Motivator Terbaik

Siapa motivator terbaik menurut Anda? Andre Wongso? Mario Teguh? Jamil Azzaini? Bong Chandra? Ippho Santosa?

Entahlah, saya sendiri kurang paham apa maksud para motivator untuk melabeli diri mereka sebagai motivator no.1 di Indonesia. Apa jangan-jangan para motivator tersebut terinspirasi oleh iklan kecap yang rata-rata menggunakan label kecap no.1 ya? πŸ™‚

Meski sejujurnya saya bukan penggemar acara-acara motivasi-yang menurut saya-seringkali membosankan dan terkesan menceramahi, setidaknya para motivator-motivator tersebut perlu dihormati. Karena bagaimanapun mereka cukup hebat melihat peluang. Coba anda perhatikan, betapa sering kita beralasan “tidak ada motivasi” untuk menutupi kemalasan kita dalam memotivasi diri sendiri? Inilah peluang yang coba dimanfaatkan oleh para motivator tersebut.

Bagi saya, para motivator tersebut bukanlah motivator terbaik. Bukannya saya meragukan kemampuan mereka dalam merangkai kata-kata, bukan. Tapi memang begitulah kenyataannya. Karena tidak ada yang mengenal diri kita lebih baik daripada diri kita sendiri, motivator terbaik bagi diri kita adalah diri kita sendiri. Begitulah yang saya yakini sampai saat ini.

Salah satu contoh paling mudah dilihat mungkin adalah para perokok. Saya sangat yakin kalau semua perokok pernah tahu dan pernah membaca bahaya merokok. Tapi coba anda perhatikan, berapa banyak perokok yang berhenti merokok setelah membaca himbauan tersebut? hampir tidak ada.

Selama ini, iklan anti rokok di Indonesia hanya bersifat himbauan. Sama sekali tidak saya temukan sebuah proses penyadaran. Bandingkan dengan iklan yang dibuat oleh Thailand yang satu ini:

Dalam iklan tersebut, anak-anak kecil tidak melarang mereka merokok. Tapi melalui tindakan yang mereka lakukan, anak-anak kecil tersebut membantu menyadarkan para perokok bahwa selama ini mereka sering lupa mencintai diri mereka sendiri. Anak-anak tersebut menciptakan sebuah ruang bagi para perokokok untuk berefleksi. Efek kejut yang ditimbulkan oleh tindakan anak-anak tersebut tentu lebih mengena jika dibandingkan dengan pemberitahuan “merokok dapat menyebabkan….”

Sampai kapanpun, motivasi eksternal itu tidak akan sekuat dan seawet motivasi internal. Orang-orang terdekat kita hanya bisa menyemangati dan mengingatkan. Tidak pernah lebih dari itu. Tidak pernah ada motivator terbaik yang pernah kita miliki selain diri kita sendiri. Kalaupun motivasi kita adalah membahagiakan orang tua, setidaknya kita harus sadar bahwa membahagiakan orang tua itu merupakan suatu hal yang luar biasa. Dan proses penyadaran seperti ini hanya bisa berlangsung dari dalam.

Motivasi itu bisa jadi seperti halnya telur. Jika sebuah telur terlalu ditekan dari luar, maka kehidupan yang ada didalamnya pun akan berakhir. Tapi jika dorongan yang ada berasal dari dalam, maka kehidupan baru akan lahir.

Great things always begin from inside.

 

Ilustrasi diambil dari sini

Advertisements

4 thoughts on “Motivator Terbaik

  1. Nanin

    terimakasih kakak. πŸ™‚ cukup bisa membuka pikiran saya. sekarang saya tau apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan rasa malas.

  2. Abigail G.A.

    merinding nonton iklannya… kalau di Indonesia, video seorang balita merokok yang dulu itu, malah jadi tontonan dan parahnya dulu dibiarin sama orang tua… anak itu udah berhenti, yang nonton videonya malah belum… miris… 😦

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s