Saya dan Jepang

Halo, mas ahsan. Boleh minta waktunya bentar nggak?
Oh silakan. Jangankan cuma waktu, mbak minta hati aja saya kasih kok. (kemudian hening…….)

Ngomong-ngomong mas ahsan ini suka Jepang ya?
Iya, Mbak. Saya memang suka Jepang. Tapi tenang, saya lebih suka si mbak daripada jepang kok. *plak*

Kenapa sih mas suka Jepang?
Hmm… kenapa ya… coba klik link ini aja deh, Mbak.

Sejak kapan mulai suka sama Jepang, Mas?

Saya sendiri tidak ingat pasti sejak kapan mulai terobsesi dengan Jepang dan segala macam tentangnya. Tapi yang jelas, sejak kecil saya sudah suka sama anime-anime jepang yang disiarkan setiap minggu pagi. Dan kesukaan saya akan anime semakin menjadi ketika saya SMA. Meski sejak SMA saya sudah mulai jarang menonton TV, hampir setiap waktu saya selalu menyewa komik untuk dibawa ke sekolah ataupun untuk dibaca di saat-saat santai sepulang sekolah.

Boleh tahu manga yang pernah mas baca apa aja?
Kalau yang satu ini sih jangan ditanya. Soalnya banyak sekali jumlahnya. Tapi kalau disuruh menyebutkan genre, genre manga favorit saya itu shounen, seperti halnya: One Piece, Naruto, Bleach, Rave, Hunter X Hunter, Yuyu Hakusho, Samurai X, Samurai Deeper Kyo, Shaman King, The Law Of Ueki, Fairy Tail, dan semacamnya. Biasanya manga-manga tersebut saya dapatkan dengan menyewa atau membaca versi softcopy-nya saja. Satu-satunya manga yang saya koleksi hanya One Piece. Itu karena menurut saya, One Piece adalah manga terbaik yang pernah saya baca dan sangat layak untuk dikoleksi.

Waduh, gak nyangka kalau mas ahsan ini maniak komik juga ya ternyata. Ngomong-ngomong, punya buku karangan orang Jepang gak mas?

Ada sih, tapi cuma tiga; 2 seri buku Totto-chan, dan 1 buku berjudul Saga No Gabai Bachan. Dan menurut saya, buku “Totto-chan: gadis cilik di jendela” karangan Tetsuko Kuroyanagi adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Tetsuko Kuroyanagi sangat mengerti anak-anak dan sangat paham bagaimana rasanya menjadi seorang anak.

 

Ok. Pertanyaan selanjutnya. Kalau band Jepang suka nggak mas?

Ada beberapa sih yang saya suka. Sejujurnya, saya sendiri memang tidak seberapa kenal musisi Jepang. Dulu waktu SMA, lagu Jepang yang saya tahu hanya original soundtrack anime saja. Tapi semenjak kuliah, pengetahuan saya tentang musisi Jepang semakin bertambah.  YUI, Stereophony, Asian Kung-Fu Generation, Seamo, Orange Range, Scandal, Depapepe, dan Ikimono Gakari adalah beberapa diantara yang saya tahu. Dan dari semua musisi jepang yang saya kenal, yang paling sering menghiasi playlist pemutar musik saya adalah YUI, Scandal, Depapepe, dan baru-baru ini juga Asian Kung-Fu Generation.

Hmm. Gak ada yang kenal sama sekali saya 😀 Kalau film atau dorama gimana, mas?
Kalau film sih lumayan banyak. Beberapa film jepang yang paling saya ingat antara lain: Tada Kimi Wo Aishiteru (Heavenly Forest), Be With You, Oto Na Ri, April Story, Nobody Knows, Battle Royale, Grave of The Fireflies, 700 Days vs Police, dan Crows Zero. Tapi kalau dorama jepang yang saya tahu sih cuma sedikit. Beberapa dorama jepang yang paling saya ingat antara lain: Boku to Star no 99 Nichi (gara-gara yang jadi pemeran utama adalah Kim Tae Hee), Great Teacher Onizuka (dorama jepang yang paling saya suka), Dragon Zakura, dan sekarang masih separuh jalan nonton Gokusen 1. Semoga suatu saat nanti saya bisa menonton semua dorama yang disebutkan di sini.

Boku No Star 99 Nichi

Pertanyaan terakhir, rencananya kapan akan berkunjung ke jepang?
Saya sih inginnya secepatnya, mbak. Tapi sepertinya itu tidak akan berlangsung dalam waktu dekat. Karena saya masih punya banyak impian yang harus diwujudkan di Indonesia. Lagipula, saya nanti rencananya ingin mencari beasiswa Monbukagakusho dalam bidang teacher training seperti yang dilakukan oleh Mbak Murni Ramli. Karena saya rasa beasiswa tersebut sesuai dengan minat dan impian saya untuk menjadi seorang pendidik.

Berhubung sudah malam, sampai di sini dulu ya mas wawancaranya. Nanti kapan-kapan kita lanjutkan lagi di lain kesempatan kalau memang memungkinkan.
Oke mbak.

Terima kasih banyak ya atas kesediaannya.
Iya, mbak. Sama-sama. Saya juga berterimakasih atas kesediaan sampeyan buat dengerin cerita saya.

Hontoni Arigatou Gozaimasu.
Yoroshiku Onegaishimasu.

Ja Mata.
Ja. (melambaikan tangan..)

Epilog : Sepertinya memang sulit untuk tidak mencintai negara yang satu ini. Hampir semua hal yang ada di Jepang selalu menarik untuk dikagumi. Lebih-lebih jika itu sudah menyangkut budaya dan kemajuan teknologi. Satu-satunya hal yang tidak saya suka dari Jepang mungkin hanya JAV-nya saja.

Gambar diambil dari : sini dan sini

 

NB : Meski keterangan yang disampaikan sesuai dengan fakta yang ada, semua dialog di atas hanyalah kisah fiktif belaka. Buat yang naksir saya, jangan cemburu ya 🙂 😀 😛

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s