Efek Domino dari Sebuah Perubahan Kecil

Setiap perubahan akan melahirkan perubahan yang lain. Kira-kira begitulah apa yang dimaksudkan oleh Charles Dickens dalam salah satu ucapannya, Change begets change.”

Pernah gak sih kalian merasa telah melakukan begitu banyak kesalahan sampai bingung harus mulai memperbaiki dari mana? Punya banyak masalah itu memang menyusahkan. Apalagi jika masalah tersebut saling berkaitan satu sama lain sehingga menimbulkan banyak masalah lain.

Kalau memang sudah seperti ini terus apa yang harus dilakukan?
Haruskah kita berputus asa dan menyerah pada keadaan?

Kalau saran saya sih, segera alihkan fokus kalian. Jangan melulu lihat masalahnya, fokus kita itu terbatas. Kalau kita terlalu fokus pada masalahnya, bisa jadi kita akan lupa dengan solusi untuk memperbaiki dan menyelesaikannya.

Kalaupun masalahnya sudah terlalu rumit, fokuskan perhatian kita pada satu masalah saja. Kita selesaikan dulu satu per satu. Karena perubahan itu seringkali menghasilkan efek domino yang menyebabkan perubahan-perubahan lain.

Misalkan gini,
Anggap saja kalian punya masalah seperti di bawah ini:

  • Sering sakit-sakitan
  • Tidur larut malam
  • Boros
  • Makan tidak teratur
  • Sering bangun kesiangan
  • Sering telat
  • Nggak sabaran
  • Suka ngebut di jalanan
  • Punya banyak hutang
  • Sering absen

Pertanyaannya sekarang, haruskah kita langsung menyelesaikan semuanya secara bersamaan?
Kalau bisa sih silakan. Tapi saya kok agak kurang yakin ya kalau kita bisa membagi fokus untuk menyelesaikan semuanya secara bersamaan. Daripada susah-susah, mending kita fokuskan perhatian kita untuk menyelesaikan salah satunya saja. Tidur larut malam, misalnya.

Fokuskan perhatian kita untuk menyelesaikan masalah yang satu ini dulu. Setiap harinya, usahakan untuk tidur sebelum jam 12 malam. Singkirkan semua hal yang bisa mengganggu niat tidur di awal waktu kalian. Lakukan ini secara rutin selama 1 minggu. Dan perhatikan, apa saja yang telah berubah dalam diri kalian setelah seminggu melakukannya?

Seringkali kita tidak sadar bahwa sebuah kebiasaan buruk kecil itu bisa menghasilkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang lain. Dan tidak menutup kemungkinan juga, masalah yang saat ini kita rasakan sebagai masalah yang sangat rumit adalah implikasi dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang tadi saya sebutkan.

 

Oleh karenanya, solusi paling mudah untuk menyelesaikan semuanya adalah dengan fokus pada salah satu masalah saja. Karena biasanya masalah itu memang berantai dan saling terkait satu sama lain.

Dengan tidur lebih awal, kita bisa bangun lebih pagi.
Dengan bangun lebih pagi, kita bisa berangkat lebih awal.
Dengan berangkat lebih awal, kita terbebas macet.
Dengan bebas macet, kita jadi tepat waktu sekaligus nggak ngebut lagi di jalan.
Dengan tepat waktu, kita jadi nggak ketinggalan materi kuliah.
Dengan nggak ketinggalan materi kuliah, kita jadi semangat ngerjakan tugas.
Dengan semangat mengerjakan tugas, kita dapat nilai bagus.
Dengan dapat nilai bagus, kita dapat pujian orang tua.
Dengan dapat pujian orang tua, kita jadi semakin semangat kuliah.
Dengan jadi semangat kuliah, kita jadi semakin disiplin.
Dengan semakin disiplin, kita jadi nggak sakit-sakitan.
Dengan nggak sakit-sakitan, kita nggak ngeluarin banyak uang untuk berobat.
Dengan nggak berobat, kita nggak punya banyak hutang.

 

Perubahannya mungkin tidak selalu seperti itu.

Tapi pesan yang ingin saya sampaikan di sini adalah, satu perubahan kecil yang dilakukan secara sungguh-sungguh itu bisa menyelesaikan masalah yang lumayan rumit dan menyusahkan. Itulah efek domino dari sebuah perubahan yang saya maksudkan.

 

Biar kamu nggak ragu lagi, segera lakukan perubahan kecil menuju perbaikan, dan lihatlah hasilnya kawan.

 

*Note : kawan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah saya sendiri.

ilustrasi diambil dari : http://www.yenra.com/domino/links/

Advertisements

2 thoughts on “Efek Domino dari Sebuah Perubahan Kecil

  1. Setuju sekali, perubahan harus dimulai dari yg kecil. Kalau langsung besar agak berat dan membuat kita enggan mencoba dan mengulang kembali. Begitu pula kebisaan buruk, tak terjadi secara tiba-tiba. Kita melakukannya sedikit demia sedikit. Untuk merubahnya ya harus sedikit demi sedikit pula..

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s