanyakan buku panduan perjalanan. Kurang menarik jika tidak langsung dipraktekkan. 🙂

*Rating saya untuk buku ini :

Itu tadi beberapa buku yang telah saya baca sampai selesai bulan ini. Semoga bulan depan saya bisa membaca lebih banyak buku lagi. Terima kasih dan terima (hadiah) buku juga sih 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Bacaan Bulan November 2011

    1. Beda genre, jadi gak bisa dibandingin. 🙂

      The Alchemyst ini mirip-mirip Harpot gitu.
      Gaya penceritaannya aja yg mirip-mirip Da Vinci Code.

      Saya sendiri me-rating Da Vinci Code 5 bintang 🙂

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s