Perpisahan

Perpisahan, mungkin adalah salah satu masa-masa paling emosional bagi seorang pembaca. Apalagi jika buku tersebut sangat menarik dan membuat pembacanya sampai larut oleh cerita di dalamnya. Sedih rasanya kalau melihat halaman buku yang belum terbaca tinggal beberapa saja.

Sama halnya dengan itu, sabtu kemarin saya berkunjung ke Lirboyo untuk menghadiri Haflah Akhirussanah dan wisuda kelulusan adik saya. Ada semacam perasaan sedih dan haru ketika melihat dia pulang meninggalkan Lirboyo yang sudah ditempatinya selama 3 tahun terakhir ini.

Saya sendiri memang tidak pernah nyantri di Lirboyo. Pun baru akhir-akhir ini saya mulai rutin menjenguk adik saya ke Kediri. Tapi meski begitu, saya bersyukur. Karena dengan begitu, saya jadi punya kenangan tersendiri dengan salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur ini. Dan sepertinya, setelah ini saya akan merindukan masa-masa ketika saya menjenguk adik saya ke Lirboyo lagi.

Dan kalau hidup memang layaknya sebuah perjalanan dengan kereta, saat ini adalah masa-masa adik saya pindah kereta. Selama ini dia sudah berada dalam kereta yang sama dengan penumpang yang selama 3 tahun. Dan saat ini dia sudah berada di stasiun. Ke manapun dia nantinya akan melanjutkan perjalanannya, saya harap perjalanan itu adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan dan penuh kenangan berharga.

 

Perpisahan memang mengharukan. Tapi tanpa perpisahan, kita mungkin tidak akan pernah mengenal arti sebuah perjumpaan.

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s