Berhenti

Jika perjalanan hidup ini diibaratkan sebuah balapan, sepertinya saat ini sudah waktunya saya harus memasuki pit stop. Ada banyak hal yang harus dievaluasi. Ada banyak hal yang harus dibenahi.

Ini bukan akhir perjalanan, tapi hanya sebuah pos pemberhentian.

 

Mengingat sudah banyak hati yang sudah dikecewakan. Sudah ada banyak waktu dan kesempatan yang  terlewatkan. Sudah ada banyak hal yang melenceng dari tujuan dan harus kembali diluruskan.

 

Tidak, saya tidak berhenti. Saya hanya ingin memastikan, di mana saya sedang berdiri.

Saya sudah hampir masuk semester akhir kuliah (amin), Adik pertama saya sudah mau lulus Aliyah, Adik kedua saya sudah akan masuk Tsanawiyah.

 

Mau kemana setelah lulus kuliah?

Hmm, gak usah terlalu jauh berangan-angan dulu lah. Bisa lulus kuliah saja sudah alhamdulillah.

 

Yang jelas, ada banyak hal yang harus dievaluasi di awal tahun ini. Sebelum semuanya semakin parah dan semakin tidak terarah.

 

Semakin ke sini saya kok merasa postingan ini semakin random saja ya?

Apa jangan-jangan ini cuma perasaan saya saja?

 

Oh iya, saya lupa bilang kalau postingan yang satu ini gak usah dibaca ya?

Ya sudahlah, kalau memang sudah terlanjur baca, sekalian aja, silakan tinggalkan komentar kalian tentang saya. Kritik boleh, masukan boleh, apapun boleh, asalkan jangan minta saya jadi pacar kalian aja. Karena saya belum siap punya pacar soalnya. 😛 #ForeverAlone

 

Surabaya, ditulis bersama rinai hujan dan lagu-lagu Coldpay yang mengalun pelan.

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s