Kaidah Terbang Lebah

Hari ini saya mampir ke salah satu toko buku langganan saya di Surabaya. Niatnya sih cuma ingin beli komik One Piece volume 62 yang baru saja terbit bulan ini. Tapi apa mau dikata, melihat cewek cantik banyak buku menarik adalah satu godaan terbesar dalam hidup. Dan akhirnya, dengan dana yang sangat terbatas, saya pun sukses membawa pulang komik One Piece volume 62 dan juga buku Kaidah Terbang Lebah karangan salah satu penyair favorit saya, Hasan Aspahani.

Saya sendiri baru tahu Bang Hasan dari Twitter dan Blog yang beliau kelola. Dan beberapa bulan yang lalu, ada salah seorang kenalan saya di Goodreads yang membagikan reviewnya tentang buku Kaidah Terbang Lebah ini. Berdasarkan review yang sempat saya baca di Goodreads, buku karangan penyair kelahiran Kutai Kartanegara ini berisi kolom mingguan beliau di harian Batam Pos, tempat beliau kerja sekarang. Dan setelah barusan saya buka dan saya baca sebentar, kurang lebih memang seperti itulah isinya.

Saya baru baca sepertiganya. Ada beberapa artikel yang sangat menarik. Salah satunya adalah artikel yang berjudul sama dengan judul buku ini: Kaidah Terbang Lebah. Berikut ini cuplikan artikelnya:

Anda pasti sudah pernah tahu betapa lebah adalah serangga yang pola kehidupannya banyak memberi hikmah bagi kita manusia. Dalam Al-Quran bahkan ada ayat yang dikumpulkan dalam satu bagian bernama Surat An-Nahl, Surat Lebah. Saya ingatkan beberapa hikmah itu:

1. Lebah tak seperti lalat yang hidup di tumpukan sampah dan lingkungan-lingkungan kotor. Maka, seperti lebah, jauhilah hal-hal buruk dalam kehidupan ini.

2. Seperti lebah, kunjungilah tempat-tempat yang baik, tidak mengandung fitnah, dan carilah rezeki yang halal dari sumber-sumber yang halal. Lebah terbang dari bunga ke bunga menjemput sari madu dan mengumpulkannya di sarang.

3. Lebah hidup rukun dalam satu koloni dan patuh pada seorang ratu, pemimpin koloni itu. Maka, taatilah pemimpin yang baik, kita percaya dan kita berikan amanah untuk menjadi pemimpin.

4. Lebah taat pada pembagian kerja. Ada yang bertugas membuat sarang, ada yang mencari madu, dan ada yang menjaga sarang, ada yang menjaga ratu. Kita pun harus menjalankan peran kita sebaik-baiknya. Jangan mengambil pekerjaan yang tidak kita kuasai, jangan merampas wilayah peran orang lain.

5. Lebah lebih beruntung daripada lalat karena punya sengat, tapi itu tidak digunakan sembarangan. Karena sekali menyengat berarti sesudah itu kematian. Maka lebah hanya akan menyerang bila koloninya terancam. Lihatlah, betapa lebah tidak bertindak untuk kepentingan pribadi. Buat kita, pelajarannya adalah kita tidak boleh diam ketika kita diganggu, kita harus rela membela bila kepentingan, martabat, dan harga diri kita dilecehkan.

Saya baru tahu ternyata secara anatomi, bila kita membandingkan ukuran tubuh dan sayap lebah, sesungguhnya sulit dipercaya lebah mampu terbang. Pada tahun 1934 seorang ahli matematika Perancis sampai pada kesimpulan itu setelah meneliti ukuran-ukuran aerodinamika seekor lebah. Nyatanya lebah adalah serangga yang mampu terbang menentang angin kencang. Mengagumkan. Apa yang menyebabkan lebah mampu terbang? Majalah National Geographic edisi Agustus 2008 melaporkan hasil penelitian tim yang dipimpin oleh Michael Dickinson, seorang ahli biologi dari California Institute of Technology. Ternyata lebah mengepakkan sayapnya yang kecil itu dengan cara yang tidak umum di kalangan serangga. Sebagian besar serangga menggerakkan sayapnya dalam gerakan panjang dan konstan. Lebah mengubah metode itu dengan gerakan pendek melengkung. Tetapi, rahasia pentingnya adalah lebah mengepakkan sayapnya lebih cepat. Bila rata-rata serangga lain terbang dengan kecepatan 200 kepakan per detik, maka lebah terbang dengan menggerakkan sayap kecilnya lebih cepat: 240 kali per detik!

Sayap kecil bukan hukuman alam. Bukan pula kutukan Tuhan sang pencipta. Ini pelajaran baru yang saya dapat dari serangga yang saya kagumi itu: tak masalah bila kemampuan kita terbatas, untuk bisa berhasil maka kita hanya harus berusaha lebih keras. Belajar dari kisah lebah di atas, saya menamakan ini Kaedah Terbang Lebah. Itu saja. Jangan pernah menyesali keterbatasan. Jangan pernah mengutuki apa yang diberikan Tuhan.

 

Bagaimana? menarik kan isinya? 🙂

Meski saya harus mengencangkan ikat pinggang setelah ini, saya rasa uang yang harus saya keluarkan masih jauh lebih murah dibandingkan dengan pesan-pesan positif yang saya dapatkan dari buku ini.

Lagipula, seperti halnya kata Bang Hasan di atas, tidak punya cukup banyak uang bukan berarti tidak bisa membeli buku kan? 😀

Advertisements

3 thoughts on “Kaidah Terbang Lebah

  1. Pingback: Prie GS « Kamu Itu Beda

  2. Jadilah seperti bengkoang. Meski hidup tertimbun tanah, ia masih tetap putih bersinar 🙂

    Your last words sangat menusuk 😀 #bongkar celengan, buat beli buku.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s