Mbolang ke Sempu

Setelah saya pikir-pikir, selama ini, kebanyakan rencana bepergian (baca: mbolang) saya yang tereksekusi adalah rencana-rencana dadakan. Ke Sempu minggu kemarin juga demikian. Semuanya serba dadakan. Hari sabtu saya di-sms teman saya tentang rencananya ke Sempu, senin siang langsung berangkat ke Malang.

Kebetulan hari selasa minggu kemarin ada libur nyepi jadi berangkatnya senin. Bukan sabtu atau minggu. Sebagaimana umumnya perjalanan liburan akhir pekan.

Berikut ini rangkuman singkat tentang perjalanan saya ke Pulau Sempu.

Mungkin ada sebagian dari kalian yang mengernyitkan dahi ketika saya menyebut nama pulau sempu. Tenang, saya juga pernah gitu kok. Saya sendiri baru tahu pulau sempu semasa kuliah. Kebetulan beberapa teman saya ada yang rajin banget mbolang. Jadi, saya punya cukup banyak referensi tempat-tempat mbolang yang recommended buat dikunjungi.

Buat kalian yang belum tahu, Pulau Sempu itu letaknya di ujung selatan kota Malang.

Lokasi Pulau Sempu
Lokasi Pulau Sempu

Berdasarkan pengalaman saya, untuk mencapai lokasi penyeberangan ke pulau sempu (pantai sendang biru) butuh waktu sekitar 2-3 jam perjalanan dari pusat kota Malang. Durasi itu bisa bertambah jika kondisi cuaca kurang baik. Karena medan yang ditempuh berkelok-kelok dengan banyak tanjakan dan juga turunan.

Saya yang waktu itu berangkat dari pusat kota Malang sekitar pukul 19.00, sampai di pantai Sendang Biru sekitar pukul 22.00. Itu sudah termasuk mampir ke warung bakso di tengah perjalanan. 🙂

Setelah sampai di Sendang Biru, kami langsung menuju ke tempat penitipan motor. Kebetulan loket pantai Sendang Biru waktu itu sedang (sudah) tutup, jadi kami tidak perlu membayar tiket masuk ke Sendang Biru sebesar Rp. 7000,- untuk tiap orang. Setelah bincang-bincang sejenak dengan penjaga tempat penitipan motor, kami bergegas mencari tempat untuk mendirikan tenda.

Sekitar jam 07.00 pagi kami berkemas menuju Pulau Sempu yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pantai Sendang Biru. Kalau kalian berminat menyeberang ke pulau Sempu, siapkan uang sebesar 100 ribu untuk menyewa perahu. Itu sudah perjalanan pulang pergi. Jadi, untuk penyeberangan ke pulau Sempu sistemnya tidak dihitung per penumpang tapi dihitung per pemberangkatan. Mau berapa pun jumlah anggota rombongannya, biaya sewa perahunya tetap 100 ribu.

Perahu yang kami tumpangi
Perahu yang kami tumpangi

Setelah menempuh perjalanan selama sekitar 10 menit dari pantai Sendang Biru, sampailah kami di pulau Sempu. Karena lokasi Segara Anakan yang kami tuju ada di ujung selatan pulau, mau tidak mau, kami harus melakukan tracking melewati hutan selama 2-3 jam. Itu kalau kondisi tanah di pulau Sempu sedang berlumpur. Saya yang waktu itu mulai tracking pukul 07.30 sampai di segara anakan pukul 10.00. Buat info saja, beginilah kondisi medan tracking menuju segara anakan yang mulai terkenal itu:

Medan Sempu
Medan Sempu
Becek dan Berlumpur
Becek dan Berlumpur
Banyak Akar dan Berbatu
Banyak Akar dan Berbatu
Masih Alami
Masih Alami

Satu hal yang paling menyenangkan dari perjalanan ke segara anakan di Pulau Sempu adalah karena segara anakannya sangat indah. Meskipun cukup capek, semuanya terasa terbayar lunas ketika melihat jernihnya air di segara anakan. Bahkan, saking senangnya, begitu sampai di segara anakan, tanpa menunggu teman-teman yang merebahkan tubuh sejenak dibawah pohon saya langsung menceburkan diri ke segara anakan. Senang sekali rasanya bisa berenang lagi setelah terakhir kali berenang di kolam padusan Pacet yang dalamnya 3 meter beberapa bulan yang lalu.

Numpang nampang. :D
Numpang nampang. 😀
Pemandangan segara anakan dari atas
Pemandangan segara anakan dari atas
Segara anakan
Segara anakan

Sebelum saya akhiri, berikut ini beberapa catatan perjalanan saya. Semoga bermanfaat buat kalian yang berencana ke pulau Sempu:

  1. Jangan lupa sewa sepatu. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, sebagian besar kondisi tanah di pulau Sempu itu berlumpur. Setahu saya, ada 2 lokasi penyewaan sepatu di pantai Sendang Biru. Satunya di dekat lokasi penyeberangan, satunya lagi di ujung jalan. Untuk bisa menyewa sepasang sepatu, kalian cukup menyisihkan uang Rp. 10.000,-. Percayalah, uang sebanyak itu tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan manfaatnya. Karena saya telah membuktikannya sendiri. Dengan memakai sepatu, kalian akan tracking dengan lebih mudah. Selain bisa membantu dalam proses tracking menuju segara anakan, sepatu juga bisa melindungi kaki kalian dari duri, batu, lintah, atau bahkan dari sengatan binatang-binatang berbisa. Oh iya, satu hal lagi yang perlu kalian perhatikan kalau menyewa sepatu. Jangan pernah salah mengembalikan sepatu. Karena setahu saya, masing-masing pemilik tempat persewaan itu tidak saling akur satu sama lain. Bisa-bisa dimarahi habis-habisan kalian ntar. Saya bisa bilang seperti ini karena teman saya kemarin ada yang salah mengembalikan. 😀
    Before Tracking
    Before Tracking

    After Tracking
    After Tracking
  2. Rencanakan keberangkatan kalian. Sebelum berangkat ke pulau Sempu, beberapa orang teman saya sebenarnya berniat untuk bermalam di pulau Sempu, tapi karena berangkatnya sudah malam, akhirnya kami harus bermalam di pantai Sendang Biru. Kalau kalian ingin bermalam di pulau Sempu, saya sarankan kalian untuk mulai tracking sejak pagi atau siang. Sore sebenarnya juga bisa. Tapi saya rasa, melihat pemandangan sunset di segara anakan bisa menjadi pengalaman tersendiri. Maka dari itu, saya sarankan kalian untuk berangkat pagi atau siang. Tapi kalau kalian tidak berniat bermalam di pulau Sempu, sebaiknya kalian berangkatnya pagi atau siang aja. Kalau sore takutnya nanti kemalaman waktu tracking pulang. Dan itu sangat beresiko. Karena medannya adalah hutan. Berangkat malam pun sebenarnya bisa, tapi nanti akan ada biaya tambahan buat penyeberangan.
  3. Jangan sungkan-sungkan mengajak pemandu. Buat kalian yang pertama kali ke pulau Sempu, sebaiknya kalian memanfaatkan keberadaan jasa pemandu. Di pulau Sempu, jalannya ada banyak sekali. Terus, di pulau Sempu itu bukan hanya ada segara anakan. Ada juga telaga lele, pantai sepanjang, dlsb. Dan itu semua rutenya berbeda satu sama lain. Maka dari itu, buat kalian yang belum pernah sekalipun ke pulau Sempu, ada baiknya kalian mengajak pemandu untuk jadi penunjuk jalan. Berdasarkan informasi dari salah seorang pemandu, biaya untuk mengajak pemandu itu sebesar 100.000 rupiah untuk sekali perjalanan pergi-pulang.
  4. Jangan lupa bawa Power Bank. 😀 Kalau yang ini sih sebenarnya opsional. Tapi akan sangat bermanfaat kalau handphone kalian adalah smartphone. Xperia U saya waktu itu bisa hidup terus di pulau Sempu karena sebelum berangkat saya cas sampai penuh dan sampainya di pulau Sempu saya matikan semua layanan datanya. Sebelum ke Sempu, saya kira di Sempu nanti kita akan berada di negeri antah berantah yang tidak ada sinyal. Tapi ternyata anggapan saya salah. Di pulau Sempu ternyata masih ada cukup sinyal. Teman saya yang menggunakan operator Telk*msel malah bisa menggunakan GPS-nya selama di pulau Sempu. Tapi kalau sudah sampai di segara anakan sih sinyalnya mungkin tinggal 1-2 bar saja.

Terakhir, berikut ini foto levitasi saya di Sempu 😀

#levitasi #levitasihore #pantai #sempu #Malang

A post shared by Saad Ahyat Hasan (@kamuitubeda) on

Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya.
Selamat malam, kawan.

Advertisements

11 thoughts on “Mbolang ke Sempu

  1. Lolytha

    Dari pantai segara anakan, telaga lele, pantai sepanjang yang paling bagus dan paling dekat trackingnya yang mana kak? Terus tempat penyewaan sepatu sama guidenya waktu dimananya? Thanks.

    1. Wah, saya cuma tahu segara anakan. Jadi gak bisa menjawab.

      Lokasi persewaan sepatu ada di sekitar tempat penyeberangan. Silakan tanya warga sekitar, pasti dikasih tahu kok.

    1. Tiket masuk sendang biru: 7000.
      Sewa sepatu karet: 10.000
      Sewa kapal PP: 100.000

      Jadi, saran saya, mending bawa rombongan yg banyak. Atau kalau gak gitu, numpang ikut rombongan lain juga bisa. Biar lebih murah. Soalnya, sewa kapalnya mau 1 orang atau 10 orang biayanya sama.

  2. widi

    karena penasaran, bersama anakku ber tiga kami kesana, indah memang tapi gak sebanding ama capainya… trackingnya lumayan, becek banget…. yang capai pinggang ama punggung karena jalannya gak bisa berdiri benar…

    1. Memang lumayan jauh tracking-nya. Tapi justru inilah yang membedakan Sempu dengan pantai-pantai lainnya yg tanpa perjuangan. Bagi saya pribadi, bisa melihat keindahan segara anakan itu setelah tracking lebih dari 2 jam itu seperti buka puasa. 😀

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s