Duniawi

Ada yang menarik dalam postingan Arinda beberapa waktu yang lalu. Isinya tentang dunia dan akhirat.

Sebuah topik yang cukup ‘seram’ sih sebenarnya. Apalagi bagi anak-anak muda seperti saya. Namun karena isinya cukup menarik, saya berniat membagikannya kepada Anda. Berikut ini isi postingannya:

Yang dinamakan dunia dan akhirat:
Apa pun yang menghalangi, yang mendindingi kita untuk menghadap ke pada Allah, itu namanya dunia. entah itu berbentuk ilmu, ibadah, dzikir, kalau semua itu tidak bisa didudukkan pada kedudukan yang bisa diridhloi oleh Allah, maka itu duniawi. Sementara sebaliknya, apa pun yang bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah akhirat. Baik itu perkara duniawi, jika mampu mendekatkan kita kepada Allah, maka itu akhirat.

[Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi]

Sebuah postingan yang cukup singkat. Namun sangat bermanfaat.

Tidak seperti halnya kebanyakan orang, Kyai Rori (KH. Ahmad Asrori, red) memberikan sebuah gambaran yang cukup mudah tentang apa itu dunia dan akhirat. Selama ini, kita mungkin sering terjebak dalam pemahaman bahwa dunia adalah ilmu umum. Dan akhirat adalah ilmu agama. Padahal sebenarnya pemahaman seperti ini tidaklah tepat.

Saya jadi ingat. Pernah ada seorang teman saya yang beragama Nasrani bertanya pada saya begini,“Ad, musik itu dilarang ya dalam islam?”

Jawaban saya waktu itu kurang lebih begini, “Memang ada sih yang melarang. Sama halnya kayak rokok gitu lah. Tapi menurut pemahaman saya sih, yang membuat dilarang itu karena musik bisa membuat kita lalai untuk ibadah. Jadi, kalau menurut apa yang saya pahami dan yakini sih boleh-boleh aja mendengarkan musik. Asalkan tidak sampai melalaikan kita pada kewajiban-kewajiban kita, khususnya dalam hal ibadah. Yang dilarang itu lalainya, bukan musiknya. Jadi, apapun yang bisa sampai membuat kita lalai, itulah yang seharusnya perlu kita waspadai.”

Dan alhamdulillah, teman saya tersebut bisa menangkap penjelasan saya dengan baik.

Menurut apa yang pernah saya rasakan, musik itu lebih mendingan daripada internet dan game. Karena sangat dimungkinkan, ada musik yang malah membuat kita sadar akan kebesaran dan cinta Ilahi. Dan tentu, kita tidak akan pernah pernah mengenal sosok sosok seperti Maher Zain, Sami Yusuf, Opick, Haddad Alwi, dan musisi-musisi religius lainnya kalau memang musik benar-benar diharamkan. Padahal melalui media musik itulah, mereka bisa merasa nyaman berdakwah.

Maka dari itu, logikanya, kalau musik (yang ada manfaatnya) saja haram, sudah semestinya, game dan internet pasti lebih haram. Karena game dan internet lebih berpeluang menimbulkan efek ketagihan yang berujung pada kelalaian. Tapi nyatanya tidaklah demikian. Yang dilarang itu lalainya, bukan musiknya. Bukan pula internet ataupun game-nya. Karena bisa jadi, internet atau game malah membuat kita semakin dekat dengan Ilahi. (Meskipun sangat kecil kemungkinannya)

Mengamini apa yang sudah didawuhkan KH. Asrori. Apa pun yang bisa membuat kita semakin dekat pada Allah. Itulah akhirat. Dan sebaliknya, apapun yang menghalangi kita dari Allah. Itulah dunia. Apapun bentuknya.

Dan beberapa hari yang lalu, saya menemukan video KH. Asrori tentang dunia dan akhirat ini di youtube. Sayang sekali, kualitas videonya tidak begitu baik šŸ˜¦ Berikut ini videonya:

Sepertinya Arinda menulis postingan itu setelah melihat video ini.

 

Demikianlah sedikit cerita dari saya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Semoga bermanfaat. Selamat menyambut bulan Ramadhan, kawan. šŸ™‚

*) Sekali-kali biar pernah posting tentang agama.
Mumpung menjelang Ramadhan.
šŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Duniawi

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s