Belum Waktunya

Belum waktunya ternyata bagi ITS untuk membawa pulang piala adikarta kertawidya.

Saya melihat perjalanan ITS di PIMNAS kali ini layaknya timnas Jerman di EURO 2012. Dengan membawa jumlah perwakilan tim terbanyak, hampir semua orang memperkirakan bahwa ITS akan menjadi juara PIMNAS untuk kali pertama. Apalagi jika dilihat secara statistik, selama 2 tahun terakhir, salah satu masalah utama yang menyebabkan ITS kalah dari UGM adalah karena UGM selalu membawa jumlah kontingen lebih banyak.

Dan tahun ini, di saat jumlah kontingen ITS lebih banyak dari UGM, semua sivitas akademika ITS pun sangat yakin bahwa piala adikarta  kertawidya akan berada di ITS selama 1 tahun ke depan.

Tapi ternyata, tidak selamanya kuantitas menjadi jaminan penentu juara. Buktinya, UB yang tahun ini ‘hanya’ membawa 24 tim pun mampu meraih gelar juara umum PIMNAS untuk ketiga kalinya. Setelah sebelumnya berhasil menjadi juara umum di tahun 2008 dan di tahun 2009 ketika menjadi tuan rumah PIMNAS XXII.

Gelar juara PIMNAS bagi ITS itu mungkin sama halnya seperti gelar juara Piala Dunia bagi Belanda. Beberapa kali sudah berada tepat di depan mata, tapi ternyata lagi-lagi impian itu harus tertunda. Belanda memang sempat memiliki timnas yang luar biasa di Piala Dunia 1974. Namun sayang, Belanda yang saat itu tengah bersinar bersama Johan Cruyff harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan 2-1 oleh Jerman Barat di partai puncak. Dan sampai sekarang, Belanda belum pernah sekalipun merasakan gelar Piala Dunia. Satu-satunya gelar prestisius yang dimiliki oleh tim Oranje adalah juara Piala Eropa 1988. Terakhir, di Piala Dunia 2 tahun silam, Belanda hampir mewujudkan impiannya untuk meraih Piala Dunia. Sebelum akhirnya mereka harus kembali puas menjadi runner-up untuk kesekian kali setelah kalah 0-1 dari Spanyol di laga pamungkas.

Semenjak menjadi juara 3 di PIMNAS XXII tahun 2009 silam, ITS memang selalu berusaha meningkatkan kualitas kontigennya dari tahun ke tahun. Hasilnya pun terbukti, sejak tahun 2009 sampai tahun 2012, ITS selalu masuk 3 besar di PIMNAS. Bahkan, di edisi PIMNAS XXIII dan XXIV, ITS hampir meraih gelar juara umum kalau saja tidak digagalkan oleh UGM. Dan tahun ini, bukan UGM yang menggagalkan impian ITS, tapi Univervitas Brawijaya.

Tidak pernah ada yang menyangka kalau UB akan meraih juara. Hampir semua pemerhati PIMNAS memprediksi gelar juara tidak akan jauh-jauh dari genggaman UGM, IPB, atau ITS. Mengingat selama 3 edisi PIMNAS terakhir, ketiga kampus tersebutlah yang paling mendominasi.

UB di PIMNAS kali ini memang mirip Italia di Piala Dunia 2006. Tidak banyak diperhitungkan. Tapi dengan segala kerendahhatian dan kerja keras mereka, mereka membuktikan bahwa mereka memang benar-benar memiliki jiwa juara.

Sedangkan ITS, yang bernasib sama seperti Jerman dalam beberapa tahun terakhir, sepertinya memang harus belajar banyak untuk rendah hati. Karena menjadi tim unggulan itu memang beban dan sulit rasanya untuk tidak berbangga hati. Dan beratnya lagi, kekecewaan yang dirasakan oleh tim unggulan itu seringkali lebih menyakitkan daripada kekalahan yang dirasakan oleh tim non-unggulan. Karena semakin tinggi kita terbang, semakin sakit rasa yang ditimbulkan ketika jatuh. Semakin tinggi ekspektasi kita, semakin mudah kita untuk kecewa.

Dan ya, selain perubahan peraturan presentasi, satu hal lain yang akan selalu saya ingat dari PIMNAS kali ini adalah keterangan dari teman saya bahwa mahasiswa UB semester akhir yang PKMP-nya lolos PIMNAS, skripsinya otomatis lulus dengan mendapat nilai A*mendadak jadi ingin pindah ke UB* 😀

Saya tidak tahu apakah hal ini ada keterkaitan langsung dengan prestasi UB di PIMNAS tahun ini atau tidak. Tapi yang jelas, 4 dari 8 medali emas UB di PIMNAS tahun ini semuanya diperoleh dari PKMP. Artinya, semua medali emas yang diperebutkan di PKMP disapu bersih oleh UB. Luar biasa!

Selamat dan salut buat UB atas prestasinya di PIMNAS XXV. Semoga di masa yang akan datang ITS juga mampu memberikan penghargaan lebih bagi mahasiswa yang melaksanakan PKM seperti halnya UB. Sampai jumpa di PIMNAS XXVI. Vivat ITS!

*) sumber gambar

Advertisements

5 thoughts on “Belum Waktunya

      1. hehe 😀 so far, saya pikir ITS sudah melakukan prosesnya dengan maksimal,
        yang paling penting lagi, ITS masih tetep juaranya SPP murah 😀 yeeeah

      2. Dan saya rasa, perubahan peraturan presentasi secara mendadak juga turut mempengaruhi hasil akhir 🙂

        Makanya, saya rasa perjalanan ITS di PIMNAS itu sangat mirip dengan timnas Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s