Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulsel

Sejujurnya, saya tidak tahu banyak hal tentang Sulawesi Selatan. Mungkin itu karena saya belum pernah ke sana. Atau bisa jadi itu karena minimnya informasi tentang provinsi yang satu ini. Beberapa tempat yang saya tahu di provinsi ini antara lain: Bandar Udara Hasanuddin, Pantai Losari, Tanah Toraja, dan Benteng Fort Rotterdam.

  (c) sumber gambar

Sepertinya hanya itu yang saya tahu tentang pesona wisata di Sulawesi Selatan. Dan sebagian besar tempat-tempat yang saya sebutkan tersebut saya tahu dari siaran-siaran di televisi.

Saya sendiri sebenarnya agak kurang yakin kalau hanya itu pesona wisata yang ada Sulawesi Selatan. Saya yakin Sulawesi Selatan ini seperti halnya semua daerah-daerah lain di bagian timur di Indonesia. Kaya akan wisata alam dan pesona budaya.

Dari sini, setidaknya terbesit 2 pertanyaan dalam benak saya:

  • Mengapa obyek wisata di Sulawesi Selatan belum banyak dikenal?
  • Bagaimana cara mengenalkan obyek wisata di Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas?

Kalau dilihat-lihat lagi, sebenarnya tidak hanya Sulawesi Selatan saja yang mengalami hal ini. Hampir semua daerah di Indonesia mengalami hal yang sama. Sejauh ini, saya melihat ada banyak sekali potensi wisata yang masih belum dikelola dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah. Padahal seperti yang kita tahu, potensi wisata di negara ini sangat melimpah ruah. Kalau boleh sedikit berspekulasi. Potensi wisata yang dimiliki bangsa ini mungkin yang terbesar di Asia Tenggara. Atau mungkin juga di Asia. Mengingat banyaknya jumlah pulau, suku, dan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa kita.

Coba bayangkan, jika dalam 1 pulau saja terdapat banyak pantai, berapa banyak pantai yang dimiliki oleh bangsa yang mempunyai lebih dari 17.000 pulau seperti Indonesia ini? Sangat luar biasa banyak bukan? 🙂

Itu baru potensi wisata yang berupa pantai. Belum lagi jika ditambah potensi wisata lain seperti pegunungan, danau, air terjun, hutan lindung, cagar sejarah, dan tentunya wisata budaya.

Sayangnya, pemerintah selama ini masih belum melihat wisata sebagai salah satu komoditi utama bagi devisa negara. Padahal, jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin sektor pariwisata akan menjadi penyumbang terbesar bagi devisa negara.

Kembali soal potensi wisata Sulawesi Selatan.

Saya melihat permasalahan wisata di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan itu hampir sama. Kurang adanya keseriusan dalam pengelolaannya. Kalau Anda masih tidak pecaya, coba perhatikan, seberapa sering Anda melihat sampah-sampah berserakan di lokasi wisata yang ada di Indonesia?

Oleh karenanya, sebelum kita bicara lebih jauh soal promosi wisata, ada baiknya kita bicara pengelolaan wisata dulu saja.

Kalau diibaratkan produk makanan, sebelum kita memikirkan cara menjualnya, ada baiknya kita memikirkan kualitas makanan yang akan kita jual. Baik dari segi rasa, kesehatan, harga, dan lain sebagainya. Bukannya begitu ya?

Wisata itu seperti halnya usaha jasa lainnya. Kekuatan terbesarnya terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan dan kepuasan pelanggan. Maka dari itu, alangkah baiknya jika setiap manajemen pengelola wisata menyusun SOP (Standar Operation Procedure) bagi wisata yang dikelolanya. Karena SOP ini nantinya akan digunakan untuk menjaga kualitas pelayanan pada pengunjung lokasi wisata.

Tentu, untuk bisa memuaskan pelanggan tentu tidak cukup hanya dengan membuat SOP saja. Saya pun sangat yakin kalau hampir semua objek wisata di Indonesia sudah punya peraturan. Hanya saja masih sering kita temui banyak sekali peraturan yang pada akhirnya hanya tetap menjadi peraturan yang tidak pernah dilaksanakan. Oleh karenanya, diperlukan adanya kontrol untuk menjaga pelaksanaan peraturan dan SOP yang telah disusun sebelumnya.

Selain SOP, ada baiknya pihak pengelola wisata juga menyediakan media untuk memberikan kritik dan saran secara langsung di lokasi wisata. Karena dengan begitu, pengunjung bisa lebih leluasa untuk memberikan masukan dan saran apabila ada hal-hal yang dirasa membuat pengunjung merasa kurang nyaman. Untuk medianya bisa berupa papan tulis semacam whiteboard, bisa juga berupa kotak surat yang dilengkapi dengan kertas dan alat tulis, atau bisa juga dengan menyediakan komputer publik yang dilengkapi dengan fasilitas untuk memberikan kritik dan saran secara langsung.

Selain 2 cara di atas, untuk meningkatkan mutu pelayanan, ada baiknya dilakukan studi banding  ke lokasi-lokasi wisata sejenis yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Karena umumnya wisatawan asing mempunyai standar yang cukup tinggi untuk memilih lokasi wisata. Baik itu dari segi fasilitas, kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan yang diberikan.

Selain peningkatan kualitas, satu hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah promosi. Seperti halnya bisnis lainnya, untuk mengenalkan produk berupa obyek wisata pun dibutuhkan promosi.

Inilah yang seringkali menjadi kelemahan kita: kemampuan untuk menjual dan mempromosikan kekayaan wisata yang kita punya. Tidak pernah ada satu pun orang yang meragukan keindahan alam kita. Tapi mengapa sedikit sekali turis mancanegara yang mengunjungi negara kita? Bisa jadi itu karena mereka memang tidak tahu tentangnya.

Hal ini tentu sangat patut disayangkan. Apalagi di era teknologi seperti sekarang ini. Di saat mencari informasi semudah menekan tombol dengan jari-jemari.

Selama ini saya masih belum tahu apakah pemerintah Sulawesi Selatan sudah mengoptimalkan penggunaan internet dalam melakukan promosi wisatanya. Tapi melihat minimnya informasi tentang Sulawesi Selatan di dunia maya, saya rasa hal itu masih belum dilakukan. Dan berikut ini adalah beberapa saran dari saya tentang cara promosi wisata dengan menggunakan internet yang bisa dilakukan oleh pemerintah Sulawesi Selatan:

1. Membuat Website Khusus Tentang Pariwisata di Sulawesi Selatan.

Kalau selama ini, masih sering ditemui adanya kesulitan untuk mengakses informasi tentang obyek pariwisata di Sulawesi Selatan, dengan adanya website ini, diharapkan hal itu tidak akan terjadi lagi. Karena semua informasi tentang obyek wisata di Sulawesi Selatan akan ditampilkan di sana.

Dan tentunya website ini akan lebih menarik lagi jika website ini dilengkapi dengan foto dan video yang diambil secara langsung di lokasi wisata. Untuk itu, sebaiknya pihak pengelola mengajak fotografer profesional untuk mengambil gambar di lokasi wisata. Atau jika tidak, pihak pengelola bisa mengadakan kompetisi foto yang hasilnya nanti akan menjadi pelengkap konten di website tentang pariwisata Sulawesi Selatan.

Selain itu, ada baiknya jika website ini dilengkapi dengan fitur untuk merencakan liburan juga. Dan untuk itu, diperlukan informasi tentang lokasi penginapan, tempat makan, toko oleh-oleh dan cinderamata, beserta kisaran harganya.

2. Bekerja Sama dengan Blogger

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca tulisan trinity, @poconggg, @shitlicous, dan juga @benakribo di blog pribadi mereka tentang pengalaman mereka sewaktu diundang untuk mencoba wahana baru di sebuah wahana permainan di Singapura. Mungkin pemerintah Sulawesi Selatan bisa juga melakukan hal yang sama untuk mempromosikan wisata.

Sama dalam hal ini bukan berarti pemerintah Sulawesi Selatan harus mengundang mereka juga untuk merasakan obyek wisata di Sulawesi Selatan. Tapi yang dimaksud sama dalam hal ini adalah mengajak kerja sama para blogger.

Saya melihat hal ini sudah mulai dilakukan oleh pemerintah Sulawesi Selatan. Hal itu bisa dilihat dalam bentuk kerja sama antara pemerintah dengan komunitas angin mammiri untuk bersama-sama mempromosikan wisata Sulawesi Selatan melalui lomba.

Tapi saya harap pemerintah bisa berbuat lebih dari itu. Karena kegiatan berupa lomba hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

Dan untuk itu, saya menyarankan agar pemerintah Sulawesi Selatan bisa memberikan diskon bagi blogger setiap kali mengunjungi obyek wisata yang ada di Sulawesi Selatan. Dengan catatan, blogger tersebut harus menuliskan dan menceritakan pengalamannya selama mengunjungi obyek wisata tersebut dalam blog yang mereka miliki. Dengan begitu, kedua belah pihak akan merasa sama-sama diuntungkan.

3. Memanfaatkan Situs Jejaring Sosial

Selain membuat website dan menjalin kerja sama dengan blogger, pemerintah Sulawesi Selatan sebaiknya juga membuat official page di Facebook, akun di Twitter, Youtube, dan juga Pinterest.

Facebook nantinya digunakan sebagai media untuk media berbagi informasi berupa foto-foto obyek wisata dan kisaran harganya. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai media menjaring aspirasi masyarakat dan juga tempat kritik dan saran.

Twitter nantinya digunakan sebagai media berbagi informasi secara real-time, seperti: kondisi cuaca di sekitar lokasi wisata, keberadaan diskon, dan semacamnya. Selain itu, keberadaan akun twitter ini bisa juga digunakan sebagai pusat informasi. Jadi, sebisa mungkin orang-orang yang mengurus akun twitter ini nantinya adalah orang-orang yang paham cara memanfaatkan twitter sekaligus tahu banyak hal tentang obyek wisata di Sulawesi Selatan. Karena biasanya, akun-akun semacam ini akan mendapat banyak sekali pertanyaan.

Youtube di sini nantinya akan digunakan sebagai media berbagi dan media promosi. Sebelum video tentang lokasi wisata diunggah ke youtube, akan lebih baik jika video tersebut dilengkapi dengan musik dan animasi-animasi video yang bisa menarik perhatian. Pernah melihat official trailer video dari sebuah film kan? kurang lebih seperti itulah video-video tentang pariwisata seharusnya ditampilkan. Dan untuk itu, dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah Sulawesi Selatan dengan animator-animator video profesional.

Fungsi Pinterest sebagai media promosi hampir sama dengan Youtube. Bedanya, informasi yang ditampilkan di Pinterest berupa foto. Dan mengingat perkembangan pinterest akhir-akhir ini sangat menakjubkan, akan lebih baik jika kita tidak melupakan keberadaan pinterest ini sebagai media promosi yang sangat potensial. Dan untuk itu, perlu dijalin kerja sama dengan para fotografer profesional agar nantinya foto yang ditampilkan lebih menarik dan bisa menarik minat pengguna Pinterest untuk membuktikannya langsung dengan mengunjungi Sulawesi Selatan.

4. Memasang Iklan di Facebook

Selain membuat official page di Facebook, pemerintah Sulawesi Selatan sebaiknya juga memasang iklan di Facebook. Karena dengan begitu, official page Pariwisata Sulawesi Selatan yang ada di Facebook bisa mempunyai banyak pengikut dalam waktu yang cukup singkat.

 

Saya rasa cukup itu saja yang bisa saya sarankan kepada pemerintah Sulawesi Selatan.

Terima kasih. 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulsel

  1. Zakta

    Saya sekarang lagi berada di pacitan. Banyak sekali obyek wisata dipacitan. Tapi belum diketahui banyak orang. Sangat disayangkan bila hal tersebut kurang di ketahui banyak orang.

  2. Iya alam kita cantik, tapi mengapa bisa kalah dari Thailand dalam hal pariwisata yg dikunjungi turis asing. Selain kurang sarana promosi, saya kira juga berkaitan kurangnya infrastruktur. Setelah itu kesiapan kita sebagai anggota masyarakat..

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s