Walk The Talk

Jadi, kemarin saya membeli 4 buku: 1 buku karya Ustadz Yusuf Mansyur, Analogi Cinta Sendirinya @landakgaul, The Not So Amazing Life Of @aMrazing, dan yang terakhir Happiness Inside. Entah apa yang membuat saya membeli buku Happines Inside. Padahal saya sendiri belum pernah mendengar nama Gobind Vashdev (penulis buku Happines Inside, red). Dan mungkin baru kemarin malam saya tahu kalau ada orang yang bernama Gobind Vashdev.

Tapi harus saya akui, meskipun penulisnya-menurut saya-tidak seterkenal Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy, Dee Lestari, maupun Tere Liye, percayalah, ada banyak pelajaran menarik yang bisa diambil dari buku ini. Hampir semua bagian dalam buku ini penuh dengan inspirasi. Sejauh ini, saya baru membaca sepertiganya. Dan salah satu bagian yang paling menarik diantara semua bagiannya adalah sebuah tulisan berjudul “Walk The Talk” yang di dalamnya mencuplikkan sebuah kisah tentang Gandhi.

Berikut ini kisahnya…

Suatu hari, seorang ibu membawa anaknya datang kepada Gandhi, dan berkata, “Gandhi, maukah engkau menasihati anak saya ini? Dia mempunyai sebuah penyakit, yang untuk kesembuhannya, dia tidak boleh mengonsumsi garam. Tolong beri nasihat kepadanya untuk tidak makan garam. Saya dan keluarga bahkan dokternya pun sudah berulang kali menasihatinya, tetapi dia masih tetap makan garam. Saya sudah kehabisan kata-kata, tolonglah saya, siapa tahu dia akan menurutimu.”

Dengan tersenyum dan suara lembut Gandhi berkata, “Ibu,  sekarang saya tidak bisa berkata apa-apa, silakan Ibu pulang dan bawa Ibu ke sini minggu depan.”

“Gandhi,” kata ibu itu, “anak saitu di depanmu sekarang, tidak bisakah kamu sekarang menasihatinya?” Gandhi dengan senyum yang selalu di bibirnya hanya menggelengkan kepalanya menandakan tidak.

Dengan perasaan campur aduk, ibu itu pulang dan tepat satu minggu mereka berdua ada di hadapan Gandhi. “Saya sudah menunggu satu minggu,” kata ibu itu kepada Gandhi, “sekarang berikan nasihat itu.” Kemudian Gandhi datang mendekat ke anak itu, dan menasihati anak itu untuk tidak makan garam. Apa yang dikatakan Gandhi tidaklah istimewa, tidak ada sesuatu yang baru, hanya sebuah nasihat yang sederhana, tidak lebih.

Pada saat itu sang ibu merasa sedikit kecewa karena penantiannya satu minggu dia berharap Gandhi akan melakukan sesuatu yang lebih dari kata-kata biasa.

Tidak lama kemudian, Gandhi meminta ibu dan anak itu pulang, kali ini perasaan ragu-ragu menyelimuti si ibu. Si ibu tidak yakin ini akan berhasil. Namun yang terjadi sebaliknya, anak ini berhenti makan garam. Ibunya berpikir mungkin ini hanya akan terjadi satu atau dua hari, tetapi kenyataannya lebih dari itu, anak tersebut total berhenti makan garam selama berhari-hari, bahakn berminggu-minggu.

Didorong rasa penasaran yang tinggi, seorang diri ibu ini menghadap ke Gandhi untuk ketiga kalinya dan langsung bertanya: “Gandhi, rahasia apa yang kamu miliki sehingga kamu bisa membuat anak saya berhenti makan garam?” tanya si ibu.  “Kata-kata yang kamu ucapkan adalah kata-kata biasa, saya seringkali menasihatinya dengan cara yang sama. Menurut saya dokternya menasehati dengan cara yang lebih baik, tetapi mengapa anak saya menurut kepadamu?”

Dengan lembut Gandhi menjawab pertanyaan ibu ini dengan jawaban: “Ibu masih ingat pada kali pertama ibu ke sini dan saya meminta ibu datang satu minggu kemudian?”

“Ya itu dia, kenapa, terus terang saya masih penasaran?” sahut ibu itu dengan cepat.

“Pada saat itu saya belum bisa menasehati anak Ibu untuk berhenti makan garam, karena pada saat itu saya masih mengonsumsinya, sepulang ibu saya berhenti makan garam, sampai kemudian ibu datang lagi, baru saya bisa berbicara untuk tidak makan garam ke anak Ibu”

 

Begitulah kualitas diri seorang Gandhi. Dia hanya mau berbicara tentang apa yang dilakukannya saja. Yang dalam bahasa Inggris perilaku seperti ini disebut sebagai “Walk The Talk”.

Terakhir, mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, seberapa sering kita berperilaku seperti Gandhi?

*) sumber gambar

Advertisements

One thought on “Walk The Talk

  1. Pingback: Blogwalking itu Perlu | Gunpowder Chant

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s