Mengintegrasikan Email

Tulisan saya kali ini terinspirasi oleh apa yang telah saya ceritakan pada tulisan saya sebelumnya.

Punya banyak email itu memang agak menyusahkan sih ya. Saya sendiri pun tidak ingat punya berapa email sejak pertama kali membuatnya dulu waktu SMA. Email pertama saya ada di yahoo. Agak alay sih namanya, es42_d_ace[at]yahoo.co.id. Tapi memang masa-masa SMA itu masa-masa paling alay sih ya. 😀 Dan sampai sekarang email tersebut tetap saya gunakan sebagai alamat YM saya.

Sampai lulus SMA, seingat saya, saya punya 1 email. Setelah masuk teknik informatika, saya baru bikin email baru lagi. Karena memang ada jatah 1 alamat email resmi dari kampus yang bisa digunakan, saya kemudian membuat email dengan alamat saad[at]cs.its.ac.id. Dan setelah beberapa bulan aktif jadi mahasiswa, saya jadi punya banyak sekali email gara-gara dulu waktu awal-awal kuliah sempat ketagihan main game online. Karena 1 alamat email hanya bisa digunakan untuk mendaftarkan 1 akun, akhirnya dulu sempat bikin banyak email abal-abal buat daftar akun abal-abal juga biar dapat bonus. 😀

Dan sekarang, setelah saya sudah jarang sekali main game online mulai semester 4, hanya tinggal 2 email yang sering saya gunakan. Dua-duanya ada di gmail. Email saya yang dari kampus hanya saya gunakan untuk login proxy di kampus. Sedangkan email pertama saya dari yahoo hanya saya gunakan sebagai YM dan mendaftarkan akun-akun jejaring sosial.

Meski email saya cuma 2, nyatanya hanya 1 yang sering saya buka. Satunya lagi jarang sekali saya buka. Dan hasilnya seperti yang kemarin saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya. Ada beberapa email yang masuk tanpa pernah saya tahu.

Mungkin hal semacam ini tidak akan pernah terjadi jika saya punya smartphone. Tapi berhubung saya belum berminat untuk beli smartphone, saya harus menggunakan cara lain agar hal semacam ini tidak akan terjadi lagi ke depannya. Dan alhamdulillah, ternyata memang ada cara mengatasinya.

Berikut ini cara mengelola beberapa email melalui 1 akun saja.  Check this out…

1. Buka akun gmail anda, kemudian pilih menu setting seperti yang ada di gambar di bawah ini:

2. Setelah masuk ke pengaturan, pilih menu account dan import, dan kemudian pilih opsi Check mail from other account seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

3. Setelah ada klik opsi Add a POP3 mail account you own seperti yang ditunjukkan oleh tanda panah dalam gambar di atas, maka akan muncul menu pop up seperti ini:

4. Setelah itu, masukkan alamat email yang ingin anda integrasikan dengan email yang sering anda gunakan tersebut. Kemudian klik tombol next step.

5. Setelah muncul tampilan seperti di atas, isikan username dan password anda, kemudian anda juga bisa memilih beberapa opsi tambahan dengan mencontreng opsi-opsi yang telah tersedia.

6. Dan di menu terakhir, akan muncul opsi seperti yang ada di atas. Jadi, selain mengecek email masuk, kita juga bisa mengirim email dengan menggunakan alamat email yang sering kita gunakan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

Selesai 😀

Oh ya, dalam kesempatan kali ini, email yang saya integrasikan merupakan email saya dari gmail. Saya sendiri belum mencoba apakah pengaturan semacam ini bisa digunakan untuk mengintegrasikan email dari mail client lain selain gmail. Tapi sepertinya sih bisa.

Sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa lagi nanti di lain kesempatan. Semoga bermanfaat, dan, salam olahraga. 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Mengintegrasikan Email

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s