Maaf, Telat.

“The awkward moment when you’re waiting for a text but then you realize you’re the one who didn’t reply”

Pernah ngerasain hal tersebut nggak? kalau saya sendiri sih lumayan sering. Entah sudah berapa kali saya sudah menulis balasan sms tapi lupa mengirimnya. Padahal hanya tinggal tekan tombol ‘send’ saja. Ah, manusia memang tempatnya salah dan lupa ya.

Dan beberapa saat yang lalu, ketika saya membuka email saya yang ada di saad.ahyat.hasan@gmail.com, saya merasakan hal yang lebih menyedikan dari itu. Ada beberapa email yang masuk di sana. Beberapa diantaranya tidak seberapa penting. Tapi sayangnya, ada beberapa yang menurut saya lumayan penting. Dan sedihnya, saya sudah lama sekali tidak membuka email saya yang satu itu.

Diantara beberapa email yang masuk, ada beberapa orang siswa SMA yang meminta saran saya terkait ‘memilih jurusan’. Sepertinya mereka pernah baca postingan saya di blog ini. Karena memang hanya di blog ini saya banyak membahas tentang ‘memilih jurusan’.

Untuk Alissa Anggraini, alumni salah satu SMA negeri di Malang, berikut ini jawaban dari apa yang kamu tanyakan via email. Semoga bisa menjawab kebingungan kamu. Meski saya tahu jawaban ini sangat amat telat, setidaknya saya bisa sedikit merasa tenang karena tidak punya ‘hutang’ lagi. Dan yang lebih penting lagi, semoga kamu juga membaca tulisan ini.

Kalau memang kamu jadi memilih teknik informatika, tenang, di sini nanti kamu akan diajar bagaimana caranya membuat program dari dasar, kok. Saran saya kalau kamu memang memilih teknik informatika sih cuma sederhana saja, jalani semua kuliahnya dengan sebaik-baiknya. Karena hampir semua mata kuliah di semester awal bisa dijadikan tolat ukur bagaimana tingkat ketahanan kamu di jurusan ini nantinya. Lebih-lebih mata kuliah yang terkait dengan pemrograman. Karena semakin tinggi semesternya, semakin tinggi pula frekuensi mata kuliah pemrogramannya.

Jadi, kalau sejak awak kuliah saja kamu sudah merasa ada semacam ketidakcocokan dengan mata kuliah yang diajarkan teknik informatika, pilihan kamu hanya 2: menyesuaikan diri dan belajar dengan sungguh-sungguh, atau jika tidak, pindah jurusan. Dan kalau kamu memang berniat untuk survive di teknik informatika, jangan pernah takut untuk berkenalan dengan teman-teman baru. Karena seringkali teman bisa menjelaskan materi kuliah dengan bahasa yang lebih mudah kita pahami. Meski ada juga dosen yang sangat paham bagaimana caranya membuat mahasiswa paham penjelasan yang mereka berikan, kamu harus ingat, tidak pernah ada dosen yang bisa kita ajak ngerjain tugas bareng! 😀

Jadi, jangan pernah takut untuk bersosialiasi. Karena punya banyak kenalan itu menyenangkan dan banyak manfaatnya. Lebih-lebih jika kamu bisa punya kenalan kakak angkatan selama kuliah. Kalau memang merasa kesulitan untuk memahami satu mata kuliah, jangan pernah malu untuk bertanya. Ayu ting-ting yang sudah tanya kemana-mana aja masih salah alamat, apalagi yang tidak mau tanya ya? 🙂

Terus, untuk pertanyaan kamu satunya lagi, tenang, masuk teknik informatika itu tidak butuh banyak syarat kok. Tidak harus punya laptop, tidak harus punya komputer, tidak harus bisa pemrograman, tidak harus bisa membuat website, tidak harus punya smartphone. Semua itu tidak diharuskan. Satu-satunya syarat menjadi mahasiswa teknik informatika adalah kamu harus bisa lulus seleksi masuk. Itu saja.

Kalaupun ada hal yang harus kamu persiapkan, hal itu bukanlah barang fisik berupa komputer atau laptop, melainkan mental. Karena umumnya belajar pemrograman itu learning by doing. Programmer itu sama halnya ahli bahasa lainnya. Mereka bisa karena terbiasa. Ingat, kita bisa bahasa jawa juga karena sehari-hari menggunakan bahasa jawa. Begitupun programmer, mereka bisa menggunakan bahasa C, bahasa C++, Java, Phyton, dan lain sebagainya itu karena mereka sudah terbiasa menggunakannya. Jadi, satu-satunya hal yang perlu kamu persiapkan sebelum masuk teknik informatika adalah semangat untuk mempelajari hal-hal baru. Itu saja. Lainnya sunnah.

Dan buat afik di Sragen, maaf, pertanyaan kamu terpotong, sehingga saya tidak paham apa yang akan kamu tanyakan. Dan saya sendiri pun bingung bagaimana seharusnya memberikan jawaban. Karena memang email yang kamu kirimkan sangat singkat dan masih sebatas perkenalan.

Pesan saya, masuk kuliah itu jangan hanya lihat jurusannya. Lihat juga dirimu sebaik-baiknya. Kenali dirimu. Kenali semua potensimu. Karena sebaik-baik jurusan bukanlah jurusan dengan passing grade tertinggi. Tapi sebaik-baik jurusan adalah jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki.

 

Semoga kalian sukses dan bisa diterima di jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat kalian ya. Semangat! 🙂

*) : Dan buat kalian yang pernah saya kecewakan karena telat membalas atau lupa membalas sms, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Bisa jadi waktu itu saya sangat senang karena mendapat sms dari kalian, makanya bisa sampai lupa kayak gitu. 🙂 Maaf ya.

 

Wikipedia: A is the first letter and a vowel in the ISO basic Latin alphabet. →

Advertisements

6 thoughts on “Maaf, Telat.

  1. Pingback: Mengintegrasikan Email « Kamu Itu Beda

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s