Konsistensi

Barcelona adalah tim sepakbola terbaik di dunia. Tidak ada yang menyangkal itu. Real Madrid yang disebut-sebut sebagai tim paling mendekati level permainan Barcelona pun sejauh ini masih kesulitan untuk menang lawan Barcelona.

 

Ok, Barcelona memang yang terbaik. Tapi dalam sebuah kompetisi seperti liga, punya kualitas permainan terbaik saja tidak cukup. Dibutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas permainan di sepanjang perjalanan liga untuk bisa menjadi juara. Dan hal inilah yang tidak dimiliki oleh Barcelona saat ini.

Begitupun halnya di dunia nyata. Punya kemampuan yang hebat saja tidak cukup. Karena seringkali kesuksesan lebih suka menghampiri orang-orang yang mau bersungguh-sungguh berusaha daripada yang cuma menunggu datangnya keajaiban saja.

 

Man jadda wajada. Yang bersungguh-sungguhlah yang akan menemukan kesuksesannya. Begitu pepatah arab pernah berkata.

 

Dunia kuliah pun seperti itu adanya. Mahasiswa yang meraih cum laude mungkin memang bukan orang-orang paling pintar di angkatannya. Tapi saya bisa menjamin bahwa mereka seringkali lebih rajin dibandingkan mahasiswa-mahasiswa lain yang IP-nya dibawah tiga koma lima.

maraton

Cum Laude itu tidak bisa didapat hanya dengan lari sprint selama satu semester saja. Kuliah itu seperti maraton. Dibutuhkan konsistensi untuk bisa menjaga semangat agar bisa tetap rajin selama 7-8 semester. Dan tentu saja itu bukan pekerjaan yang mudah.

 

Ok, saya setuju, nilai memang bukan segalanya. Tapi sampai kapanpun, saya akan selalu menaruh respek pada orang-orang yang bisa konsisten menjaga semangatnya selama 3.5-4 tahun. Itu poin terpentingnya.

 

Semoga kita semua bisa menjaga pribadi-pribadi yang selalu istiqomah dalam kebaikan ya. 🙂

 

Ilustrasi diambil dari : sini

Advertisements

One thought on “Konsistensi

  1. Dear Ping,I miss Taiwan already I think havnig grown up in Canada but have the love for Asia, that is why I chose Taiwan and Taichung in particular during my initial stay. Sapporo would have been my other choice I am on the verge of making a somewhat big decision, I love to create and love food ever since I was a child. I picked playing kitchen over barbie dolls LoL During my time in Taiwan, I had the chance to get back in touch with my creative roots in arts, photography and food. As one of my mentor from Theatre said to me before I left for Taiwan: You are so pregnant with creativity, and you are ready to pop. And I believe in Taiwan is where I pop and now just finding how to nourish it.I am in the midst of thoughts of doing a small startup business in Taiwan hoping to use my love for creativity and food, combined with my versatile background to be able to bring happiness and positivity to people. That is my dream.So, I am on the verge of making a leap into that road of starting something small in Taiwan though it seems to be not as simple for foreigners to start up a business in Taiwan .certain rules that government requires seemed a bit tough to meet for a startup.Thank you Ping for your reply, I always find your replies encouraging and soothing in ways.Please Take Care I am hoping to be back to Taiwan soon.Serena

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s